KEBANYAKAN SIFAT MANUSIA

Pada dasarnya manusia itu mempunyai banyak sifat yang jika dikembangklan dnegan seksama  akan mampu mendekati sifat baik yang dipunyai para nabi dan orang  shalih, namun sebalinya jika tidak dikembangkan dnegan baik, maika justru akan sebaliknya menjadi  mendekati sifat binatang dan setan.  Jadi semuanya tergantung pada  penyetirnya, yakni diri orang etrsebut dengan dibantu oleh hati dan pikirannya sendiri.

Manusia mempunyai sifat suka ngersuilo dan selalu kurang, namun jika sifat ini terus dipelihara, maka akhirnya dia akan semakin  mengembangkannya dan tidak akan pernah merasakan kesyukuran meskipun bergelimang nikmat.  Sebaliknya manusia juga mempunyai sifat suka berterima kasih, dan jika sifat ini terus dipelihara dengan baik, maka dia akan selalu bersyukur atas segala nikmat sekecil apapun nikat tersebut.  Namun jangan Tanya jika  dibiarkan liar dan berkembang dengan sendirinya, maka justru akan semakin menjauhkan dari sifat manusia itu sendiri.

Karena itu banyak sindiran yang diberikan oleh Allah swt dalam alquran, semacam manusia itu kebiasaannya ialah jika diberikan nikmat dia lalu lupa dan sombong serta berpaling, namun ketika diberikan kesulitan dan kesusahan ,mereka baru mendekat dan memohon.  Itu sesungguhnya untuk mengingatkan kita semua yang kebiasaan buruk kita selalu lebih menonjol ketimbang kebaikan yang ada.  Untuk itu sebagai manusia  yang masioh memp[unyai hati dan pikiran yang sehat seharusnya kita mempertajam  daya   kreasi kita dan daya paham kita dalam menyikapi setiap pernyataan Tuhan dalam alquran.

Pendeknya semua sifat yang sudah ada di lama diri kita sebaiknya memang kita kembangkan dengan  meminta hati dan akal sehat kita untuk membimbingnya, karena kalau dibimbing oleh hati, pastinya akan menuju jalur yang baik, dan  kecenderungan untuk membelok akan segera diingatkan.  Namun jika kita tidak emminta bantuan hati dan pkiran sehat kita untuk membaimbingnya, pastinya akan  semakin jauh dan menyimpang darti yang seharusnya.

Kenapa orang terkadang  semakin bisa melebihi binantang sekalipun, atau terkadang sama sekali tidak mempunyai rasa kemanusiaan dan tega melakukan apapun terhadap manusia lainnya dan lainnya, tentu semua itu disebabkan oleh liarnya perkembangan sifat manusia yang  dibiarkan liar dan tidak terbendung.  Akibat lebih jauhnya ialah watak dan sifat manusia tersbeut akan semakin lebih buruk ketimbang watak dan sifat binatang sekalipun.

Orang tuanya sendiri yang telah melahirkan dan membesarkan serta mendidik sejak kecil hingga menjadi besar pun terkadang dilabrak dan diperlakukan tidak senonoh, karena hanya persoalan harta semata. Bahkan banyak diantara mereka yang kemudian tega memperlakukan orang tuanya sendiri untuk dieksploitasi mencari harta demi nafsu serakahnya.  Siapapun yang masih emmpunyai hati nurani dan pikiran jernih pasti tidak ammpu emmbenarkannya dan pasti akan mengutuk semua perbuatan jahat dan sadfis serta tidak berperi kemanuasiaan tersebut.

Terkadang demi memenuhi nafsu biolohgisnya, orang sama sekali tidak lagi mampu melihat kebenanran dan kelayakan.  Orang tega memperkosa adiknya sendiri, bahkan orang tuanya sendiri, atau sebaliknya orang tua yang memperkosa anaknya sendiri dan tentu masih banyak lagi kejadian yang tidak masuk akal sehat dan terjadi di sekitar kita.  Sayangnya memang balasan Tuhan tidak sekaligus di dunia ini, melainkan ditunda  sampai nanti di akhirat sehingga semakin banyak orang nekat melakukannya.

Hal terbanyak yang dapat kita saksikan saat ini ialah bagaimana orang  karemna dorongan nafsu  yang bear untuk menguasi dunia, akhirnya berani dan tega melaklukan perbuatan apapun, termasuk hal yang sama sekali diluar nalar sehat manusia. Mungkin salah satu penyebab utamanya ialah karena keringnya  rohani mereka karena sejak kecil tidak pernah menerima ajakan kebaikan melalui ajaran agama yang sengaja diberikan kepada mereka. Atau mungkin sebelumnya sudah pernah mendapatkan ajaran kebaikan, namun karena  semakin kuatnya tekanan nafsu tersbeut, pada akhirnya menyebabkan terputusnya  tali kebaijkan tersbeut dan yang tersisa ialah keburukan dan nafsu bejat.

Atas dasar kenyataan etrsebut, maka kita harus mampu mengupayakan keluarga kita untuk menerima ajaran agama yang benar sejak dini, sehingga akan mampu meresap di dalam  hati dan  dirinya.  Kita berharap bahwa dengan pondasi yang kuat  atas nama ajaran agama etrsebut, akan mampu emmbentenginya dari semua  keburukan yang dating dari manapun.  Namun  tentu harus tetap kita pupuk  secara rutin, karena jika terlambat memupuk  tentu akan mudah diserang orang  hama dan akan emmbahayakan pertahanan jiwanya.

Idelnya setiap orang itu akan peduli kepada sesamanya  terutama  mereka ayang dalam kondisi lemah, namun dalam kenyataannya seringkali kita menyakiskan  sebaliknya, yakni merka  yang lemah dan tidak berdaya malahan ditinggalkan, sedangkan mereka yang sudah cukup berdaya malah selalu diperhatikan, karena tentu ada motivasi duniawi.  Jika dasar ketaqwaan sudha ada di dalam diri seseorang dan jiwa ingin membantu juga sudah tertanam, maka kepeduliannya pasti akan tergugah saat menyaksikan ada ketimpangan yang sangat kentara diantara sesame umat manusia.

Orang kaya pastinya akan mau membantu orang miskin karena orang kaya etrsebut menyadari bahwa semua harta yang dimilikinya  atas kemuarahan Tuhan, sehingga tidak boleh dikuasi sendiri tanpa mempedulikan pihak lain yang lemah dan miskin. Namun sifat baik yang diharapkan tersbeut ternyata sudah menghilang dan berganti dnegan sifat lainnya yang justru akan semakin menikmati kesengsaraan pihak lain.

Taruhlah saat ini sifat sifat baik manusia sudah terkikis habis oleh sifat buruknya, dan kita  berada di tengah tengah lingkungan manusia yang mengembangkan sifat tersebut. Lalu bagaimana  kita harus berbuat. Hal terpenting yang harus kita lakukan ialah mempertahankan diri kita untuk tetap dalam kondisi terbaik, yakni memelihara dan mengembangkan sifat positif yang sudah diajarkan oleh agama kita, sehingga meskipun kita berada di lingkungan yang tidak baik sekalipun namun kita akan tetap mempertahankan keberadaan kita dengan baik dan tetap menjauh dari sifat buruk.

Langkah selanjutnya ialah bagaimana kita  terus memelihara pergaulan dengan orang yang mempunyai sifat baik, dan menjauh dari mereka yang bersifat buruk.  Kita tentu tahu bahwa sifat buruk maupun bai itu sama sama akan dapat menular, meskipun kita tahu sifat menularnya itu akan lebih mudah dan cepat sifat buruk ketimbang sifat baik.  Jika kita terus memelihara sifat baik dan terus bergaul dengan orang yang mempertahankan sifat baik tersebut, maka kita dapat ebrharap bahwa sifat baik kita akan tetap dapat dipertahankan dan bahkan kita kembangkan lebih baik lagi.

Selanjutnya tentu kita juga harus  berusaha untuk mendapatkan masukan dari pihak lain, terutama  dari orang bijak agar kita selalu mendapatkan masukan hal hal positif dan  berpengaruh baik untuk diri kita.  Kita harus berani untuk menolak ajakan kawan yang kita tahu mempunyai sifat buruk agar kita tidak ketularan sifat buruknya. Ketegasan dan keberanian tersbeut memang harus kita tunjukkan, karena jika kita lemah dan tidak berani menolak, pastinya kita akan mudah ketularan sifat buruknya tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.