MEMPERSIAPKAN PENDAFTARAN CALON MAHASISWA BARU

Salah satu hal penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi ialah rekrutmen calon mahasiswa baru, jika kita mampu mendapatkan para calon mahasiswa yang mempunyai dasar kuat dalam hal pengetahuan keagamaan dan pengetahuan umum, tentu akan jauh lebih mudah bagi kita untuk mengembangkan mereka dan memberikan bekal tingkat lanjut kepada mereka.  Sebaliknya jika kita hanya mendapatkan  para calon yang pas pasan, apalagi masih nol dalam pengetahuan keagamaannya dan juga pengetahuan umumnya, maka kita harus bekerja lebih keras untuk membrikan pendidikan kepada mereka. Bahkan untuk memberikan  bekal akhlak saja pun tentu akan jauh lebih sulit.

Namun pastinya kita harus mengupayakan dengan kuat untuk mengantarkan seluruh mahasiswa yang sudah kita terima agar mereka mampu menguasai ilmu dalam bidang yang dimasuki.  Lebih tegas lagi kita harus memberikan bekal akhlak yang baik agar mereka nantinya mampu memerankan diri di tengah tengah masyarakat dan memberikan manfaat bagi mereka.  Untuk itu persiapan untuk menerima calon mahasiswa tersbeut memang harus dilakukan dengan bagus dengan harapan kita akan mendapatkan  para calon mahasiswa  sebagaimana yang kita inginkan.

Beberapa jalur yang sudah disepakati secara bersama secara riil sudah dilakukan, hanya saja persiapannya harus  dimatangkan.  Upaya tersebut saat ini sudah mulai dilakukan, yakni dengan melakukan focused group discussion untuk membicarakan  berbagai upaya  menyongsng para calon mahasiswa baru.  Apalagi saat ini sudah ada kebijakan baru dalam jalur SNMPTN dan SBMPTN yakni adanya lembaga tes masuk perguruan tinggi atau LTMPT yang sudah mulai diberlakukan pada tahun ini, sehingga smejuanya harus disiapkan dan juga sosialisasikan dengan massif agar sleuruh calon dan masyarakat mengetahui secara pasti dan  mudah untuk mengikuti caranya.

Sementara itu untuk jalur SPAN dan UM PTKIN rupanya masih memakai cara lama, walaupun  untuk ujian tulis berbasis computer akan ditambah kapasitasnya. Namun sesuai dnegan arahan meneri agama pada saat melaunching SPAN dan UM PTKIN panitia  harus sudah mempersiapkan mulai tahun ini untuk mengkajai dan akhirnya membentuk lembaga tes masuk perguruan tinggi tersebut, sehingga pada tahun depan sudah harus diberlakukan.  Tentu  bagi mereka yang tahun sudah mengikuti jalur SNMPTN dan SBMPTN  akan lebih relative  mengetahuainya dan mungkin juga akan mudah menjalaninya, karena sudah ada pengalamannya.

Untuk itu diharapkan kepada smeua [impinan di perguruan tinggi memang harus pro aktif untuk mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. Namun sesungguhnya muara  dalam smeua itu ialah  agar bagaimana kita dapat menyeleksi para calon mahasiwa agar mereka yang terjaring  memiliki kemampuan yang standard an kita akan mudah untuk menentukan langkah selanjutnya dalam proses pembelajaran.  Kita memang  memehami bahwa tidak semua sekolah di negeri kita mempunyai level yang sama, bahkan kita harus mengerti kalua diantara mereka ada jarak yang terlalu jauh, utamanya  sekolah yang jauh dari keramaian kota, lebih lebih lagi yang berada di daerah 3T.

Kalau kita smeua berkinginan untuk mendapakan calon mahasiswa yang  baik, lalu pertanyaannya ialah  mereka yang masih di bawah standart harus kemana jika mereka ingin melanjutkan studi?.  Sudah barang tentu di negeri ini masih banyak perguruan tinggi, utamanya yang swasta yang memang secara riil masih kekurangan mahasiswa dan mereka juga pastinya akan mau menampung smeua calon mahasiwa yang menginginkan sytudi lanjut.   Namun kita juga harus tahu bahwa  pada saatnya nanti mereka lulus kita juga tidka boleh berharap terlalu tinggi untuk urusan mutu.

Beruntung memang ada lembaga  yang melakukan akreditasi, baik perguruan tingginya maupun program studi, sehingga secara kasat mata kita masih dapat berharap bahwa semua lembaga pendidikan akan berlomba untuk melakukan perubahan kea rahkebaikan,  karena tanpa upaya nyata tersebut mereka tentunya tidak akan mendapagkan nilai akreditasi baik apalagi unggul.  Namun dalam kenyataannya sampai saat ini masih banyak perguruan tinggi yang belum menyadari pentingnya akreditasi tersebut.

Saat ini kita memang sedang mempersiapkan diri untuk menyongsong para calon mahasiswa baru dengan harapan yang lebih bagus, yakni agar seluruh masyarakat Indonesia dapat pintar dan mengetahui berbagai hal terkait teknologi dan juga berbagai hal yang berhubungana dengan pengetahuan secara umum.  Kita mempunyai kewajiban untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa sebagaimana diamanatkan oleh undang undang dsar  dan sekaligus juga  sebagai perintah agama yang kita peluk.

Bahkan imam Syafi’I pernah mengatakan bahwa siapapun yang ingin menguasai persoalan dunia maka dia harus me nguasai ilmunya dan barang siapa yang ingin mendapatkan  dan menguasai persoalan akhirat, maka dia juga harus menguasai ilmunya,  serta siapapun yang ingin mendapatkan keuntungan keduanya, yakni dunia dan akhirat, maka dia juga wajib menguasai ilmunya.  Jadi ilmu itu menentukan untung dan tidaknya seseorang. Untuk itu sekolah dan perguruan tinggi sebagai lembaga resmi dan formal dalam memperoleh ilmu wajib dipelihara dan ditingkatkan perannya.

Kembali kepada persiapan menyongsong para calon mahasiwa baru tahun ini, kita memang tidka boleh biasa biasa saja karena  sudah ada perbedaan dan  itu memerlukan kesiapan kita, sekaligus  pada saat nanti kita menggunakan jalur mandiri pun mita seyogyanya juga menggunakan jasa LTMPT tersebut.  Jika pada tahun ini kita masih menggunakan ujian mandri, maka itu juga seharusnya dipersiapkan dengan lebih baik, agar hasil nya  lebih meyakinkan, terutama pengetahuan dasar para calon.  Intinya semua persiapan memang harus dilakukan dengan sangat bagus agar hasilnya juga maksimal.

Bahkan kita juga harus terus banyak pertmeuan membahas persiapan penerimaan calon mahasiswa baru tersebut. Klaupun saat ini sudah ada lembaga tes masuk perguruan tinggi dan panitia tidak lagi menyiapkan naskah soal test, namun masih banyak hal yang hafrus dipersiapkan.  Untuk itu beberapa pertemuan harus dilakukan untuk melakukan dan sekaligus mengantisipasi hal hal yang tdak diinginkan, karena  LTMPT ini masih baru dan  baru dijalankan pada tahun ini, tentu akan mengalami banyak kendala dan itulah yang harus diantisipasi sehingga pelaksanaan penerimaan calon mahasiswa baru akan tetap lancer dan terjaga mutunhya.

Tentu kita tidak mau bahwa pemberlakukan LTMPT kali ini justru gagal sebelum menghasilkan sesuatu.  Kita sudah mempersiapkan sedmeikian rupa lembaga ini dan disukung oleh tenaga yang professional, tentunya harapannya semuanya akan ebrjalan mulus dan sukses, namun  tetapa saja perlu kewaspadaan yang ekstra, sebab siapa tahu ada kendala di tengah tengahnya. Secara teoritis LTMPT ini akan semakin menguntungkan para calon mahasiswa, karena mereka akan mendapatkan hasil ujiannya  setelah selesai ujian dan kemudian dengan hasil tersebut mereka akan dapat menengtukan sendiri ke perguruan tinggi mana merka akan mendaftar.

Sistem tersebut sekaligus akan mampu  mempbuat smeua calon mengetahui  tingkat kemampuan dirinya dan tidak akan memaksakan masuk di perguruan tinggi favorit yang tingkat seleksinya sangat ketat.  Dengan kondisi tersebut seorang calon akan mampu mengukur dirinya untuk masuk di perguruan tinggi mana yang sekiranya  sesuai dengan nilai yang diperolehnya.  Semoga apa yang kita persiapkan etrsebut akan menghasilkan sesuatu yang menggembirakan, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.