MENYAMBUT ULANG TAHUN

Bulan April merupakan bulan dimana institusi kita  merayakan hari ulang tahunnya. Banyak hal yang biasanya dilakukan saat menyambut harlah etrsebut.  Tahun ini pun sesungguhnya sudah dirancang untuk merayakannya denagn serangkaian agenda yang tidak kalah gaungnya, namun sehubungan dengan beberapa agen da yang berbarengan dan menyita banyak waktu, maka seolah peringatan harlah etrsebut menjadi tenggelam.  Agenda APT yang mesti menyita banyak konsentrasi banyakl piahk, tentu harus diutamakan terlebih dahulu setelah itu baru yang lain.

Saat ini untuk agenda APT  sudah dilaksanakan dan tinggal menunggu hasilnya dari BAN PT, untuk itu saat inilah saatnya untuk memulai beberapa agenda dalam rangka menyambut harlah tersebut.  Rencananya ada beberapa yang akan segera dijalankan, salah satunya ialah melaksanakan wisuda  bagi para alumni pada awal Maret, lalu juga  disusul dengan pemberian gelar Doktor honoris causa kepada tokoh yang tidak asing lagi dalam bidang keilmuan, khususnya tafsir.

Pengukuhan guru besar juga menjadi salah satu agenda untuk meramaikan harlah etrsebut.  Tradisi ziarah ke makam walisongo juga pastinya akan dilaksanakan pada akhir Maret ini dan  tradisi doa bersama dengan  shalawat dan bacaan sejarah nabi serta manaqib juga akan digelar pada penghujung bulan maret.  Tentu masih banyak lagi kegiatan yang terkait dengan seminar dan diskusi serta kegiatan ilmiah lainnya. Pada  saat puncak peringatan hari lahir, sebagaimana biasa akan dilaksanakan siding senat dan sekaligus akan disajikan laporan tahunan rector, dan malam harinya akan dilaksanakan peluncuran buku kiyai Saridin dan malam budaya.

Beberapa kegiatan tersebut  kiranya sudah cukup lumayan dalam meramaikan peringatan harlah institusi ini, dan bagi warga kampus tentu juga dapat melakukan ebrbagai aktifitas dalam menyemarakkan  harlah tersebut.  Kiota pastinya akan mendukung smeua kegiatan yang dijalankan, asalkan tidak saling mengganggu dan justru malah akan memberikan nuansa yang geyeng  dalam acara memperingati hari ulang tahun institusi kita tersebut.  Jika nanti dimungkinkan untuk melakukan acara olah raga dan seni juga tidak mengapa, karena biasanya juga hal tersebut dilaksanakan.

Biasnaya yang masih belum terasa kegiatan dalam rangka harlah etrsebut ialah kegiatan mahasiswa, baik itu kerangkan porseni maupun kegiatan ilmiah. Untuk itu kita dorong mereka agara mengagendakan kegiatan etrsebut sehingga kesemarakan harlah kali ini akan lebih bergaung ketimbang sebelumnya. Namun jika kali ini belum dapat dilakukan, karena banyaknya agenda yang harus dilaksanakan, maka kita dapat mengerti dan hanya berharap ke depan akan lebih baik lagi dan direncanakan lebih awal.

Kebiasaan kita yang menyambut harlah dengan tahtiman alquran juga kiranya dapat dipertahankan dengan melibatkan lebih banyak lagi dosen dan karyawan, bahkan mungkin juga para mahasiswa.  Kita juga tentu tahu bahwa  masih banyak kegiatan lainnya yang dapat disusulkan dan dirangkaikan dnegan kegiatan menyambul harlah etrsebut. Ide  kegiatan tersebut dapat muncul dari siapapun dan dijalankan oleh  siapapun, atau dalam kerangkan kebersamaan, lalu di laksanakan secara bersama  oleh seluruh civitas akademika UIN Walisongo.

Sesungguhnya jika semua  waraga UIN sama sekali tidak peduli dengan harlah tersebut juga tidak ada masalahnya, hanya saja  menjadi sepetri sesuatu yang aneh, karena kalau ada orang ulang tahun saja biasanya heboh dan banyak yang mengucapkan selamat kepadanya, mosok ini institusi yang besar dan menggaung di nusantara, kok saat hari ulang tahunnya sepi sepi saja. Karena itu kita mesti melakukan sesuatu untuk menyhutinya dan alhamdu lillah kita  sudah merencanakannya, meskipun bukan dengan cara yang sangat wah.

Dahulu ada pesan yang sampai saat ini masih kita  pegang, yakni pesan agar kita tetap menziarahi makam para wali yang namanya sudah kita pakai untuk institusi.  Sebagaimana tahun yang lalu, kita juga akan membagi penziarah kepada dua bagian, yakni yang  ke Barat, yakni hanya ke Cirebon  untuk mengunjungi  dan berdoa di makam sunan Gunung Jati, dan yang kedua ke Timur yang memerlukan waktu yang lebih panjang, yakni diawlai dari kadilangu Demak untuk mengunjungi dan berdoa di makam kanjeng Sunan kalijogo, lalu ke Sunan  Kudus, dilanjut ke Sunan Muria.

Setelah itu dilanjut ke  makam sunan Bonang, namun karena biasanya akan lebih nyaman ke Sunan Ampel terlebih dahulu, maka biasanya lalu langsung ke Suranaya untuk berziarah ke makam Sunan Ampel, dilanjut ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik dan juga Sunan  Giri, baru kemudian dilanjut ke makam Sunan Drajat dan terakhir ke makam Sunan Bonang.  Pesan tersebut memang sangat rasional dan menyentuh, karena sebelumnya  dahulu tidak pernah terp[ikir untuk berziarah ke makam para wali tersebut.

Insya Allah ke depan kita akan terus mentradisikan ziarah tersebut dan selalu memberikan hadiah alfatihah pada setiap kegiatan yang kita jalankan. Pada saatnya nanti kita juga akan sangat bagus jika mampu menghadirkan buku kisah mengenai para wali tersebut, meskipun saat ini sudah banyak beredar buku yang dimaksud, akan tetapi mungkin pendekatannya kurang sesuai dengan versi kampus.  Beberapa sunan sudah kita lakukan penulisan  biografinya, namun belum seluruhnya, untuk itu ke depan  memang sudah seharusnya kita memikirkan hal tersebut agar ada sebuah karya yang terkait dnegan nama  dan keberadaan para wali tersebut.

Kita juga tentu berharap akan banyak lagi para dosen yang mau meneliti terkait dengan tinggalan para wali tersebut sehingga kita mampu menguri uri tinggalan mereka untuk masyarakat dan untuk kebaikan mereka.  Kita yakin banyak hal yang dapat dijadikan focus penelitian etrsbeut, yang salah satunya ialah metode dakwah para wali yang sukses dalam menyebarkan agama di tanah Jawa, padahal sebelumnya snagat susah bagi para dai untuk menembus masyarakat pedalaman yang sudah mendarah daging dengan agama sebelumnya.

Tentu kita juga berharap bahwa setiap memperingati harlah institusi, kita  sekaligus juga menggelar pameren buru hasil karya dosen kita dan juga hasil hasil penelitian dan jurnal yang  memuat tulisan tulisan para dosen kita. Kebanggan kita tentu bukan dalam arti kampus kita ramai dikunjungi oleh orang, melainkan juga jika kita menyaksikan banyaknya dosen yang menghasilkan karya ilmiyah berbobot dan menjadi rujukan masyarakat.

Saat ini ragam program studi sudah ada di insititusi ini, dan kita sangat ebrharap seluruh program studi akan mampu menyajikan dan menghasilkan karya sesuai dengan program studio yang digeluti.  Sesungguhnya potensi untuk itu sudah Nampak, hanya saja  mungkin belum banyak rangsangan yang diberikan sehingga belum maksimal dalam menghasilkan karya.  Sudah saatnya kita mengalihan perhatian kita kepada kegiatan keilmuan ketimbang kita larut dalam peasta pilpres atau lainnya yang terkadang malah menyedot perhatian kita sebagai kaum intelektual.

Rasanya kita sangat rindu sekali mendapatkan kondisi penuh keilmuan di lingkungan kita, bukan hiduk pikuk dalam pusaran politik yang kita sendiri sesungguhnya tidak mampu menyikapinya dengan bijak.  Semoga kita segeera menyadari hal ini dan  secepatnya mengalihkan perhatian kita kepada dunia keilmuan etrsebut, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.