PENDALAMAN TERHADAP KANDUNGAN AJARAN AGAMA

Seringkali agama hanya dijadikan sebagai sebuah symbol tertentu dan sama sekali tidak dikaji untuk dipahami kandungan ajarannya dan kemudian diamalkan dalam kehidupan nyata, sehingga banyak diantara pemeluk agama tertentu justru malah sama sekali tidak tahu substansi ajaran agama yang dipeluknya.  Ini tentu ironis dan sangat tidak sesuai dnegan keinginan agama itu sendiri yang  ingin menjadikan para pemeluknya sebagai wasilah dalam mendamaikan dan menenteramkan  masyarakat dan dunia.

Sebagai pemeluk agama, kita tentu santat yakin bahwa agama itu  akan memberikan manfaat yang maksimal kepada kita, baik di dunia maupun lebih lebih di akhirat nanti. Bahkan jika ada yang kemudian menyangkal dan menyatakan bahwa agama hanya akan menjadi beban saja dan sama sekali tidak akan  menyelamatkan kita, maka dengan penuh keyakinan kita akan melawannya dengan  segenap kemampuan, baik dengan mengemukakan argumentasi yang kuat ataupun dengan contoh contoh yang dapat meyakinkan.

Dengan ajaran agama itu pulalah kita akan mengenal dunia gaib, seperti akhirat dengan segala macam keadaannya, seeprti neraka dan surge, kita juga akan merasakan ketenangan saat sedang mengabdikan diri menghadap kepada Tuhan dan memohon kepada Nya. Jika ada masalah bear menimpa kita, kita juga  akan dapat mengadu kepada Nya dan menjadikan hati dan pikiran kita tenang serta nyaman. Tentu akan berbeda jika kita tidak beragama, karena kita tidak emmpunyai sandaran tempat mengadu dan menyerahkan segala persoalan.

Jika kita seorang muslim yang mempunyai kitab suci alquran, maka sudah menjadi sebuah keniscayaan jika kita harus mengkaji kitab suci tersebut dengan kesungguhan dan konsentrasi.  Demikian juga jika kita yakin bahwa sumber dari ajaran islam itu bukan hanya alquran,melainkan juga hadis Nabi, maka kita seharusnya juga mengetanal serta mendalami hadis hadis nabi, sehingga kita akan emmpunyai wawasan yang luas tentang ajaran islam yang kita peluk dan lakukan, bukan hanya sekedar ikut ikutan tanpa mengetahui secara detail.

Namun sayangnya masih terlalu banyak diantara umat muslim yang tidak peduli terhadap isi kandungan kitab sucinya apalagui kemudian ditambah dnegan hadis Nabi.  Mengingat kondisi etrsebut, pada akhirnya banyak terjadi ketimpangan yang terkait dengan pengamalan ajaran islam dan bahkan tidak sedikit yang kemudian juga melanggar atuaran dasar dalam islam yang kalau dilihat dari sisi kelayakan, menjadi tampak memalukan dan  sepertinya tidak terkondisikan dengan baik mengenai pemahaman umat terhadap isi ajaran agamanya.

Memang ada berbagai model  dan cara mempelajari dan mengenal ajaran agama yang salah satunya ialah dengan mempelajari fiqh yang sudah diramu oleh para ulama sehingga akan lebih mudah untuk mempelajari dan mengaplikasikannya. Bahkan oleh sebagian ulama tidak diperbolehkan seorang yang belum mengenal Islam langsung mempelajari alquran dan hadis, karena dikhawatirkan akan salah dalam menyerap dan memahaminya  hal tersebut disebabkan untuk mempelajari alquran, sangat diperlukan ilmu bantu lainnyan yang harus dikuasainya terlebih dahulu.

Memang cara yang digunakan oleh para ulama  akan berbeda  satu dengan lainnya, akan tetapi secara umum mereka sepakat bahwa  untuk mempelajari kitab suci alquran yang menjadi pokok dalam Islam, harus dilengkapi dengan pernagkat ilmu lainnya sehingga akan benar benar dapat memahaminya secara benar.  Namun bukan tidak boleh sama sekali untuk langsung mempelajarinya sejak awal, kaena memang  dasar atau p[okok tentu juga diperlukan untuk memperkokoh posisin keimananannya.

Tentu akan jauh lbih bagus jika dalam mempelajari ilmu khususnya dari alquran, seseorang harus  meminta  petunjuk dari guru yang  mempunyai kapasitas yang mumpuni dalam ilmu tersebut.  Artinya jika ada orang yang di samping mempelajari kitab kitab fiqh juga sekaligus mempelajari alquran, maka itu tidak salah dengamn catatan apabila  menginginkan p[enguasaan yang semurna, maka tidak ada jalan lainnya terkecuali harus mengambil guru karena bagaimana pun untuk memahami alquran itu diperlukan ilmu lain yang akan menjadi piranti pemahaman yang  kompreshensif.

Kenapa harus demikian? Terkadang pertanyaan tersebut muncul begitu saja seolah menggugat bahwa  untuk mempelajari  dfalil yang pokok dalam islam kok dilarang, padahal semua itu diperlukan agar  orang mempelajari sesuatu secara bertahaop dan menghasilkan kesimpulan yang kuat dan akurat.  Coba bayangkan jika orang tidak  atau belum mengetahui ilmu lainnya yang dibutuhkan dalam memahami alquran, lalu  mempelajarinya begitu saja, pasti akan  salah, apalagi kalau dia juga belum tahu  bahasa Arab sebagai bahasa asal  alquran dan hanya membaca terjemahannya saja, pasti akan  mengalami kesalahan.

Itulah gambarang saat ini dimana banyak orang yang tidak tahu bahasa Arab lalu membaca  terjemahan alquran dan kemudian menyimpulkannya sendiri dan  dengan mudahnya menyalahkan pihak lain yang kebetuilan kesimpulan pemahamannya berbeda dnegan pemahamannya.  Inilah yang dapat menimbulkan konflik di tengah tengah masyarakat dan bahkan mereka sangat rishi dnegan sepak terjang mereka yang baru membaca terjemahan alquran dan menyalahkan pihak lain dan bahkan malah menyesatkan dan menganggap kafir segala.

Senyatanya kita sangat membuthkan p[encerahan terhadap apapun yang terkait dengan pemahaman ajaran agama, dan  mengambild ari alquran itu tidak salah, asalkan sesuai dengan  tujuan dan substansi kandungan alquran itu sendiri. Kalu kita mempercayai bahwa para ulama zaman dahulu itu sngat pintar dan cermat dalam  memahami alquran, maka sudah pasti kita juga harus menghargai karya mereka, meskipun tidak tidak menutup mata bahwa ada kalanya hasil intinbath atau hasil ijtihad mereka itu pada saat ini sudah tidak relevan lagi, karena perubahan zaman dan waktu.

Namun jika kita  menyalahkannya tanpa dasar yang kuat, justru akan menunjukkan bahwa diri kita itu sangat dangkal dan tidak akan dieprcaya lagi oleh pihak lain.  Memang kita bolehlah mengambil kesimpulan dari alquran ataupunhadis Nabi, akan tetapi kita harus melengkapi diri dengan banyak ilmu bantu lainnya sehingga kesimpulan kita akan dapat dipertangung jawabkan dan akan dapat dipercaya oleh pihak lain serta yang terpenting kita tidak memkaksakannya kepada pihak lain, melainkan hanya sekedar menyampaikannya saja.

Nah, dalam kondisi  seperti saat ini kita snagat memerlukan kesadaran dari kita untuk mau menyadari diri sendiri bahwa banyak keterbatasan yang kita miliki sehingga kita harus mau menerima argumentasi siapapun  yang duisampaikan, bukan untuk ditelan mentah mentah, melainkan untuk dijadikan sebagai bahan renungan dan alternative.  Sekaligus juga menyadari bahwa kita perlu ilmu lainnya untuk menyempurnakan pemahaman kita terhadap kitab suci yang banyak mengandung arti dan  ilmu pengetahuan.

Kesadaran tersebut menjadi penting terutama kalau kita memang menginginkan  mampu menguasai dengan benar ajaran agama kita dan  ada keinginan untuk mengembangkannya dan menyampaikannya kepada umat dnegan benar pula, buakn sebaliknya asal menyampaikan dnegan sekedar pemahaman kita yang sangat etrbatas.  Semoga kita pada akhirnya akan mampu menjadi penyambung lidah ajaran agama kita untuk menyampaikan ajaran yang benar dari sumbernya yang  utama, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.