MENUNGGU TAKDIR

Setelah kita berusaha  dengan sungguh sungguh untuk mendapatkan keinginan yang kita impikan,  tentu langkah selanjutnya ialah berpasrah diri kepada Allah swt, karena semua hal yang mkenentukan ialah Dia Yang Maha segalanya.  Semua akan ditentukan oleh takdir Nya dan kita hanya dapat menerimanya dengan panuh ketulusan.  Oleh karena itu warga UIn Walisongo, khususnya yang terlibat secara langsung dalam persiapan dan pelaksanaan APT, saat ini  harus tetap memohopn kepada Allah swt agar diberikan yang terbaik dan sambil menunggu keputusan atau takdir Nya, kiranya akan sangat bagus jika kita tetap tidak pernah lupa berdoa.

Memang ada kalanya  orang memasrahkan takdirnya kepada Tuhan, namun tanpa usaha sama sekali, dan itun  pastinya bukan cara dan langkah yang baik, karena Allah pasti tidak akan mengubah nasib sebuah kaum sebelum kaum tersebut berkinginan untuk melakukan perubahan sendiri dengan melakukan berbagai hal menuju poerubahan tersebut.  Nah, kita  tentu sudah menyadari hal etrsebut dan kita memang nyatanya sudah ebrusaha dengan maksimal untuk meraih nilai APT yang unggul, yakni dengan melakukan persiapan  matang terkait dengan hal hal yang ebrhubungan dengan penilaian.

Karena itu pantas jika saat ini kita tinggal bedoa dan menunggu takdir Allah swt, dan kita berhusnudzdzan  Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita.  Rasa optimis memang harus selalu kita gelorakan karena itu  merupakan bagian dari doa yang selalu kita panjatkan. Kita memang menyadari bahwa masih ada banyak kekurangan yang terdapat pada diri kita, karena memang itu tidak muungkin disulap dengan mudah, seperti jumlah professor yang kita miliki, jumlah doktor yang sudah kita miliki dan beberapa hal yang kasat mata.

Namun kita tentu juga memp[unyai kiat tertentu agar pada sisi lainnya kita emmpunyai keunggulan dibandingkan dnegan pihak lain.  Kita emmpunyai system BKD yang dianggap terbaik di lingkungan  PTKIN kita juga  yang terbaik dalam menciptakan zona integritas, dan lainnya.  Secara umum kita berada di urutan nomor 5 diantara 58 PTKIN yang ada, meskipun tentu bisa saja kita kemudian juga berada di rangking bawahnya, sesuai dnegan kriteria yang diterapkan.

Nah, beberapa keunggulan yang kita punyai tersbut harus kita upayakan tonjolkan sehingga akan tampak  saling menopang dan menambal kekurangan yang tampak. Kita harus yakin bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna, melainkan semuanya pasti ada kekurangan dan kelemahan,  dan tugas kita ialah bagaimana menmbal kekurangan tersebut agar semakin menjadi baik dan khusus terkait dengan APT yang baru saja kita lakukan, kita sudah berusaha secara maksimal dan kita juga yakin kita akan memperoleh nilai yang maksimal pula.

Hanya saja sekali lagi kita memang tidak boleh mendahului takdir dan kita harus selalu optimis dengan takdir Allah swt. Artinya kalau kita sudah melaksanakan berbagai pekerjaan dan persiapan yang diperlukan, lalu juga sudah menjalankan apapun yang diperlukan dan dapat dilakukan, maka langkah selanjutnya memang tinggal menunggu keputusan Tuhan melalui tangan BAN PT.

Apapun yang kita lakukan untuk mendapatkan sesuatu tetap harus didasari dengan  ketulusan dalam menjalaninya.  Kalau kita ibaratkan orang yang membangun rumah tangga dan sudah beberapa tahun belum dikaruniai anak, lalu orang tersebut pasti akan berupaya mencari wasilah agar cepat diberikan anak, baik melalui doa maupun usaha nyata.  Dan kalau misalnya dengan uashaa nyata dengan melakukan sesuatu atau dengan mengkonsumsi sesuatu, lalu yang harus dilakukan berikutnya ialah berdoa dan memohon kepada Allah agar segera diberikan anak yang dimaksud.

Demikian juga  orang orang yang berkeinginan untuk menjadi pegawai negeri sipil dan telah melakukan upaya melakukan persiapan untuk mengikuti ujian, lalu sudah menjalaninya dengan baik, maka hal utama yang harus dilakukan ialah berdoa kepada Allah swt dengan keyakinan yang utuh dan selanjutnya ialah pasrah dan menunggu takdir. Itu menjadi snagat penting, karena kalau Tuhan belum berkehendak menjadikannya sebagai PNS, maka  kalaupun dia merasa mampu mengerjakan test yang dijalani, maka pastinya dia tidak akan lolos.

Tidak bebeda dengan itu ialah mereka yang sedang menempuh pendidikan dan di akhir sudah menjalani serangkaian ujian, serta mereka sudah melakukan persiapan dengan sangat baik dan menjalani ujian denagn baik pula, serta  menurut diri mereka  apa yang dikerjakan dalam ujian akan menghasilkan sesuatu yang terbaik, namun jangan luipa bahwa semua itu masih  harus diusahakan dengan memohon melalui doa kepada Allah swt.  Jika Tuhan berkenan untuk  memberikan kelulusan kepada mereka, maka  pasti merekan akan lulus, tetapi jika Tuhan belum berkenan, maka juga pastinya tidak akan lulus.

Meskipun doa itu terkadang dianggap tidak terlalu pentiong oleh sebagian orang, tetapi bagi kita yang yakin, bahwa doa itu sangat berpengaruh dan dahsyat pula akibatnya. Karena itu kapan pun dan di manapun kita  tetap harus selalu berdoa kepada Allah swt, karena semua hal yang terjadi di atas dunia ini pasti atas kehendak dan atas ijin Nya pula.  Jika kita tidak emmbuthkan doa itu termasuk kategori orang yang takabur dan sombong, dan pada saatnya orang seperti itu pasti akan menemukan banyak masalah sulit yang tidak terpecahkan, karena kesombongannya sendiri.

Kembali kepada persoalan APT yang sudah kita jalani beberapa hari yang lalu dan kita sedang menunggu hasilnya dari BAN PT, kiranya akan sangat bijak jika kiota selalu bermohon kepada Tuhan untuk diberikan yang terbaik, baik bagi kita maupun bagi para pihak yang memanfaatkan UIn untuk sebagai wasilah dalam menuju cita citanya.  Kita masih sangat sadar bahwa  meskipun kita sudah sangat yakin dengan nilai yang akan diperoleh, namun tetap saja karena belum  diketahui, maka kita tetap akan terus berdoa dan memohon kepada Tuhan agar  diberikan yang terbaik dan kta tidak dapat memaksa kepada pihak tertentu.

Sekaligus dalam pelaksaan APT yang lalu kita juga mempunyai pengalaman yang cukup untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi kita, khususnya terkait dengan banyak hal yang dirasakan masih kurang.  Akan jauh lebih bagus bahwa pengalaman yang sudah kita dapatkan harus kita maksimalkan untuk memperbaiki program studi yang akreditasinya masih minim dan belum maksimal.  Kita harus mempunyai keinginan kuat agar seluruh program studi akan mendapatkan nilai maksimal, bukan sekedar terakreditasi semata.

Kita harus targetkan  untuk satu duia tahun mendatang jumpah program studi yang terakreditasi A harus sudah mencapai lima puluh persen dari jumlag prodi yang ada.  Itu menurut kita sangat mungkin dan dapat dilakukan, asalkan kita semua  bersemangat untuk itu.  Mendapatkan nilai ungggl itu sesungguhnya dapat diukur dan sangat dapat diketahui sebelumnya, karena semua tergantung kepada kita sebagai yang menjalani.

Kita berharap bahwa  apa yang kita inginkan dan kemudian dijadikan target adalah keinginan rasional dan  dapat diraih dengan tidak sulit.  Untuk itu di sapimping kita berusaha dengan sungguh sungguh, kita juga harus terus memohon  kepada Allah agar semua dimudahkan dan diberikan sesuai dengan harapan kita, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.