AGAMA YANG HANIF

Kita tahu bahwa agama Islam disebut juga dengan agama hanif, yakni agama yang cende4rung kepada kebaikan, kepada kesantunan dan kepasda seghala hal yang baik serta positif.  Sama dengan agama yang dibawa oleh nabi Ibrahim, karena memang pada dasarnya agama Islam itu mewarisi agama Ibrahim.  Untuk itu para pemeluknya sudah seharusnya selalu cenderung untuk melakukan hal hal yang baik dan positif serta menghindarkan diri dari hal hal yang negative dan merusak.

Boleh jadi  karena asal agama agama samawi tiu dari Allah swt, maka semua agama langit itu sesungguhnya bermuara kepada kebaikan dan cenderung kepada hal hal baik. Kalau kemudian ada ada agama yang  kelanjutannya justru malah sebaliknya, yakni cenderung ke[ada keburukan atau ingin menghancurkan, maka itu sudah keluiar dari jalur agama yang benar.  Tentu hal tersebut sangat tergantung kepada para pemeluknya, karena itu bisa saja semua agama kemudian disalah gunakan untuk keptningan jangka pendek dan merusak.

Kita tentu masih sangat ingat bahwa  bangsa barat  kebanyakannya masih curiga dengan Islam yang dikesankan sebagai agama yang cenderung  merusak, karena memang ada propaganda yang dilakukan oleh orang non muslim yang justru ingin menghancurkan Islam, dan kesan tersebut kemudian ditelan mentah menatah oleh banyak orang, apalagi kemudian juga dibarengi oleh perilaku sebagian kecil umat muslim yang menjadi teroris, sehingga  apa yang dahulu hanya dikesankan saja, lalu menjadi  pembenar.

Sudah barang tentu sebagai umat muslim kita merasakan  kerugian besar atas ulah sebagian umat yang melakukan tindakan destruktif dan meneror tersebut, terlapas dari apapun alasannya.  Saat ini  ketika umat sudah mulai terbuka, kita dapat menyampaikan kebenaran kepada smeua umat melalui kajian dan tulisan serta ajaran yang diaplikasikan secara benar.  Kita dapat mendaur ulang sejarah pada masa nabi Muhammad saw yang penuh dengan kasih saying dan toleransi diantara  para umat yang ada.

Alhamdu lilah saat ini mata dunia sudah mulai terbuka dan mereka  dapat menyaksikan langsung betapa umat muslim yang benar memegangi ajaran agamanya, akan  berbuat yang terbaik bukan saja kep[ada sesame umat muslim, melainkan kepada sleuruh umat dan bahkan kepada alam semsta.  Lalu apa yang harus kita lakukan pada saat ini? Sudah barang tentu kita harus terus menjalankan peran kita sebagai umat Muslim dan hamba Tuhan yang baik, yang selalu menebarkan kedamaian di alam raya ini.

Mungkin masih ada diantara kita yang belum mampu untuk memeankan diri sebagai umat terbaik, namun setidaknya kalau tidak melakukan  perbuatan melawan hokum dana cendrrung  merusak, kiranya juga sudah cukup untuk memberikan kesan positif kepada pihak lain. Kita mampu memreankan hal yang demikian, kita sangat yakin bahwa pada saatnya nanti dunia pasti akan mengakui bahwa islam dan ajarannya ialah merupakan agama terbaik  yang ada dan seharusnya seluruh umat manusia memeluk dan mengamalkan ajaran ajarannya dengan benar.

Karena itu jika saat ini muncul agama yang justru para pemeluknya melakukan  kekerasan dan hal hal lain yang berkonotasi keburukan, pastil;ah itu sudah menyimpang dari ajaran agamanya yang hakiki. Patut kiranya kita semua hati hati dan waspada terhadap segala macam  klaim yang mengatas namakan agam tertentu tetapi untuk tindakan yang hanya berkpnotasi keduniaan semata, seeprti untuk kepetningan politik tertentu atau untuk mendukung salah satu pihak yang mampunyai kepentingan politik.

Agama itu pastinya untuk semua  atau untuk kep[etningan banyak pihakl, bukan hanya untukkepentingan tertentu saja.  Karena itu sesunggunya cukup mudah untuk mengenali apakah sesuatu itu berasal dari ajaran agam  murni atau karena sudah dibelokkan atau dikendalikan  pihak tertentu untuk kepentingan tertentu pula. Jika ada klaim bahwa sebua agama itu untuk kepetningan pihak tertentu, maka itu berarati kebohongan yang sangat jelas dan tidka boleh diikuti atau didukung.

Agama, khususnya Islam itu pastinya hanif atau cenderung kepada kebaikan, cenderung kep[ada  hal hal yang positif dan berpihak kepada orang banyak. Kita sebagai umatnya wajib untuk terus menyuarakan kepentingan etrsebut agar seluruh umat mengatahuinya dan sekaligus semakin dekat dan mengamalkannya dalam ekhidupannya sehari hari.  Jika kita melakukan pekerjaan dengan mengatas namakan agama, tentu akan mendapatkan dukungan dari banyak pihak, asalkan tidak disimpangkan untuk hal yang lain.

Allah swt pasti akan mendukung kegiatan kita yang mengamalkan ajaran agama secara murni dan tidak ada niat sedikit p[un untuk menyelewengkannya dem kenpentingan lainnya. Kita harus yakin bahwa kebenaran agama yang kita peluk itu mutlak dan semuanya hanya  berpulang kepada Allah swt.  Jika kita sudha memasrahkan segala sesuatu kepada Nya, insya Allah segalanya akan menjadi baik. Bahkan kalaupun kemudian di tengah perjalanan kita menemui keburukan dan kegagalan, pastinya akan  muncul jalan keluar  yang mudah dan memungkinkan kita untuk melanjutkan kebajian yang ada.

Kalau saat ini banayk pihak berusaha untuk mengembalikan  ajaran agama kepada aslinya, maka itu merupakan usaha yang baik dan harus didukung, meskipun harus juga memunculklan istilah yang belum dikenal, namun sesungguhnya sudah dikandung dalam ajaran islam itu sendiri, seperti moderasi agama, toleransi beeragama,  dan lain jenis yang saat ini muncul ek permukaan.  Memang kita harus menyuarakan moderasi agama, yakni agama yang moderat  dan tidak ekstri,m , naik ekstri kiri maupunikstrim kanan, karena semua yang  terlalu itu pastinya tidak akan bagus.

Ajaran toleransi sesungguhnya juga sudah dipraktekkan oleh Rasulullan saw beerta p[ada sahabat beliau dalam perjalanan hidup mereka sehari hari, terutama  dalam hubungannya dengan pihak lain yang juga non muslim.  Betapa mereka sangat menghargai dan menghormati keyakinan yang dipegang oleh non musim dan  tidak mengganggunya, terkecuali jika mereka sendiri mulai mengganggu kehidupan orang muslim.  Meskipun sebelumnya saat mereka tertekan dan  masih di bawah bayang bayang laum kufar, mereka selalu diperlakukan dengan tidak adil, namun  ketika mereka berkuasa, ternyat tidak membalsa dendam, melainkan justru malah memperlakukan mereka dengan baik, asalkan mereka juga menghormati umat muslim.

Terkadang kita tidak mampu untuk membedakan antara sesuatu yang dijalankan untuk keptningan umum dan hal lain yang dimaksudkan untuk keptningan tertentu saja, sehingga kemudian mengambil kesimpualn yang tidak tepat.  Karena itu sekali lagi wajib bagi kita untuk senantiasa melakukan  koreksio diri  dengan kembali mengkaji ajaran agama kita yang murni sehingga kita akan mampu bersikap dan mengendalikan diri untuk tifdak berbuat  yang dapat merugikan kita dan agama kita sendiri.

Semoga ke depan kita akan mampu memerankan diri sebaai orang muslim yang mendalami dan mengamalkan ajarannya dengan murni sehingga alam sekitar dan lingkungan kita juga akan mendapatkan berkah dari semua yang kita upayakan.  Pastinya kita juga akan mendapatkan kemudahan dan kelonggaran ketika  kita selalu berada dalam jalur keberanagn  melalui pengamalan ajaran agama kita. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.