SIAP MENJADI TUAN RUMAH YANG BAIK

Sebagaimana kita tahu bahwa  saat ini kita sedang menghadapi penilaian lapangan oleh asesor BAN PT untuk akreditasi perguruan tinggi. Sudah barang tentu kita harus melakukan beberap pembenahan terhadap kampus kita, utamanya tentang kebersihan dan keasrian serta kelengkapan  beberapa  hal yang dirasa kurang. Selain itu mereka dating adalah untuk memberiakn penilaian terhadap kita setelah mereka membaca boring yang sudah kita kirimkan.  Tentu soal boring mereka sudah mengetahuinya bahkan juga sudah melakukan penilaian. Hanya saja mereka tetap akan melakukan peninjauan lapangan di kampus kita.

Disamping itu mereka juga tentunya akan melakukan wawancara dengan pihak pihak yang dianggap mewakili, seperti mahasiswa, dosen, alumni, pengguna tenaga kependidikan dna sekaligus juga ingin  diskusi dnegan para pimpinan untuk meyakinkan tentang borang yang sudah mereka nilai.  Semua itu masih memungkinkan untuk dilakukannya  perubahan nilai, baik kea rah baik maupun sebaliknya kea rah yang lebih buruk. Semuanya masih tergantung penilaian lapangan oleh mereka.  Artinya jika kita menam[ilkan diri sebagai yang baik, dalam smeua hal, tentu penilaian akan semakin baik, sebaliknya jika tampilan kita buruk, maka akan berpengaruh juga.

Karena itu kita memang harus mampu memerankan diri sebagai tuan rumah yang baik dan sekaligus juga sebagai yang nilai. Untuk itu apapun yang diinginkan oleh mereka, terkait dnegan berbagai dokumen yang diinginkan, kita harus siap menyediakannya, termausk menjelaskan hal hal yang terkait dnegan kebijakan dan  rencana startegis yang sudah dan akan dijalankan dalam upaya  memajukan  perguruan tinggi. Lalu jika mereka melihat ada kekurangan di dalam kampus kita, maka merkw tantu juga akan bertanya bagaimana  rencana untuk memenuhi kekurangan tersebut dan lain sebagainya.

Termauk didalam rangka menjadi tuan rumah yang baik ialah kita harus siap mendampingi mereka dari awal hingga akhir, dan kita harus mampu mengalahklan semua hal yang tidak terkait dnegan akreditasi, semacam adanya undangan menghadiri suatu pertemuan dnean pihak lain, atau adanya kepentingan lain, termasuk kepentingan keluarga dan kepentingan ibadah dan lainnya.  Artinya kita harus mampu bertahan dari p[agio hingga sore saat mereka mengakhiri kegiatannya di kampus kita.

Pada saat kita menerima mereka dalam  acara seremonial dan ruangan dipenuhi oleh kita, maka pada saat penutupan pun seharusnya kita tetap masih utuh dan guyup tanpa ada satu pihak pun yang meninggalkan kegiatan tersebut. Jika kita dengan alasn apapun lalu meninggalkan arena  sampaui mereka pulang kemudian kita tidak nongol, maka itu sama dengan kita tidak mampu menjadi tuan rumah yang baik. Kebiasana orang Timur ialah jika mereka dihargai oleh kita sebagai tuan rumah, maka mereka tentu juga akan respek kepada kita.

Untuk itu sebagai pimp[inan di UIN ini saya tidak akan mengijinkan kepada siapapun yang terlibat dalam pelaksanaan penilaian lapangan ini untuk ijin tidak masuk kantor.  Saat inilah kita diminta untuk menjadi tuan rumah yang baik dan menghargai pekerjaan kita.  Jika kita sudah tidak mampu menghadiri acara yang menjadi  focus kita selama beberapa bulan terakhir ini, maka  ke depannya pasti akan sulit untuk mengandalkannya sebagai pilar penting dalam menata dan membenahi kampus tercinta ini.

Boleh dikatakan akreditasi  PT ini merupakan puncak kegiatan kita yang akan menentukan masa depan kita dan utamanya para mahasiswa dan alumni kita untuk dapat menikmati hasilnya, sebab dnegan akreditasi unggul yang diharapkan terjadi, para alumni akan semakin leluasa dan mudah untuk mendapatkan keinginan mereka, baik untuk melajutkan studinya maupun untuk bekerja.  Saat ini cukup banyak  pihak pihak tetentu yang memperhatikan  nilai akrditasi PT dan juga prodi pada saat mereka akan menerima calon pegawai di kantornya.

Status akreditasi memang menjadi penanda  kualitas sebuah program studi atau perguruan tinggi tertentu. Memang ada kriteria lainnya, namun yang jelas dan diakui oleh semua pihak ialah nilai akreditasinya, karena standar yang diberlakukan untuk menilai sudah begitu rigit dan akan dapat dipercaya sebagai instrument untuk mendapatkan  sesuatu yang akurasinya dapat dipercaya.  Sekali lagi karena itu kita memang harus mampu mewujudkannya  dan sekaligus juga dapat mempertanggung jawabkankan di hadapan para mahasiswa dan seluruh stake holder kita.

Daiantara  tanda sebagai tuan rumah yang baik, kita juga harus berlaku ramah kepada mereka, karena itu jika suatu ketika ditanya tentang apapun terkait dengan institusi kita, maka kita harus mampu menjawab dengan baik dan sedapat mungkin dengan senyum sehingga mereka yang bertanya menjadi akan  dihormati. Jangan sampai saat kita ditanya lalu dengan seenaknya saja menjawab dan jawabannya juga tidak tepat, karena itu smeua akan mengesankan bahwa kita bukanlah tuan rumah yang ramah dan bagus.

Demikian juga kita akan dianggap sebagai tuan rumha yang baik jika kita juga mampu menjaga kebersihan lingkungan kita. Jangan sampai saat mereka dating kita justru melakukan hal hal tidak terpuiji, seperti membuang sampah sembarangan dan juga mengotori lantai dan lainnya, apalagi kemudian kita juga melakukan pelanggaran atas aturan yang sudah kita buat, seperti merokok dalam  gedung yang jelas sudah dilarang atau melakukan pelanggaeran lainnya yang justru dapat dinilai sebagai tuan rumah yang buruk.

Kita juga pastinya akan mengantar mereka  ke tempat yang mereka inginkan, seperti ke perpustakaan, ke laboratorium, ke kelas, dan ke beberapa tempat lainnya.  Pokoknya kita sebagai tuan rumah harus selalu siap untuk memberikan layanan terbaik bagi tamu kiota, khsusunya asesor BAN PT yang sedang bertugas di kampus kita.  Namun bukan berate kalau menjadi tuan rumah yang baik itu harus melakukan hal hal tidak terpuji hanya sekdar untuk menyenangkan mereka, karena kita tahu mereka adalah pihak yang intelek dan pastinya akan menjaga muruah mereka.

Untuk itu kita tidak perlu melakukan hal hal yang diluar kewajaran, melainkan cukuplah kalau kita memperlakukan mereka dnegan baik, menjamu mereka dengan baik dan tidak berlebihan serta mengantar  dan memberikan informasi yang tepat kepada mereka. Kita meang membantu mereka untuk membookingkan hotel dan menjemput mereka dari bandara ke hotel dan juga  dari hotel ke kampus serta mengembalikan mereka sampai di airport sebagiaman opada sata menjemput.

Dengan memperlakukan mereka sedemikian rupa sesungguhnya kita sudha berlaku baik kepada mereka dan kita juga sudah dapat disebut sebagai tuan rumah yang baik, ramah dan menyenangkan. Tentu kita  tidak perlu  melakukan  sesuatu yang diluar kewajaran dan  diluar nalar sehat kita, sebagai kaum intelektual kampus.  Justru kalau kita mampu menunjukkan karya karya monumental para dosen kita, itu akan jauh lebih bagus dan akan mendapatkan apresiasi ketimbang kita  melakukan  hal hal yang justru akan mendapatkan kritikan serta penilaian yang tidak bagus dari mereka. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.