PERINGATAN DAN WASPADA

Kemajuan teknologi saat ini sudah sedemikian hebat dan seolah tidak ada lagi sisa lahan yang belum terjamah oleh teknologi tersebut.  Akibatnya orang kemudian menjadi berubah sikap dan gayanya, bahkan termasuk hal hal yang seharusnya tetap dipertahankan saja, harus pula berubah total karena teknologi.  Ambil contoh bersilaturrahim kepada sahabat, atau kepada orang tua, rupanya sudah mulai pudar, dan orang merasa cukjup jika sudah mengirim WA untuk mengobati kangen yang biasanya dijalankan melalui silaturrahim.  Saat ini orang sudah  mulai enggan untuk bertakziyah jika ada  kawan atau saudara yang meninggal dunia dan cukup dengan hanya ber WA nan.

Secara teori kondisi ini sungguh sangat memperihatinkan kita semua sebab tradisi baik yang dahulu selalu dilestarikan, seolah akan punah setelah ada teknologi yang  memudahkan berhubungan.  Namun sebaik apapun teknologi tersebut, tetap saja tidak akan mampu menggangtikan posisi silaurrahim.  Orang tua pasti akan lebih mengharapkan bertemu langsung dengan anaknya ketimbang hanya  kiriman sebuah foto atau video atau hanya sekdar ucapan melalui tulisan.  Keluarga orang yang meninggal dunia gtentu akan jauh terhibur  dengan kehadiran sahabatnya ketimbang hanya ungkapan bela sungkawa melalui WA atau sejenisnya.

Bahkan saat ini orang juga malas untuk mendatangi guru guna meminta restu atau sekedar  menanyakan sesuatu pelajaran yang terlupakan ataupun sulit.  Mereka pada umumnya lebih memilih berkomunikasi dengan google yang memudahkan smeua urusan, abhakan belajar agama pun saat ini  sudah melalui google. Akibatnya banyak pihak yang mungkin secara  lahir mengetahui beberapa ilmu yang didapatkan  dari google, akan tetapi pasti tidak akan mampu berbuat yang terbaik untuk sikap dan amalan terhadap ilmu tersebut.  Ilmu itu harus didapatkan dari guru yang disamping meberikan  pencerahan dalam hal keilmuan namun juga memberikan restu untuk keberkahannya.

Tanpa adanya seorang guru untuk mendapagkan ilmu, tentu akan banyak kendala yang dihadapi  di masyarakat saat berhadapan dengan berbagai persoalan kemasyarakatan.  Pada saatnya  bahkan sangat mungkin ilmju yang didapatkan tanpa guru tersebut akan mengalami kondisi yang sulit untuk dibayangkan, karena tidaka mendapatkan jalan keluar yang memadahi.  Dalam Bahasa santrinya ialah ilmu tersebut tidak akan mendapatkan kebrkahan, sebab tidak ada silsilah yang dapat dirunut hingga kepada sumber yang otoritatif untuk keilmuan tersebut.

Teknollgi juga  maampu mengubah  sebuah kondisi tertentu menjadi lain sama sekali. Bayangkan saja  ketika belum ada alat komunikasi semacam HP, orang akan memerlukan waktu  untuk sekedar bertemu dengan orang lain yang berada di tempat lain, namun  saat alat komunikasi HP ditemukan, orang cukjup melakukan pemencetaan HP saja sudah akan terhubung dengan pihak lain  yang dituju dengan masih tetap tidur di kamar atau dengan tetap malas malasan di kursi sambal meminum the dan makan pisang goring, tanpa harus mengeluarkan energy.

Memang teknologi seharusnya  menjadi alat yang memudahkan dan dapat kita kendalikan, bukan sebaliknya, teknologilah yang kemudian mengendalikan diri kita.  Itulah kenyataannya saat ini banyak orang yang justru dikendalikan oleh teknologi sehingga kebaradaan teknologi justru malah dapat mengubah seseorang menjadi tidak berdaya dan hidupnya sepenuhnya dipengaruhi oleh teknologi tersebut.  Sebagai manusia yang berpikiran sehat tidak seharusnya kehodupannya dipengaruhi oleh teknologi yangterkadang malah menjauhkannya dari sisi kemanusiaan itu sendiri.

Kehadiran tenologi diharapkan justru akan semakin menambah kekuatan manusia  dalam memerankan dirinhya sebagai khalifah Tuhan di atas bumi, yakni dengan melalui teknologi tersebut manusia akan semakin leluasa untuk mengatur dunia, sehingga keberadaan teknologi itu sekedar untuk memebnatu manusia untuk melakukan pran peran tertentu dalam hidup. Untuk berkomunikasi terkadang kita memang tidak harus bertemu secara langsung, karena yang terpenting ialah pesan substansial akan sampai kepada yang dituju.  Tentu akan berbeda dengan peran silaturrahim yang memang mengharuskan bertemu antar orang, dan tidak cukup hanya sekdar melalui alat teknologi semata.

Banyak sekali kegiatan manusia yang dapat memanfaatkan teknologi agar lebih memudahkan dan berkualitas, tetapi peran utamanya harus dipegang oleh manusia itu sendiri, bukan sebaliknya.  Nah, kesaahan mausia  saat ini ialah kalua kemudian sudah terbuai oleh teknologi lalu segalanya hanyut di dalamnya dan manusia menjadi lpa dengan kewajiban dan  tanggung jawabnya, baik  trkait dengan posisinya sebagai hamba Tuhan maupun dalam kapasitasnya sebagai seorang yang seharusnya menjadi pimpnan  bagi phak lain.

Karena itu kita  harus  selalu wspada dan mebuat peringatan diri agar tidak mudah dipengaruhi oleh apapun yang justru pada ujungnya akan merugikan diri sendiri.  Keteguhan hati dan  pikiran tentu memegang peran sangat penting dan menengtukan dalam perjalanan hidup kita, karena tanpa  ada keteguhan tersebut, akan sangat mudah bagi kita untuk dipermainkan oleh sesuatu yang dating dari luar, meskipun Nampak  baik. Pegangan iman dan kekuatan diri dalam menjalani  semua perintah agama harus menjadi nomor satu mengalahkan yang lain, karena itu menjadi penentu masa depan kita sendiri, bukan yang lain.

Apapun yang kita lakukan  pada saat ini tentunya harus sudah menjadi komitmen kita untuk dijalani, bukan disebabkan karena sebuah keterpeksaan.  Demikian juga tidak seharusnya kita tidak melakukan sesuatu yang justru akan merugikan diri sendiri.  Jadi sebagai peringatan bagi kita sendiri, yakni lakukan apapun yang memang seharusnya kita lakukan dan tinggalkan sesuatu yang seharusnya memang kita tinggalkan.  Itu disebabkan kita memang mempunyai ikhtiyar yang memungkinkan kita memilih atas dasar pilihan terbaik yang dapat kita jalani, bukan atas ketertekanan dari pihak lain.

Sebagai orang merdeka, seharusnya kita mampu menentukan pilihan yang terbaik , termasuk menggunakan bantuan teknologi untuk membantu peran  kita dan memenuhi kewajiban agar  lebih bermanfaat, lebih efektif dan lebih menghasilkan sesuatu yang berkualitas.  Kita pasti paham bahwa  teknologi itu sangat membangtu peran kita dalam memenuhi kewajiban dan juga  akan mampu membuat kita lebih nyaman dan  cepat mendapatkan hasil.  Namun sekali lagi jika kita justru dikendalikan olehnya, maka hidup kita pasti akan terganggu dan bahkan  mungkin malah akan berantakan dan jauh dari tujuan.

Untuk itu sekali lagi kita memang harus pintar dalam menyikapi segala sesuatu termasuk terhadap keberadaan teknologi yang saat ini  sudah begitu hebatnya menguasai  manusia. Mungkin memang zaman sudah berubah dan  sikap kita juga harus diubah agar tidak justru kontra produktif dalam menjalani kehidupan ini.  Artinya diperlukan sikap bijak kita  dalam menghadapi apapun dan sekaligus juga kewaspadaan agar semua yang menjadi tujuan utama kita  dapat kita capai dengan maksimal dan  juga aman dari segala kemungkinan buruk yang berpotensi menjauhkan kita dari ujuan awal.

Masing masing kita tentu sudha mempunyai jurus yang handal  untuk menyikapi hal tersebut, dan kita yakin bahwa dengan bekal  agama yang sudah kita kuasai, kita tetap akan memenangkan pertarungan  dalam era ini sehingga apapun yang muncul di sekitar kita,  keberadaan kita masih akan tetap kuat dan kita tidak mudaha dipengaruhi oleh apapun yang muncul dan menggiurkan.  Itulah kekutan kita yang harus dipertahakan sampai kapanpun.  Artinya  selalu waspada dan  ingat dengan  berbagai  hal yang akan mampu mempengaruhi adalah senjata yang paling hebat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.