TENTANG RIZKI

Setiap orang pasti menginginkan benda yang namanya rizki, meskipun jenis rizki itu masih abstrak, namun  seluruh manusia memehaminya, karena rizki itu biasanya diidentikkan dengan harta. Padahal sesungguhnya rizki itu lebih luas dari hanya sekedar harta. Usia, kesehatan dan kebahagiaan juga merupakan bentuk rizki yang selalu diharapkan oleh smeua orang.  Memang tidak salah kalau kemudian banyak orang mengidentikkan rizki dengan harta, karena memang itulah yang banyak dipahami oleh manusia, sehingga  bentuk rizki yang lain menjadi terbaikan atau tidak terperhatikan.

Allah swt menjamin setiap makhluk hidup pasti akan mendapatkan rizkinya sendiri sendiri, bahkan bayi yang lahir pun pasti akan mendapatkan rizki, walaupun melalui pemberian orang tuanya atau pihak lain.  Dengan kenyataan tersebut seharusnya manusia tidak perlu takut dan khawatir tentang rizki tersebut.  Karena Tuhan sudah menjaminnya kepada setiap makhluk, maka  kita sebagai manusia tentu  harus tetap percaya  kepada Tuhan yang akan emmberikan rizki kepada kita, walaupun kita tetap harus emngupayakannya.

Artinya meskipun Tuhan sudah menjamin rizki kita, tetapi bukan berarti kita lanytas hanya ongkang ongkang saja tanpa berusaha, karena  kalau itu terjadi, maka  itu berarti kita sama sekali tidak mensyukuri nikmat Nya.  Kita diberikan  badan yang relative sempurna dan juga diberi akal , seharusnya kita mampu menggunakannya untuk kepentingan kita, termasuk mengusahakan rizki yang sudah diatur oleh Tuhan etrsebut.  Kita harus berusaha untuk mendapatkan rizki, bukan hanya sekedar menunggu nasib.

Janji bahwa Tuhan sudah memberikan jatah rizki kepada smeua makhluk Nya dan meberikan kelebihan bagi sebagiannya yang dikehendaki, namun itu tidak berarti kita lalu hanya menunggunya saja, karena kita belum tahu takdir dan bagian rizki kita. Jangan jangan kalau kita hanya menunggu atau hanya berusaha sekdarnya, maka itulah rizki yang sudah ditentukan oleh Tuhan.  Untuk itu kita harus mengejar dan menentukan  ketentuan tersebut dengan cara berusaha dnegan sekuat tenaga.

Namun kalau kemudian memang jatah rizki kita untuk sementara ini masih kecil dan belum mendapatkan jatah yang besar, maka itu harus tetp disyukuri.  Barangkali untuk kali itu jatahnkita memang masih kecl namun kita belum tahun jatah kita untuk hari yang lain.  Siapa tahu  Tuhan merencanakan memberikan rizki berupa harta yang banyak bagi kita setelah kita mengalami berbagai cobaan dan rintangan, dan setelah kita dengan tetap bersabar dan terus bersyukur, lalu baru Tuhan menganugerahkan rizki etrsbut.  Semuanya serba mungkin, dan karena itu kita memang harus percaya kepada kekuasaan Allah swt.

Kita jangan salah tafsir bahwa kalau Tuhan sudah menentukan rizki para hamba Nya, lalu kita yang ditakdirkan diberikan harta yang benyak, meskipun kita hanya malas malasan tetap akan mendapatkan jatah etrsebut, atau sebaliknya meskipun kita sudah berusaha dnegan mengerahkan seluruh kekuatan tetapi masih saja tidak mendapatkan harta yang banyak.  Bukan seperti itu cara menghadapi dan mensikpai takdir Tuhan, melainkan harus kita upayakan sendiri, sehingga kita menjadi yakin bahwa  Allah telah menakdirkan harta kepada kita, sehingga kita akan banyak mensyukurinya, bukan sebaliknya kita malah menggugat semua yang ada.

Kita harus  menggunakan logika sehat kita sebagai hamba yang  mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepada kita berupa akal. Lalu  kita akan selalu berprasangkan baik kepada Tuhan karena nikmat yang sudah diberikan kepada kita sungguh luar biasa, meskipun kadar masing masing nikmat orang itu berbeda.  Bukankah Tuhan sudah meberikan janji kepada kita bahwa siapapun yang mau mensyukuri nikmat Nya, maka Tuhan pasti akan menambahnya dan siapapun yang tidak mau mensyukuri, bahkan malah ingkar, maka ingat bahwa adzab Tuha itu sungguh sangat berat dan menyakitkan.

Tuhan selalu mencurahkan nikmat Nya kepada para hamba Nya di dunia ini sesuai dnegan kadar yang terbaik bagi hamba tersbeut.  Kita sadar bahwa kalau ada hamba yang dicoba dnegan diberikan harta yang terlalu banyak, maka  hamba tersbeut kemudian malahan lupa kepada Tuhan, lupa shal;at, lupa bersedekah dan banyak lainnya lagi yang dilupakannya.  Nah, dalam kasus tersebut tentu  mereka yang diberikan nikmat sedrhana dan  cukup saja, dan selalu bersyukur tentu iotulah yang kehendaki oleh Tuhan.

Untuk apa  diberikan harta banyak tetapi hati tidak tenang atau justru malah hidup kita berantakan atau kelarga malah retak dan bubar. Tentu itu karena  kita tidak mampu mengelola harta yang diberikan oleh Tuhan dan mungkin juga karena itu tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya.  Karunia yang terbaik itu bukanlah yang terbanyak, melainkan  karunia yang mampu memberikan kenyamanan, kebahagiaan dan sekaligus juga  kebaikan bagi kita dalam menjalani hiodup di dunia dengan tujuan utamanya  mengabdikan diri sepnuh hati kepada Allah swt.

Sikpa yang paling realistic ialah jikalau kita mampu menyikapi apapun yang sudah berada di tangan kita itu sebagai rizki terbaik bagi kita, walaupun mungkin masih dirasakan kurang.  jangan pernah kita emmbandingkan dengan rizki orang lain  karena itu akan dapat membuat diri kita semakin jauh darui syukur atau bahkan mungkin malahan bisa kufur.  Orang lain mempunyai jatah rizkinya sendiri yang mungkijn itulah yang terbaik bagi dia, dan kita juga mempunai tajah tersendiri yang kita yakini sebagai yang terbaik bagi kita.  Dengan sikap demikian tentu kita akan semakin yakin bahwa  apapun yang diberikan Tuhan kepada kita adalah yang palingbermanfaat dan terbaik.

Saat kita melihat dan menyakaikan  keluarga kita begitu damai dan  rukun, anak anak tumbuh dengan nomel dan selalu menjalankan perintah Tuhan, maka itu sudah cukuip untuk kita dan selanjutnya tentu kita akan berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang lain dengan rencana yang lain pula.  Jagalah agar setiap rencana yang kita tetapkan ialah rencana yang sudah kita perhitungkan dan Tuhan pastinya akan mengabulkan dan memberikan kepercayaan kepada kita untuk menjalaninya dengan baik.

Sebagai makhluk hidup yang dilengkapi dnegan akal sehat, kita memang harus terus berusaha untuk membuat rencana baik ke depan, seeprti misalnya  untuk memberikan pendidikan anak  sesuai dengan keinghinan ideal kita, atau ingin menunaikan ibadah umrah ke tanah suci, dan lainnya.  Artinya kalau pada saat ini kita belum mempunyai syaratnya, terutama yang terkait dengan harta, maka kita dapat berusaha untuk mendapatkannya. Kita harus yakin bahwa takdir kta ialah mampu mencap[ai cita cita etrsebut.  Jika itu kemudian kita pertahankan dalam setiap doa dan usaha kita, insya Allah  Tuhan bakal mengabulkannya.

Sekali lagi kita tidak perlu resah dengan apa yang namanya rizki, karena semua sudah diatur oleh Tuhan, hanya kita perlu berusaha saja dengan tekun dan yakin.  Karena  takdir tersebut belum diketahui, maka kita harus mempunyai keyakinan bahwa takdir kita ialah  sebaaimana  yang kita rencanakan dan cita citakan.  Semoga apa yang kita upayakan dnegan baik, akan menghasilkan sesuatu yang baik pula dan sekaligus diridlai oleh Nya. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.