BISMILLAH MULAI KULIAH

Setelah beberapa saat jeda perkuliahan, karena pergantian semester, saat ini kita sudha harus bersiap siap untuk kulah kembali dengan segala persiapannya, seperti menyusun RPS, mempesiapkan materi perkuliahan dan juga melengkapi referensi.  Mungkin sebagian diantara kita juga harus menyiapkan  bahan yang dihasilkan dari penelitian atau bahan lainnya yang didapatkan dari buku dan lainnya.

Kita tentu sudah sangat paham bahwa sebagai dosen, kita harus menyiapkan bahan perkuliahan sebaik baiknya, bukan asal meberikan kuliah kepada para mahasiswa, karena saat ini semua referensi akan dnegan mudah diakses, maka kita harus memberikan bimbingan  terkait dnegan berbagai referensi yang dapat diakses, sekaligus juga mengarahkan mereka agar menjadikannya sebagai bahan yang digali untuk memperkaya materi perkuliahan dan lainnya.

Kita juga harus sudah mulai memberikan hubungan antara berbagai  variable keilmuan yang ada.  Jangan sampai kita  masioh dengan pendekatan mono disiplin, karena visi kita mengharuskan kita untuk mengkombinasikan dan mendialogkan antara keilmuan yang ada sehingga falsafah kesatuan ilmu pengetahuan memang harus kita sampaikan, meskipun belum total.  Artinya kita semua memang harus sudah memprtaktekkan kesatuan ilmu tersebut dalam setiap mata kuliah yang kita ampu.

Sebagaimana kita tahu bahwa  keyakinan kita bahwa ilmu pengetahuan itu sumbernya satu, yakni Allah swt, oleh karenanya maka ilmu apapun haruslah dapat didialogkan dengan ilmu yang lain.  Dalam bahasa mudahnya ilmu modern dan kealaman harus dapat kita  kompromikan dan dialogkan dengan ilmu agama yang kita pelajari, sebab pasti di san ada benang merahnya yang dapat kita tarik sehingga kita akan mampu untuk memenfaatkan semua ilmu  untuk kemaslahatan umat manusia dan membentuk peradaban yang baik.

Kita tidak boleh lagi menunda kuliah dengan alasan apapun, terkecuali alasan syar’I yang memang diperbolehkan. Kita  harus memanfaatkan waktu secara baik untuk memenuhi kewajiban kita, baik dari sisi waktu kuantitatif maupun  secara kualitatif dalam pengajaran.  Kita memang mengetahui bahwa  kehadiran dosen di kelas sangat diperhitungkan, namun bukan hanya itu, karena itu hanya merupakan salah satu indicator beiknya perkualiahan, namun lebih dari itu kualitas perkuliahan justru harus lebih diutamakan sehingga para mahasiswa akan  mampu mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.

Bahkan kalaupun saat ini sudah masuk dalam tahun politik, sebaiknya para dosen tidak membicarakan persoalan politik praktis di kelas, terkecuali memang ada keterkaitan antara mata kulaih dengan persoalan politik, khususnya di program studi ilmu politik.  Kita tentu sangat khawatir jika smeu adosen membicarakan politik praktis di kelas,  maka yang ada adalah pembicaraan yang tidak ada ujungpangkalnya dan  akan menyebabkan munculnya persoalan baru yang tidak terkait dnegan mata kulaih yang ada.

Siapapun tentu dapat berdalih dan melakuian pembelaan atas apa yang dilakukan di kelas, namun sebagai professional dalam wadah dosen, kita harus tetap menjaga kenetralan dan profesionalitas kita terkait dengan pesta demokrasi yang sedng berjalan.  Artinya  persoalan politik praktis saat ini memang sedang seksi seksinya untuk diangkat dan dibicarakan, namun  untuk mempertanggung jawabkan keprofresionalan kita sebagai dosen, kita sudah seharusnya membatasi diri dalam persoalan itu.

Kalaupun kita memaikirkan diri kita untuk memenuhi kewajiban melakukan prosen pembelajaran, namun jangan pernah luipa bahwa  yang lebih penting dari itu ialah bagaimana kita mampu mengantarkan para mahasiswa  dapat menguasi ilmu yang kita ajarkan, baik secara lsngsung kita berikan di kelas maupun dengan beberapa tugas tambahan lainnya yang harus mereka cari sendiri di perpustakaan ataupun dnegan cara lain yang memungkinkan. Jangan samp[ai kita apatis terhadap perkembangan mahasiwa dan kemampuan mereka dalam menyerap ilmu yang  sedang kita berikan.

Dengan begitu menjadi wajib bagi setiap dosen untuk memberikan tugas tambahan kepada para mahasiwa untuk membuat karya tulis atau mencari sesuatu yang ada di referensi dan lainnya. Karena yang terpenting dalam proses pembelajaran ialah bagaimana  mahasiswa mengeetahui dimana ilmu itu harus diambil dan bagaimana cara mengambilnya sehingga dapat diraih dnegan mudah dan dikuasai dengan baik.

Sebagaimana  kebiasaan yang sudah kita tradisikan bersama bahwa dalam setiap perkuliahan awal, kita harus emmbuat kontrak belajar dnegan para mahasiswa dan sekligus juga memberitahukan kepada mereka mengenai materi yang akan dijaki selama satu semester ke depan dan dengan metode apa akan disampaikan, serta  dengan bentuk apa akan dilakukan evaluasinya. Dengan transpransi yang dmeikian kita berharap bahwa semua mahasiswa akan merasakn kenyamanan dalam proses studinya dan akan berhasil pada akhirnya.

Hal yang tidak bnoleh kita lupakan ial;ah selalu mengingatkan kepada mereka untuk mengetahui dan memahami secara baik visi dan misi universitas, agar mereka juga menyadari  bersama untuk mewujudkannya di waktu yang telah ditentukan. Bahkan ada hal yang tidak boleh dilupakan juga tentang kewajiban mereka untuk mendapatkan nilai toofle dan imka yang tela ditetapkan, bukan sebagai kewajiban institusi, melainkan sebagai salah satu cara  mereka mampu menguasai referensi yang memenag berbahasa asing.

Kita sangat yakin jika kita selalu mengingatkan kepada mereka pada setiap kuliah, pastinya mereka akan  dapat mengikutinya dengan baik.  Jika mereka mulai emmpersiapkannya sejak awal, pastinya tidak akan mengalami kesulitas pada saat akan mengakhiri kuliahnya.  Kita memamng terkadang lupa mengingatkan mereka sehingga pada saat akan mengakhiri kuliah mereka baru teringat ada kewajiban yang belum dipenuhi dan  itu kemudianmenjadi masalah tersendiri bagi mereka.

Sesungguhnya syarat toofle dan imka itu bukan sesuatu yang tdiak tersentuh, melainkan justru akan lebih mudah jika dipersiapkan sejak awal masa kuliah.  Secara kasat mata  orang pasti akan mampu memperoleh nilai toofle dan imka yang ditetapkan jika dipersiapkan secara baik dalam jangka waktu yang cukup. Untuk itu persoalan bahasa yang memang menjadi sangat urgen tersebut memang harus dipreioritaskan oleh masing masing mahasiswa, tentu dalam bimbingan dan arahan dari para dosen.

Kuliah perdana dalam setiap semester tersebut memang dapat menentukan keberhasilan mahasiswa, karena saat itulah akan disampaikan berbagai hal terkait dengan perkuliahan, baik materi yang akan dikaji, cara mengkajinya,  termasuk apa yang harus dijalankan oleh mahasiswa dan juga evaluasi.  Tidak kalah pentingnya ialah terkait dengan referensi yang digunakan dan buku anjuran yang sebaiknya dibaca oleh mahasiswa.  Dengan demikian para mahasiswa akan mampu mengukur dirinya untuk dapat meraih kesuksesan.

Pada saat tersebut sekaligus para dosen akan menyampaikan apa yang seharusnya dilakukan oleh para mahaiswa agar apat sukses dan lulus tepat pada waktunya dengan mendapatkan nilai maksimal.  Hal yang tidak kalah pentingnya ialah bagaimana seharusnya mahasiswa mendapatkan sertifikt yang diperlukan sebelum menempuh ujian akhir, seperti nilai toofle dan imka dan sertifikat lainnya yang dibutuhkan sebagai pendamping ijazah yang sudah diperolehnya. Kita tahu bahwa saat ini ijazah saja  belumlah meyakinkan para user dalam memanfaatkan para lulusan sebuah perguruan tinggi, tetapi harus dilengkapi dengan sertifikat tertentu yang akan meyakinkan kepada user dalam merekrut lulusan tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.