PANTANG MENYERAH

Ibarat petarung, kita harus terus berusaha untuk menggapai sesuatu yang kita inginkan dan yakini sebagai  sebuah kebenaran. Jangan pernah menyerah sebelum berusaha secara maksimal.  Persoalan rintangan, pastilah  ada dan itu harus kita hadapi dengan tegar tanpa ragu sedikitpun karena  keyakinan kita yang benar tersebut.  Kita  memang harus meyakinkan diri sendiri terlabih dahulu sebelum kita berusaha untuk meraih sesuatu, sebabkalau kiota sendiri tidak meyakini kebenarannya, maka  keraguan pasti akan muncul pada saat kita sedang melakukan perjuangan untuk mendapatkannya.

Apa yang harus kita cari dalam hidup ini? Banyak sekali yang harus kita perjuangkan karena kita  sejatinya sedang hidup di dunia yang penuh dnegan  ketidak pastian.  Untuk itu kita harus memperjuangkan sesuatu yang kita yakini akan mampu membuat diri kita  mendapatkan  keberuntungan, seperti harta. Namun dalam perjuangan tersebut kita harus tetap memperhitungkan segala macam aturan yang ada di sekitar kita, sehingga apapun yang kita upayakan tersebut tidak akan bertentanagan dan bertabrakan dengan ketentuan lain atau dengan kepentingan lain yang diperjuangkan oleh pihak lain.

Harta yang kita cari tersebut tentu diharapkan akan mempermudah lagkah kita selanjutnya dalam meniti kehidupan di dunia ini.  Kita memang tidak menomor satuykan harta tetapi kita tidak bisa mengingkari bahwa tanpa harta kita  pasti akan kesulitan emnjalani hidup, tetapi harta itu bukan segala galanya  dan paling menentukan.  Dengan dmeikian keberadaan harta itu hanya sebagai salah satu persyaratan untuk  memudahkan langkah kita dalam upaya mencari seuatu yang memang harus kita dapatkan.

Kita tentu membutuhkan  ilmu pengetahuan untuk bekal hidup di dunia hingga di akhirat nanti. Nah, salah satu hal yang akan meudahkan kita mendapatkan ilmu etrsebut ialah harta.  Dengan harta kita akan mampu mendapatkan kemudahan dalam  upaya kita mendapatkan ilmu pengetahuan etrsebut. Namun bukan jaminan bahwa harta pasti akan  mengantarkan kta kep[ada ilmu pentetahuan.  Jika kita mempunyau harta, kita akan dapat  mengantarkan  diri dan anak kta pada tempat yang  dilengkapi fasilitas sehingga memudahkan untuk memperoleh ilmu pengatahuan.

Kita pasti juga membutuhkan papan, seperti rumah untuk tempat tinggal dan bernaung kita saat panas dan juga pada saat hujan. Lalu bagaimana kita tidak mengalami kesulitan jika kta tidakn mempunyai harta?  Karena itulah harta kita butuhkan untuk  mempermudah kita mendapatkan seustu yang kita inginkan. Untujk memperoleh rumah kita jutga butuh harta sebagai syarat mendapatkannya. Demikian juga dengan kendaraan dan kebutuhan pokok badani yang pasti juga  memerlukan harta.

Pendeknya kita memang sulit untuk menihilkan harta, meskipun sekali lagi bukan harta ityulah satu satunya akan akan mampu mengantarkan kita kepada kebahagiaan.  Mengingat hal tersebut kita tidak boleh hanya terfokus kepada harta dengan meninggalkan aspek lainnya. Jika itu yang terjadi pada diri kita pastinya akan akan mengalami kerugian besar  karena telah keliru dalam memilih jalan  untuk meniti hidup.

Jika pada suatu saat kita  tidak mampunyai harta, hangan lantas kita berputus asa, melainkan kita harus tetap semangat untuk mendapatkannya, melaui usaha dan kerja keras, akan tetapi hanya untuk sekedar mendapatkannya sebagai sarana untuk mendapatkan kemudahan lainnya.  Itu yang memang harus terus kita ingat, karena kalau kita sudah tergelincir  untuk hanya mengejar harta, dapat dipastikan kta pasti akan menyesal akibatnya, karena banyak hal yang kita lupakan dan hanya  ingin kepada sesuatu yang justru akan membuat diri kita tertipu.

Perintah perintah Tuhan dalam ajaran agama memang selalu dikaitkan dengan harta, meskipun tuidak secara langsung, seperti perintah untuk berzkat dan berinfaq, karena  bagaimana mungkin kita akan mampu membayar zakat atau berkewajiban zakat jika kita tidak mempunyai harta. Karena itu perintah zakat sesungguhnya  juga memerintahkan kepada kiota untuk mencari rizki.  Salah besar kalau ada orang yang meningkari hal tersebut dan hanya memahami bahwa Tuhan hanya memrintahkan kita untuk shalat saja.

Demikian juga perintah Tuhan  kepada umat muslim untuk menunaikan haji juga terkait dengan persoalan harta, karena bagaimana mungkin kita dapat merencanakan pergi haji kalau kita tidka mempunyai harta.  Saat ini kita bnerada di tempat yang snagat jauh dari kota suci Makkah, dan  satu satunya jalan ialah dengan neik transportasi yang itu juga memerlukan harta. Untuk itu juga tidak ada jalan lain untuk berhaji terkecuali dengan harta.  Jadi perintah dalam ajaran aama itu saling terkait dan tidak dapat ebrdiri sendiri sendiri.

Bahkan perintah menjalankan shalat saja juga terkait dnegan persoalan harta, karena shalat membutuhkan menutup aurat dan baju dan sejenisnya itu  dapat diperoleh secara mudah jika kita mempunyai harta. Untuk itu sekali lagi kita memang harus mencari harta, meskipun bukan sebagai tujuan utama, melainkan hanya sekdar sebagai salah satu wasilah untuk mendapatkan yang lainnya atau untuk memenuhi kewajiban yang lain.

Biasanya orang mudah menyerah ketika meraa  usianya sudah banyak atau tua atau badannya sudah renta dan lainnya, tetapi sesungguhnya  usia dan kondisi badan yang tidak muda lagi tidak harus menjadi penghalang untuk mendapatkan harta, karena  ketika akal kita masih ebrfungsi, kita tetap akan mampu mendapatkan harta tersebut melalui ebrbagai cara yang memungkinkan. Kalu tidak secara langsung dilakukan sendiri, kita juga dapat berkolaborasi dnegan pihak lain.  Saat ini masih terlalu banyak pihak lain yang dapat diajak kerjasama dalam bidang bidang tertentu yang mudah dijalankan.

Selama  masih ada semangat yang  kuat pantang menyerah, tentu masih ada jalan di sana. Ibarat pepatah yang menyatakan masih banyak jalan menuju ke Roma atau  selama masih ada usaha yang sungguh sungguh, maka di sana pasti masih banyak jalan yang dapat dilalui. Memang kita menyadari bahwa usia dan kondisi badan secara lahir tetaplah berpengaruh kepada kita, namun jika kita tidak menyerah begitu saja, pastinya masih ada harapan yang besar uyntuk tetap eksis dalam menghasilkan harta yang kita jadiklan sebagai sarana untuk memperoleh yanglainnya.

Kita dapat melihat betapa masih banyak orang yang berusia lanjt tetapi masih energik dan mampu mendapatkan sesuatu yang melabihi pendapatan anak muda. Mungkin tidak semua orang dapat menjalaninya, tetapi kalau ada yang mampu melakukannya, kita tidak mampu? Menjadi orang itu tidak boleh menyerah sebelum berusaha  dan mencoba sesuatu yang ingin dijalaninya. Jika kita mantap dan penuh dengan keyakinan serta selalu berserah diri kepada uhan, pastinya kita akan mampu memperoleh yang kita idamkan.

Sebagai orang beriman kita diharuskan untuk tetap mempercayai kekuasaan Tuhan dan kemampuan kita untuk menjalani semua yang dapat kita rencanakan. Selama pikiran kita masih ebrjalan, sel;ama itu pulalah kita akan berusaha untuk mampu mengerjakannya dalam dataran realita. Biar orang lain berkata apa, tetapi kita akan menjalani kehiduapn kita dengan cara yang kita sukai dan yang terpenting ialah tidak melanggar aturan main dari manapun.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.