ALLAH MAHA KUASA

Ada pertasnyaan yang terlihat bodoh yang selalu muncul dari mulut orang beriman yakni mengapa Tuhan yang Maha Kuasa tersebut harus  membuat perbedaan diantara orang orang beriman, kenapa tidak dijadikan satu kesatuan sehingga mereka akan selalu meraih kemenangan dalam setiap percaturan.  Dahulu juga mengapa Tuhan tidak langsung memberikan kemenangan dmei kemenangan kepada Nabi Nya yang bertemopur melawan orang kafir, sehingga agama Nya akan  cepat vbesar dan dipeluk oleh masyarakat secara luas? Dan beberapa pertanyaan lainnya yang seperrtyinya masuk akal.

Namun apalbila kita renungkan lebih dalam pertanyaan pertanyaan etrsebut sama sekali tidak rasional, karena ssungguhnya Allah swt sudah memberikan bekal yang cukup bagi manusia untuk  mampu menentukan sendiri nasib dan kondisinya. Manusia sudah diberikan akal yang itu tidak diberikan kepada makhluk Nya yang lain, termasuk malaikat.  Kalau kemudian  Allah menguji mereka  di dunai ini untuk menentukan siapa diantara mereka yang berbuat baik dan siapa yang sebaliknya, yakni selalu saja berbuat buruk.

Allah swt juga sudah memberikan informasi mengenai kehidupan akhirat yang abadi dan di sana ada dua tempat yang berbeda, dan hanya diperuntukkan bai mereka yang mau, yakni pada saat di dunia mereka harus melakukan hal hal yang diperintahkan dan menjauhi larangan.  Konsekwensi tersbeut sangat adil dan masuk akal, dan smeuanya diserahkan kepada keputusan manusia sendiri, apakah ingin mendapatkan tempat yang baik, yakni surge ataukah sebaliknya ingin berada di tempat yang buruk yakni neraka.

Tidak cukup sampai di situ, Allah swt juga kemudian mengutus para Nabi untuk memperperkuat dan mengingatkan kepada manusia bahwa ada hal yang harus dijalankan jika ingin mendapatkan kenyamanan hidup di akhirat dan  ada kondisi sebaliknya.  Akal memang sudah diberikan, namun  dengan akal semata, terkadang orang tidak akan sampai kepada kesimpulan yang benar, karena itu kemudian dikuiatkan oleh para utusan Allah tersebut yang berfungsi mengingatkan manusia agar kembali kepada akal sehatnya dan mengikuti arahan serta petunjuk para utusan tersebut.

Namun rupanya belum semua arahan rasul dapat diterima dan dijalankan oleh manusia, dan sebagian diantara mereka malah memusuhi para utusan etrsebut, sehingga bukan lagi mereka kembali kepada akal sehatnya, melainkan malah mengikuti nafsunya yang memang selalu mengarahkannya kepada hal yang jauh dari kebaikan.  Jadi kalau kemudian ada pertanyaan mengapa Tuhan tidak menjadikan umat yang satu saja, sehingga nantinya biar mereka mengikuti dan mentaati semua anjuran dan perintah Nya serta tidak akan melanggarnya.

Perlu kita ketahui bahwa  Allah itu sama sekali tidak emmbuituhkan ibadah hamba Nya, justru yang membutuhkan itu mestinya hamba jkepada Tuhan, karena itu terserah kepada manusia, apakah ingin menatati kepada perintah Nya ataukah ingin menerjang larangannya, smeuanya  tidak akan mempengaruhi papapun tentang Tuhan.  Taruhlah tidak ada seorang makhluk manusia pun yang mengikuti rasul Nya dan smeua menentangnya, maka itu sama sekali tidak mempengaruhi posisi Tuhan sebagai Tuhan, karena meang Tuhan sama sekali tidak membutuhkan keberadaan manusia yang taat atas segala perintah Nya.

Semua yang dipilihkan oleh Tuhan kepada manusia itu sesungguhnya untuk kepetningan manusi itu sendiri, bukan untuk kepentingan Tuhan. Jadi Maha Adillah Tuhan ketika sudah memberikan informasi yang benar tentang akhirat, tentang surge  dan neraka, tentang untung dan rugi dan kemudian manusia juga sudah dilengkapi dengan akal pikiran, tentunya itu sudah lebih dari cukup bagi manusia untuk menentukan nasibnya sendiri,  Jika manusia kemudian memilih maksiat, maka itu merupakan urusannya sendiri dan tidak terkait dnegan Allah swt.

Tetapi titah Allah swt sudah sangat jelas, siapapun yang tidak mau menggunakan akal sehatnya dan tidak mau menghikuti para utusan Nya, maka dia harus bersiap untuk bertempat di neraka.  Jadi kalau kemudian ada manusia yang menempati neraka di akhirat nanti, itu merupakan pilihannya sendiri dan bukan karena  Tuhan.  Itulah mengapa Tuhan selalu memberikan  pilihan dan mebiarkan manusia menentukan pilihannya sendiri, sehingga pertanyaan mengapa Tuhan tidak menjadikan manusi dalam satu kondisi saja, sama sekali tidak tepat dna bahkan merupakan pertanyaan bodoh.

Memang kalau Tuhan menghendaki, apapun akan terjadi, karena  cukuplah bagi Nya untuk hanya mengatakan “kun” maka jadilah apa yang diokehendaki.  Akan tetapi Tuhantentu tidak ingin manusia  seperti makjhluk lainnya yang hanya mengikuti saja apa ketentuan Tuhan. Manusia sudah dipilih Tuhan untuk menjadi khalifah di atas bumi dan mengelolanya  sedemikian rupa sehingga mereka akan mampu hidup dengan nyaman dan bahagia, buakn saja di dunia , melainkan juga di akhirat nanti.  Untuk itu Tuhan perlu menguji kepada mereka  untuk menentukan siapakah diantara mereka yang benar benar taat dan  siapakah yang bermaksiat.

Tuhan sendiri juga sudah menyatakan bahwa kalau Tuhan menghendaki, maka manusia dijadikanNya sebagai umat yang satu padu, akan tetapi Tuhan sekali lagi ingin menguji kepada manusia sehingga dijadikannya  berbeda dan  diperlilahkan kepada mereka untuk menentukan nasibnya sendiri dengan bekal yang sudah diberikan.  Dengan demikian  jika sebagian manusia nantinya menjadi penghuni surge dan sebagian lainnya masuk neraka, maka itu sudah konsekwensi mereka sendiri dan keadilan Tuhan sudah diberikan.

Bahkan Tuhan berkali kali menyatakan bahwa setan itu musuh manusi yang sangat jelas dan bahkan permusuhannya itu bersifat abadi, namun mengapa  masih ada manusia yang tidak emndengarkan firman Tuhan tersebut dan malah asyik  bergaul serta mengikuti keinginan setan? Itulah mengapa kemudian Tuhan berlepas tangan dari semua manusia tersebut dan  akibnat dari perbnuatan mereka pasti ditanggung oleh mereka sendiri. Dan hal tersebut tidak dapat dikembalikan  kepada keputusan Tuhan menempatkan mereka di neraka, karena  sesungguhnya itu merupakan pilihan mereka sendiri.

Kita memang meyakini bahwa semua yang terjadi di dunia ini atas kehendak Tuhan, termasuk saat ada manusia yang mengingkari Nya, namun itu diputuskan setelah manusia itu sendiri mengambil langkah yang tidak sesuai dengan  petunjuk Tuhan melalui para utusan Nya. Jadi kalau kemudian dirunut, maka itu merupakan pilihan manusia sendiri, bukan keputusan Tuhan, meskipun smeua kemudian atas kehendak Tuhan.

Untuk itulah kita memang harus memahami secara detail bahwa  semua yang terjadi itu pasti atas keputusan Tuhan, karena Tuhanlah yang Maha Kuasa dan Perkasa, akan tetapi sekali lagi  kehendak Tuha  itu disebabkan oleh pilihan manusia sendiri yang lebih cendeurng kepada kemaksiatan ketimbang ketaatan sebagaimana yang sudah dianjurkan oleh para rasul Allah. Dengan dmeikian kita tidak dapat menyalahkan keputusan Tuhan, karena itu smeua  bukan kehendak hakiki Tuhan, melainkan merupakan kehdnak manusia sendiri dan Tuhan hanya meneruskannnya saja.

Kondisi etrsebut tentu akan  juga terkait dengan smeua hal yang terjadi di dunia ini, seperti  kalau kita tidak memperhatikan lingkungan dengan membuang sampah secara sembarangan sehingga gor dan parit terseumbat, dan lalu menyebabkan banjir, maka itu bukan semata karena keputusan Tuhan, melainkan karena perbuatan dan keinginan manusia sendiri, dan Tuhan hanya meneruskan  keinginan tersebut.  Coba kalau manusia ingin smeua berjalan lancer dan smeua mentaati kenetantuan yang disepakati, seperti membuang sampah pada tempatnya dan got serta pasrit selalu dibersihkan sehingga  tidak tersumbat, maka kalaupun ada hujan dan air, maka air tersebut akan dapat mengalir dengan lancer dan tidak akan terjadi banjir.

Semoga kita mampu memahami ketentuan  tantang  Tuhan itu maha  Kuasa dan Perkasa  dan keadilan Nya tidak akan tercederai oleh kondisi apapun, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.