JAGA DIRI DAN KELUARGA

Hidup di dunia ini hakekatnya ialah pengabdian diri kepada Allah swt, karena memang secara umum fungsi manusia diciptakan oleh Allah swt ialah agar mau mengabdikan diri hanya kepada Allah swt.  Akan tetapi bukan lantas dipahami bahwa haidup itu hanya untuk menjalankan ritual ibadah semata, karena kalau itu yang terjadi maka fungsi manusia di dunia yang  menjadi khalifah di dunia akan tersia siakan.  Fungsi manusia diciptakan hanya untuk mengabdi atau beribadah itu harus dimaknai secara luas karena sudah seharusnya seluruh  aktifitas manusia itu mencerminkan ibadah.

Jadi aklaupun manusia itu sedang bekerja atau sedang berusaha  dalam persolan yang terkit dnegan kehiduapn duniawi, seharusnya tetap ada nilai ibadahnya di situ, sehingga sedetik pun tidak akan terlepas dari fungsi iabadah sebagaimana fungsi umunya tersebut.  Kesalahan kita terkadang karena sempitnya pandangan kita yang kemudian menyimpulkan sendiri, lalu ternyata kesimpulannya etrsebut salah, tetapi bukannya menyadari kesalahannya, melainan malah menyalahkan pihak lain.

Kalau fungsi penciptaan manusia hanya untuk beribadah, kemudian dipahami secara sempit bahwa manusia itu hanay disuruh sembahyang atau shalat saja, maka itu sudah mereduksi pengertian ibadah hanya pada  kegiatan shalat semata, padahakl masih banyak sekali bentuk ibadah yang lainnya yang juga diperintahkan oleh Allah swt, seperti  mengeluarkan zakat, bersedekah, menolong orang lain, menyantuni anak anak yatim, menjalankan ibadah haji dan umrah dan masih banyak lagi lainnya.

Bahikan  kalau kecerdasan kita mampu mengembangkan  makna dan definisi uibadah etrsebut, maka semua  aktifitas manusia yang tidak bertentangan dengan ketentuan Tuhan, itu dapat menjelma sebagai bentuk ibadah. Memang saat ini banyak pemndapat yang membdakan antara ibadah yang murni atau majhdlah dan ibadah yang tidak murni atau ghairu mahdlah. Nah bentuk ibadah yang tida murni itulah yang lebih banyak, tetapi jika kita mengetahuinya dan juga mempraktekkannya, pasti kita juga tetap akan mendapatkan pahalanya.

Bekerja misalnya, meskipun sama sekali tidak ada hubungannya dengan ibadah, tetapi dapat  bernilai ibadah dan  mendapatkan pahala jika diniati ibadah, karena ingin mencari rizki Tuhan dengan cara yang benar, dan hasilnya dapat digunakan untuk menghidupi anak dan isterinya serta untuk kesejahteraan merekka, baik dari sisi kesehatannya atau pendidiannya.  Jadi banyaka spek yang menyertai pekerjaan tersebut sehingga kesimpulan akhirnya bekerja dan berusaha itu juga bentuk ibadah ghaioru mahdlah yang kalu dikerjakan dnegan baik, pastinya juga akan mendapatkan pahala.

Demikian juga belajar atau sekolah dan sejenisnya. Jika seseorang sekolah dan berniat ibadah untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang pada saatnya juga akan digunakan untuk menyebarkan ilmu kepada seluruh umat, maka itu pasti ada nilai ibadahnya. Bahkan  kegiatan olah raga saja yang tampaknya sama sekali jauh dari iabadah juga dapat  bernilai ibadah jika kita mampu meniatyinya, karena denagn olah raga tersebut diharapkan badan akan sehat,Nah, dengan kesehatan badan tersbeut akan mampu dijadikan sarana untuk melakukan perbuatan baik lainnya, seperti shalat, bekerja untuk menghidupi keluarga dan juga untuk kegiatanibadah lainnya.

Semua hal baik yang kita jalankan tersbeut dengan tujuan agar kita menjadi orang yang terjaga dari perbuatan buruk yang selalu didesakkan oeh musuh abadi kita, yakni setan dan sekutu sekutunya. Menjaga diri agar tetap berada di jalan yang baik merupakan tugas kita yang harus terus meenerus kita pertahankan, karena hanya  dengan menjalankan kebaikan itulah kita mampu menghindarkan diri dari smeua kemungkinan buruk yang bakal menimpa kita.

Allah swt sesungguhnya juga telah memperringatkan kepada kita  agar kita menjaga diri kita dan juga keluarga kita dari terken api nerakan yang bahan bakarnya kita ketahui dari manusia dan batu. Sungguh mengerikan sekali hanya dengan membayangkannya saja kita sudha merinding, apalagi kalau nanti benar benar menyaksikannya.  Untuk itulah peringatan dari Tuhan etrsbeut harus kita ingat dan kemudian kita berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya.

Lantas pertanyaannya ialah bagaimana caranya kita menjaga diri dari api nerakan tersebut?  Secara mudah kita dapat menjawab bahwa  jika kita mengikuti apa yang diperintahkan oleh agama kita, pasti kita akan selamat, namun jika kita masih emncari cara sendiri dalam menempuh hidup ini, maka sangatmungkin kita akan tidak aman atau tidak selamat.  Kenapa kita katakana kemungkinan besar, karena   jika kita mencari cara atau jalan sendiri yang bukan ditunjukkan oleh agama kita, itu dapat dipastikan salah. Namun dmeikian ada kemungkinan masih bagus jika didasarkan atas pertimbangan akal; sehat.

Namun kalau sudah tidak mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh agama kita dan menurut akal sehat juga tidak baik, maka sudah secara otomatis itu merupakan sesuatu yang tersesat dan pasti akan menjerumuskan kita, sehingga kita pastinya tidak akan aman atau tidak akan selamat.  Jadi perintah Tuhan agar kita  menjaga diri dan keluarga dari api neraka sesungguhnya ada makna kita harus selalu mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh nabi Muhammad saw dan selalu mengikuti  apa yang ditunjukkan oleh alquran.

Inti dari perintah Allah swt tersebut ialah beribadah, baik ibadah mahdlah maupun ghairu mahdlah. Jika kita berkeinginan untuk selalu menjalankan ibadah, sudah barang pasti tidak ada jalan lain terkecuali selalu ebrbuat baik kepada siapapun, termasuk kepada makhluk Tuhan yang lain, kepada alam sekitar dan juga kepada pihak lain lain yang tidak kita sadari. Lalu bagaimana caranya kita berbuat baik kepada mereka?  Jika kepada sesame manusia, maka kebaikan kita dapat diwujudkan melalui perilaku kita yang santun dan tidak menyinggung perasaan sesame  bahkan kita harus perhatian kepada mereka dan peduli.

Demikian juga dengan makhluk Tuhan lainnya, semecam bunatang dan tetumbuhan, maka kita juga harus menggunakanperasaan. Meskipun binatang tidak mempunyai akal, tetapi mereka pastinya mempunyai naluri yang itu dapat dirasakan oleh kita.  Artinya jika kita baik kepada meeka, maka mereka tentu juga akan baik kepada kita, dan sebaliknya jika kita memusuhi mereka, mereka pun juga pasti akan tidak suka dengan kita, bahkan mungkin juga memusuhi kita.

Sebagai contohnya  kalau kita baik kepada binatang yang buas sekalipun, mereka juga dapat berbuat baik dan manis kepada kita.  Lihatlah para pawing yang hidupnya selalu berada di sekitar binatang buas, tetapi mereka tetap selamat karena terus berbuat  baik kepada mereka. Itu artinya mereka juga mempunyai insting  yang mungkin mirip dengan perasaan manusia yang dapat membals budi baik kepada lawannya.

Secara umum kita memang mempecayaio bahwa jika kita selalu berbuat baik, maka  pasti Tuhan juga akan menjaga diiri kita sehingga kita akan selamat dan tidak diperlakukan oleh pihak pihak tertentu dengan buruk. Jika terpaksa ada lmakhluk lain yang berbuat buruk kepada kita, pastilah itu karena kita pernah berbuat buruk kepada makhluk lain.  Untuk itu yang harus kita perhatian ialah bagaimana kita selalu berbuat yang terbaik serta selalu meminta keselamatan kepada Allah swt,. Baik di dunia maupun di akhirat nanti, smeoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.