AGAMA SEHARUSNYA MENJADI PEREDAM KONFLIK

Saat ini kita tahu bahwa banyak sekali kejadian atau konflik yang justru dilator belakangi oleh persoalan agama, padahal kita semua tahu dan yakin bahwa agama itu menjadi dasar untuk terjadinya kesadaran dalam hidup damai bersama dan sekaligus menjadi pilar utama dalam emnciptakan kebersamaan. Ini tentu merupakan kejadian yang sangat membingungkan, karena tidak sesuai dengan teori yang sudah diyakini sebagai kebenaran. Bahkan semakin ke sini saat ini semakin banyak kejadian perselisihan dan konflik yang berasal dari umat beragama dan pangkal pokoknya juga karena agama.

Lalu pertanyaannya ialah apakah agama  memang benar menjadi sumber konflik sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak orang zaman dahulu, termasuk para tokoh komunis yang menggolongkan agama sebagai candu atau racun.  Mungkin kalau kita hanya melihat secara  lahir apa yang terjadi saat ini, kita akan dapat menyimpulkan dmeikian, karena memang banuyak kejadian yang diawli oleh persoalan agama, meskipun dalam sebuah agama yang sama dan hanya berbeda madzhab saja.

Pada saat ada agama baru yang dating untuk menggantikan agama yang sudah mapan dalam sebuah komunitas, tentu akan terjadi konflik karena kepentingan masing masing, dan biasanya kalau konflik didasarkan atas agama tersebut, masing masing tidak mampu berpikir rasional, dan hanya  melihat dari sisi agama semata.  Benar atau salah itulah agama dan keyakinankua sehingga biasanya konflik agama akan selalu menghasilkan dampak yang snagat memperihatinkan, khususnya bagi kedamaian.

Atau juga pada saat ada penyebaran agama tertentu dengan menggunakan cara yang berbeda dengan apa yang sudah ada di dalam lokasi etrsebut, biasanya juga akan terjadi konflik kepentingan diantara masing masing pihak.  Biasanya  pihak yang merasa sudah ada di tempat etrsebut cukup lama, akan merasa terganggu dengan kedatangan pihak lain yang menawarkan sesuatu yang mungkin akan  menarik masyarakat setempat.

Bahkan seringkali terjadi konflik hanya disebabkan oleh datangnya madzhab baru yang berbeda dan bermaksud untuk memurnikan  madzhab yang sudah ada, apalagi kalau kemudian madzhab baru yang dating tersebut dengan tanpa kompromi akan memberhangus semua yang dianggap sebagai penyimpangan tanpa ampun, pastilah akan terjadi konflik besar antara mereka yang menginginkan mempertahankan tradisi yang sudah ada sebelumnya dengan keinginan untuk mengubah dan memurnikan agam tersebut sesuai dengan ajaran kitab sucinya.

Biasanya konflik sep[erti itu akan terjadi l;ama dan menyisakan banyak masalah yang sulit untuk dipecahkan. Hal tersebut disebabkan oleh adanya ketyidak konsistenan dalam sikap dan perilaku para pengabil keputusan dan kebijakan dalam  hal tersebut.  Kiota dapat meliohat bahwa jika  sebuah pembahruan terjadi dan para pelopornya konsisten dalam sikap dan perilakunya serta mau berjuang secara terus menerus, maka  biasanya akan  berhasil dan kemudian tidak akan meninggalkan konflik berkepanjangan.

Aatau kalau cara yang digunakan oleh para pembawa ajaran baru, baik mengenai agama tertentu ataupun mengenai madzhab tertentu sangat simpatik dan mau menerima sebagian tradisi yang sudha berjalan dan bahkan  mampu menjadikannya sebagais arana untuk memasukkan ajaran baru te5rsebut, maka biasanya akan terjadi  peraliohan ajaran dengan damai dan bahkan dengan senang hati masyarakat akan menyenangi dan mencrinya sendiri.

Tentu kita sangata ingat dnegan cara yang ditempuh oleh para wali yang menyebarkan agama Islam di jawa yang dengan lemah lembut dan selalu mengadaptasi tradisi yang ada sambil mengajarkan agama yang benar dan selalu konsisten dengan apa yang disampaikan.  Namun  meskipun  ajaran yang dibawa mereka sangat berbeda dengan tradisi dan agama yang sudah dipeluk sangat lama,tetapi tidak terjadi pertentangan dan konflik yang berarti. Justru masyarakat malah sangat senang dengan kedatangan para wali etrsebut, karena mampu menjadi solusi atas berbagai masalah yang dihadapi oleh mereka.

Banyak persoalan mereka yang dengan mudah dan cepat diatasi oleh para wali tersebut, semacam penyakit yang diderita yang  dengan cepat dapat disembuhkan oleh para wali hanya dengan diberikan air putih yang diminumkan, lalu juga  ketika ada persoalan terkait harta kepemilikan merekan yang sama sekali tidak banyak menghasilkan sesuatu, lalu dengan saran dan petunjuk para wali tersebut kemudian harta dan tanah mereka dapat produktif dan menghasilkan banyak harta.

Ada sebagian diantara masyarakat yang sudah lama membina rumah tangga dan belum diberikan momongan, lalu dengan hanya didoakan oleh para wali tersebut, lalu tidak lama kemudian  mereka mendapatkan keturunan, dan tentu masih banyak persoalan masyarakat yang dapat diselesaikan oeh para wali.  Dengan dmeikian  masyarakat akan semakin mempercayai  mereka dan karena semua itu dihubungkan dengan ajaran agama yang dibawa mereka, maka masyarakat dengan suka cita kemudian mau beralih memeluk agama baru yang dibawa mereka dengan damai.

Lalu kenapa  saat ini banyak orang yang menyebarkan agama tetapi tidak mulus, malahan mendapatkan tantangan dari masyarakat setempat?. Barangkali kita harus mencermatinya, apakah cara yang digunakan oleh mereka tidak tepat ataukah mereka tidak komnsisten dengan ajaran yang disampaikan sendiri atau ada factor lainnya. Secara umum kita dapat mendekatinya dengan pendekatan teologis yang memberikan saran abhwa  meskipun teks agama yang disampaikan adalah sama, namun kalau pendekatan dalam menyampaikan tersebut salah, mungkin juga akan emnimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Barangkali pemahaman terhadap teks itu sangat perlu untuk diperhatikan, karena seringkali orang tidak mau kompromi dengan pemahamannya sendiri, sementara dalam agama yang sama, ada pihak lain yang memahaminya secara berbeda. Ambil contoh dnegan kata jihad yang mempunyai makna banyak, kalau  seseorang hanya mengambil satu makna dan dipaksakan untuk ditelan mentah mentah oleh orang lain yang ditujunya, maka  pasti akan menimbulkan reaksi keras  dan bahkan sangat mungkin akan terjadi konflik yang berkepanjangan yang sulit diatasi

Kita juga paham bahwa di dalam teks teks  kitab suci dalam banyak agama itu  banyak  yang terkesan  keras dan kaku apabila dimaknai dengan  harfiyah. Nah, jika itu dikapsakan untuk dipahami secara dmeikian, apstinya akan menimbulkan persoalan, baik dengan para sesame dai sendiri, maupun  dengan pihak lain yang tidak nyaman dengan ajaran yang  aisampaikan etrsebut. Mungkin banyak orang sudah mengetahui secara umum bahwa agama, apapun agamanya itu pasti mengajarkan tentang kedamaian, kasih saying dan kebajikan.

Lalu kalau ada agama yang disampaikan dan disebarkan dengan cara kasar dan cenderung radikal, maka itu pasti akan menuai kritikan dan tantangan dari banyak p[ihak.  Karena itu sangat disarankan kepada  umat peeluk agama, untuk memhami secara benar ahjaran agamanya sehingga akan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata di masyarakat.  Kita sangat yakin bahwa ajaran agama itu pasti mengajak kepada  damai dan menghindari konflik.  Untuk itu sebagai warga bangsa yang beragam tentunya kita harus terus bersuaha agar agama kita  akan menjadi dasar kita dalam hidup damai dan bersudfara dengan sesame  dan  menhindari segala macam konflik  yang hanya akan menyusahkan  kita sendiri, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.