TENTANG DATA

Memang kita harus akui bahwa kelamahan kebanyakan kita ialah tentang data, sebab  jika kita tidak menguasai data, kita tidak akan dapat mempertahankan pendapat atau argumentasi kita sendiri, karena itu saat ini memang eranya data, dan siapapun yang menguasai data, pasti dia akan memenangkan setiap perdebatan ataupun pertarungan. Biasanya orang akan dengan mudah mengatakan sesuatu namun tidak didasari oleh data yang akurat, akibatnya setelah disodorkan data yang benar, pasti dia sama sekali tidak akan mampu memberikankomentar atau jawaban.

Karena itu sudah ssatnya kita peduli terhadap keberadaan data tersebut, meskipun belum dapat digunakan untuk sesuatu, tetapi jika kita mempunyai dan menguasai data, pasti suatau saat akan bermanfaat bagi kita. Tentu smeua data, mulai dari data yang paling sederhana sampai data yang njelimet dan sangat rumit. Jika kita berada di sebuah  lingkungan  rukun tetangga, misalnya maka kita  dituntut untuk mengetahaui data tentang warga Rt tersebut, lebih lebih bagi ketua Rt, maka hukumnya menjadi wajib mengetahui secara persis tentang data warganya tersebut.

Lurah juga demikian, yakni harus mengetahui data secara umum mengenai warganya, meskip[un tidak secara detail, namun pastinya harus tahu ada berapa RW dan berapa RT di kelurahannya serta berapa jumlah penduduk secara umum.  Demikian juga dengan camat dituntut juga untuk mengetahui jumlah keluarahan di wailayahnya dan seterusnya.  Nah, tentu juga dmeikian dengan bupati atau wali kota yang seharusnya mengetahui seca4ra persis ada berapa kecamatan di daerahnya dan jumah warganya secara umum.

Jika  diibaratkan di sekolah, maka seorang kepala sekolah juga harus menguasi dan memahami  ada berapa jumlah guru, ada berapa jumlah murid dan jumlah kelas, bahkan biasanya juga ada  data mengenai jumlah siswa yang berjenis kelamin perempuan dan yang laki laki, demikian juga dengan para gurunya. Tentu tidak  berbeda jika diibarakan dnegan kampus dimana para pimpinannya juga harus mengetahui secara persis mengenai jumlah mahasiswanya dan juga jumlah dosennya.

Apalagi persoalan fakultas yang dimiliki oleh universitas tersebut pastinya harus sudah  dikuasai dan juga jumlah program  studinya. Bahkan nama nama pera pejabatnya juga harus  diketahuinya, sebab hal tersbeut menjadi penting  jika sewaktu wakltu  ada pertanyaan menganai hal tersebut, utamanya terkait dengan permintaan data dari   pihak terkait.  Demikian juga pada saat kita mengajukan sebuah permohonan kepada pihak tertentu kita juga harus menyebutkan jumlah guru dan jumlah siswa yang suah dimiliki dan berapa kekurangannya sehingga ada alasan untuk mengabulkan bagi pihak terkait.

Pendeknya persoalan data tersebut menjadi sangatpenting terkait dengan kepentingan yang berhubungan dengan akurasi data dan kebutuhan tambahan yang diharapkan serta terkait dengan berbagai hal yang menuntut data yang akurat.  Untuk itu sudah saatnya kita peduli dan memperhatikan secara penuh mengenai data etrsebut dan mengupdatenya secara rutin sehingga datanya tetap dapat dipertanggung jawabkan.

Jangan sampai jika  ada kebutuhan data yang harus disampaian, kemudian kita baru bingung mencarinya dan  kemudian juga tidak akan mendapatkannya, karena memang tidak ada data yang disimpan atau dipelihara. Pada saat ada kepentingan terkait dengan  proses penilaian terhadap  posisi lembaga kita, sudah barang tentu data itu menjadi masalah yang sangat penting dan patsi akan menentukan penilaian juga.

Tentu persoalan data bukan hanya sekedar terkait dengan jumlah dan angka yang harus diketahui, namun juga terkait dengan dokumentasi mengenai apapun yang sudaha kita jalankan. Pada saat kita melakukan sebuah program dan kegiatan etrsebut dijalankan oleh sebuah kepanitiaan, maka duokumen mengenai kepanitiaan etrsebut dan juga lapopran keuangan yang digunakan dalam mejnjalankan kegiatan etrsbeut harus dipelihara  karena pada satanya pasti dibutuhkan.

Jika kita berkepentingan untuk mendirikan atau membentuk sebuah  organisasi tertentu yang berada di dalam lembaga kita juga pastinya memeerlukan sebuah surat keputusan tentang pembentukan hal tersbeut, dan itu tidak boleh diabaikan, karena pada saatnya tentu akan dipertanyakan untuk mengetahui keabsahannya.  Kelemahan kebanyakan kita ialah tidak peduli terhadap dokumen yang sesungguhnya sangat mudah jika kita memang memperhatikannya, yakni dengan cara menyimpannya dengan baik.

Semua  orang sudah merasakan betapa pentingnya data  untuk kepentingan kita sendiri maupun pihak lain yang membutuhkan, hanya saja tidak smeua orang kemudian peduli terhadapnya, bahkan tidak sedikit yang hanya menyia nyiakannya begitu saja, dan baru ada keptningan  terhadapnya, barulah merasa betapa mahalnya data etrsebut.  Sesungguhnya kita hany perlu open atau peduli karena persoalan diokumen itu dengan swendirinya aka nada, namun karena kekurang pedulian kita sajalah kemudian dokumen yang ada menjadi hilang atau terselip entah di mana.

Saat ini  akan semakin  mudah untuk mendokumentasikan data dan dokumen tersebut, syaratnya  ialah kita peduli dan  mau melakukan penyimpanan, karena  perkembangan teknologi sudah begitu pesatnya sehingga akan semakin memudahkan kita untuk mengolah data sehingga akan lebih mudah diakses dan dikethui dnegan cepat.  Dengan teknologi yang canggioh seseorang akan mengintegrasikan data data yang ada ke dalam satu system yang meungkinkannya untuk mengakses hanya dalam satu pintu tetapi sudah akan mendpatakn  banyak data .

Namun sekali lagi sayangnya diantara kita masih banyak yang belum tertarik untuk mendokumentasikan data etsrebut, karena beberapa alasan,  salah satunya ialah karena  hal etrsebut belum menjadi budaya dan prioritas dalam pekerjaan kita, demikian juga belum adanya jaminan bahwa semua hal akan dinilai dengan data, karena saat ini budaya kita masih sangat tradisional dan belum  memnfaatkan data untuk hal hal penting lainnya.

Kita yang warga kementerian agama sudah di tekankan oleh menteri terutama pada saat melaksanakan rakernas tahun 2019 kemarin tentang betapa pentingnya integrasi data, karena smeua hal saat ini sudah harus didasarkan kepada data yang akurat, bukan hanya alasan common sence saja. Bahkan menteri menekankan bahwa integrasi data tersebut merupakan salah satu diantara tiga mantera yang di amanahkan kepada sleuruh ASN kementerian agama.

Menteri dan tentu kita semua berhak untuk mengetahui secara persis mengenai data yang akurat dalam  lingkup pekerjaan kita. Suatu saat menteri pasti akan ditanya mengenai jumlah satker yang ada di dalam kementerian, lalu jumlah ASN nya dan juga jumlah anggaran yang diterima selama satu tahun dan juga maslah lainnya. Jika data yang disajikan tidak akurat maka smeuanya akan ikuit tidak akurat.

Jika data sudah terintegrasi dalam satu system yang baik, maka akan sangat mudah bagi menteri dan siapa saja untuk mengetahui ebrbagai hal terkait dnegan kemeterian  agama RI, baik itu terkait dengan jumlah ASN, jumlah madrasah, jumlah pondiok pesantrean, jumlah masjid  danushalla dan  tentu ahl hal lain yang masuk di dalam elinghkup kementerian agama tersebut.  Tentu akan sanbta tidak nyaman jika para pejabat di kementerian tersebut kemudian tidak mampu menyebuitkan hal hal yang mudah, karena tidak mengetahui tentang data.  Semoga ke depan kita akan semakin peduli terhadap data tersebut sehingga kita akan merasakan kenyamanan dalam menjalani hidup, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.