TANTANGAN SEMAKIN BERAT UNTUK PERGURUAN TINGGI

Sebagaimana kita tahu bahwa  akreditasi melalui BAN PT pada saatnya nanti akan diubah dari 7 standar menjadi 9 standar, tentu  upaya tersebut dilakukan untuk semakin meningkatkan mutu perguruan tinggi itu sendiri, namun harus diakui banyak perguruan tinggi yang engeluhkan hal tersebut, karena untuk 7 standar saja masih ngos ngosan, apalagi kalua kemudian ditambah menjadi 9 standar yang juga  lebih menekankan persoalan publikasi dan  kaitannya dengan dunia internasional.  Bahkan dengan 9 standar tersebut perguruan tinggi akan dilihat tentang outcome nya bukan saja  prosesnya semata.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seluruh perguruan tinggi, termausk bagaimana mengupayakan agar  para dosen terutama yang belum melanjutkan  studi lanjutnya agar segera melakukannya, karena  ukuran dosen yang sudah doktr juga menjadi salah satu  yang diperhatikan.  Demikian juga jumlah guru besar di perguruan tinggi akan menjadi salah satu yang dipertimbangkan.  Selama ini akreditasi A atau unggul di program studi, belum menjadi ukuran utamanya, namun pada saat 9 standar nanti jumlah prodi yang terakreditasi unggul harus mencapai minimal 60 % dan lainnya.

Itulah mengapa saya sebutkan dalam judul ini bahwa tantangan perguruan tinggi semakin berat, terutama bagi perguruan tinggi yang masih belum beranjak dari keberadaannya sebagaimana selama ini.  Sesungguhnya terlepas dari beratnya persyaratan tersbeut, dikandung maksud bahwa sebagai sebuah perguruan tinggi, seharusnya terus meningkatkan mutunya, dalam semua aspeknya, termasuk aspek menegemennya dan penyediaan  fasilitas yang diperlukan dan juga SDM yang mumpuni sebagai sebuah perguruan tinggi yang dianggap maju.

Biasanya  persoalan data dan  dokumen tertentu menjadi masalah bagi perguruan tinggi, karena   hamper semluruh SDM nya tidka terbiasa dengan persoalan tersebut. Sesungguhnya sudha banyak peringatan dari berbagai pihak  tentang persoalan etrsebut, karena bagaimanapun persoalan data itu penting dan sangat menentukan, buakn sekedar sebagai alat bantu, melainkan saat ini sudha dianggap merupakan factor penentu.  Data yang akurat akan mampu mempermudah siapapun utnuk emndapatkan berbagai kesempatan dan fasilitas dalam upaya semakin meningkatkan kualitas.

Biasanya orang tidak akan memperdulikan data atau dokumen atas  berbagai macam kegiatan yang sudah dijalankan, terkcuali yang mengharuskan seperti untuk pertanggung jawaban keuangan, namun jika tidak ada kaitannya dengan pertanggung jawaban, biasanya diabaikan dan tidak diperhatikan, padahal semua data itu pasti penting sehingga seharusnya didokumentasikan secara baik dan rapi.  Sebab pada saatnya dokumen tersebt pasti diperlukan dan  menjadi salah satu factor penting dalam  banyak hal.

Taruhlah pada saat melaksanakan rapat rutin dengan  para staff, hasilnya terkadang luput dari catatan sehingga pada saat beberapa waktu berikutnya semua akan hilang dan terlupakan, padahal itu merupakan sebuah kesepakatan dan perlu ditindak lanjuti.  Nah, aspek data tersebut tentunya harus diperhatikan dan kita harus menugaskan  satu orang untuk bertanggung jawab mendpkumentaiskan smeua hal yang telah dijalani di smeua tingkatan.  Era  esuk adalah eranya data, jangan sampai kita tertinggal dengan yang lain hanya gara gara kita tidak ngopeni data dan sama sekali tidak menyadari pentingnya data tersebut.

Sudah barang tentu tidak hanya  data saja, melainkan juga seluruh hal yang  berkaitan dengan proses kita menjalankan  kegiatan juga harus didokumentasikan dan  tercatat serta terrencanakan dengan baik.  Keputusan dan kebijakan apapun juga seharusnya diberikan aspek formalnya seperi keputusan rector dan lainnya.  Dengan begitu smeua orang akan mampu  mengavu kepada keputusan tersebut dan menjadikannya sebagai sebuah ketentuan yang harus dipatuhi bersama.  Jangan sampai ada  satupun kebijakan yang diambil hanya berdasarkan  keinginan semata yang tidak dituangkan dalam sebuah regulasi, yang hanya akan mengakibatkan ketimpangan saja.

Persoalan karya dosen yang  diharapkan mampu mewarnai kehidupan kampus juga harus terus kita galakkan dan support, buakn saja untuk kenaikan pangkat, melainkan justru untuk memberikan sumbangan nyata bagi masyarakat.  Beruntung kalua karya ilmiah tersebut didasarkan atas sbeuah penelitian yang bagus, sehingga akan menjadi acuan dan  rujukan bagi banyak pihak.  Tentu kita sangat merinrukan bahwa dosen dosen kita akan mewarnai khanasah keilmuan di negeri kita, bahkan  akan juga dibaca dan dirujuk oleh semua orang di atas dunia.

Memang sudah waktunya semua dosen berusaha untuk mengembangkan temuan dan inovasi inovasi dalam berbagai bidang keahlian yang dimiliki, termasuk bidang keagamaan tentunya.  Pikiran pikiran yang cerdas yang dihasilkan oleh para sarjana kita tentu akan semakin membuat kita  dikenal sebagai gudangnya ilmu dan ide yang cemerlang  yang tidak asal berbeda tengu juga patsi snagat dinantikan oleh masyarakat kita.  Masyarakat tentu snagat ingin bahwa perguruan tinggi akan mampu menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh mereka dalam meningkatkan kesejaheraan.

Sudah barang tentu negara juga membutuhkan sumbangsih kita untuk lembih memberikan gigitan yang terasa dalam upaya meninbgkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Kinginan tersbeut rupanya saat ini masih gterlalu  jauh, karena kebiasaan kita yang belum mengarah ke sana, namun dengan kesungguhan dan support kita yang tersu menerus, kiranya akan membuat kondisi yang kita inginkan akan dapat kita jamah, meskipun belum maksimal.  Kita memang sangat menginginkan bahwa semua dosen akan sellau meningkatkan kryanya secara terus menerus tanpa henti.

Hal yang tidak kalah pentingnya untuk kita usahakan ialah kepedulian kita terhadap persoalan di masyarakat yang terkadang tidak terkontrol dan dapat membahayakan kesatuan bangsa secara keseluruhan. Lihat saja  persoalan ujaran kebencian yang saat ini marak, tidak kenal siapa mereka itu, karena ada yang meulainya dan yang lain terpancing untuk mengikutinya.  Nah, kitalah sebagai manusia intelek yang diharapkan akan mampu menyetop kenyataan tersebut dan mengubahnya menjadi  pernyataan yang sopa dan menghargai keberadaan pihak lain yanag meskipun berbeda tetapi harus lebih ditonjolkan kebersaman sebagai  anak bangsa.

Kita memang sudha menyatakan perang terhadap hoaks, tetapi rupanya semakin hari kita semakin dijejali oleh hoax yang semakin menyedihkan, karena sepertinya sudah tidak ada lagi akhlak yang dijadikan pegangan dan sepetinya juga sudah tidak mempeduliakn ajaran agama yang diyakininya.  Karena itu sudah saatnya kita melakukan aksi yang nyata bukan sekedar himbauan untuk tidak membuat dan menyebarkan hoax, melainkan justru kita secara nyata harus membuat  berita yang benar dan diberikan kepada msayraakat  beriringan dengan menjauhkan hoax dari masyarakat.

Dengan cara nyata tersebut kita berharap bahwa  pada saatnya nanti kita memang benar benar akan mampu menjauhkan masyarakat dari hoax yang pasyi sangat menyedihkan tersebut.  Tentu masih banyak lagi tantangan  yang menghadang kita di depan mata, namun dengan  memberikan tekanan dan priorirtas  kepada beberapa hal yang paling mendasar tersebut kita insya Allah akan mampu bangkit dan dalam kaitannya dengan mengelola perguruan tinggi juga akan semakin men ghasilkan karya nyata yang lebih baik.  Semoga ke depan perguruan tinggi kita akan berperan aktif dalam memberikan sumbangsih kepada msyarakat, angsa dan negara kita secara lebih  baik, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.