ALLAH ITU BEGITU DEKAT DENGAN KITA

Terkadang kita risih menyaksikan betapa ada orang yang berdoa memohon kepada Allah swt dnegan suara yang sangat lantang dan seolah memamerkankanya kepada banyak orang, padahal Tuhan itu Maha Mengetahui dan Maha mendengar. Lalu kenapa harus berdoa dengan suara  keras dan seolah menganggap Tuhan itu  sangat jauh dan khawatir tidak mendengar permohonan kita?  Bahkan diantara kita justru  ada yang emmpermainkan doa tersebut hanya sekedar mengelabuhi mata manusia lainnya.

Coba bayangkan  ketika ada sekelompok manusia yang membuat sandiwara seolah berdoa dan bahkan menangis, padahal itu semua hanyalah buatn dan sekedar untuk mendapatkan simpati manusi lainnya. Lalu apakah Tuhan akan diam saja menyaksikan betapa manusia sangat bodoh dan mengelabuhi diri mereka sendiri. Bukankah Tuhan itu Maha Mengetahui apapun yang diperbuat dan bahkan  hanya direkam dalam hati dan pikiran saja. Lalu kenapa masih ada orang yang  berani bersandiwara dikaitkan dnegan Tuhan?

Dahulu pernah ada seorang yang berdoa memohon kepada Tuhan dengan pakaian yang kumal dan wajahnya juga penuh dengan debu dan banyak sahabat Nabi yang mengira itulah mungkin  doa yang akan diijabahi oleh Tuhan, namun kemudian Rasul justru berkata sebaliknya, bahwa Tuhan itu  tidak akan menerima dan emndengarkan doanya orang yang berdoa  dengan cara dmeikian.  Allah pasti akan menerima doa hamba Nay yang mau bersungguh sungguh berdoa dan tidak disertai oleh hal hal yang justru akan menjauhkan doa dari Nya.

Jika ada hamba yang bertanya tentang diri Ku, maka katkanlah bahwa Aku ini sangat dekat dnegan hamba Ku dan aku akan mengabulkan permohonannya. Lalu kalau Tuhan sudah berfirman seperti itu lalu kenapa kita harus mencari jalan lainnya yang justru akan semakin menjauhkan diri kita dari Tuhan. Kaitannya dengan Tuhan, kita memang tidak dapat mengira ngira sendiri, karena  kaitannya dengan Tuhan itu hanya Nabi yang tahu menyikapinya, buian dengan cara yang kita cari sendiri yang justru malah salah dan Tuhan tidak berkenan.

Kita swering memosisikan diri kita seolah sangat jauh dnegan Tuhan, karena mungkin kita hanya melihat perbedaan yang memang  tidak sebanding, yakni kalau Tuhan itu merupakan Dzat yang suci dan Berkuas, namun keberadaan kita begitu lemah dan sangat ebrgantung kepadaNya, sehingga kita seolah memang sangat jauh. Itulah yang kemudian membuat diri kita semakin menjauh.  Seharusnya kita terus berusaha mendekat kepada Tuhan, yakni dengan terus berusaha menjalani semua perintah dan titah Nya dan menjauh dari smeua larangan Nya.

Jika kita sudha merasakan kedekatan dengan Tuhan, maka di situlah kita akn mampu merasakan betapa kasih dan saying Tuhan begitu hebatnya kepada kita.  Semua keperluan kita dipenuhinya dengan sangat baik dan kita bahkan sangat tidak pantas menerima pemberian dan nikmat tersebut, karena kita kuirang bersyukur terhadap nikamt nikmat etrsebut. Apapun yang kita dapat di dunia ini sesungguhnya merupakan pemberian gratis dari Nya, namun terkadang kita terlalu angkuh untuk mengakui smeua itu dan kemudian seolah kita ini yang memang mendapatkannya dari keringat kita semata.

Itulah mengapa kita harus terus menerus meminta ampunan dari Nya karena kelalaian kita tersebut dan  karena  ketidak mampuan kita untuk berterima kasih kepada Tuhan.  Kita pasti tidak akan mampu menghitung semua kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita, dan biasanya kita justru malah mengingat dan menghitung  kekurangan yang kita dapati, meskipun  itu hanya sedikit saja. Iyulah yang kemudian menyebabkan  keangkuhan kita untuk tidak bersyukur atas semua nikmat yang kita rengkuh.

Mungkin suatu ketika kita memang sedang tidak berada dalam mood yang terbaik dan kemudian pikiran kita juga melenceng dari yang seharusnya, namun itu pastinya hanya sebentar dan kemudian akan kembali normal lagi, pada sat itulah seharusnya kita cepat cepat ingat dan kembali memohon ampunan dari Nya ssmabil selalu berusah untuk bersikap syukur  terhadap apapun yang sudah kita dapatkan.  Jika itu tidak kita jalankan, pastinya kita akan semakin menjauh dari Nya dan pasti kita akan mendapatkan kesulitan dalam hidup kita.

Lihatlah para wali Allah yang begitu dekat dengan Nya dan selalu merasakan kebahagiaan yang hakiki meskipun secara lahir mereka itu bukan orang yang dipenuhi dengan harta, tetapi hati mereka kaya dan mereka sangat tenteram dalam menjalani hidup.  Tidak banyak ienginan dan tuntutan serta akan mudah menyelesaikan semua persoalan yang ada di hadapannya, tidak seperti kebnanyakan orang yang justru selalu akrab dengan masalah yang sulit untuk dipecahkan, meskipun ada  bahan untuk menyelesaikan masalah etrsebut.

Orang orang salih zaman dahulu juga begitu dekat dengan Allah dan mereka seolah memang tidak mempunyai masalah hidup, karena smeuanya sudah dipasrahkan kepada Tuhan. Jadi factor kedekatan dengan Tuhan itulah yangnharus kita gapai, tentu melalui cara yang memungkinkan, seeprti menajdi hamba yang baik dan patuh dengan semua  aturan Nya, dengan selalu mengingat nama Nya setiap waktu, dan selalu meminta ampunan atas segala salah yang pernah  dilakukan.

Sesungguhnya  kapanpun tetap ada saja orang yang merasa dekat dengan Tuhan dan hidup mereka juga akan snagat tenang, meskipun mungkin secara lahir merek itu sarat dnegan masalah.  Orang yang memasrahkan seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan, pastyinya akan merasakan keringanan yang luar biasa karena semua bebannya sudah dipasrahkan kepada Tuhan. Namun memang  tidak smeua orang mampu melakukan hal semacam ini karena biasanya kalau orang masih ada rasa di hartinya, akan sangat sulit memasrahkan semua hal kepada Tuhan.

Orang akan mampu merasakan kedekatannya dengan Tuhan jika  sudah mampu untuk merasakan apa yang dijalankannya dalam upaya melaksanakan perintah Tuhan.  Kebanyakan orang saat ini itu mampu menjalankan  kegiatan peribadatan hanya dosebabkan oleh sebuah kewajiban yang memang harus dijalankannya, tetapi belum mampu merasakan nikmat dan lezatnya menjalankan ibadah etrsebut. Dengan dmeikian mereka pasti tidak akan dpaat meraskaan betapa dekatnya dengan Tuhan.

Kita harus yakin seyakin yakinnya bahwa  untuk mampu merasakan kedekatan dengan Tuhan, haruslah dimulai dengan merasakan  lezatnya menjalankan ibadah kepada Nya, meskipun hal ini harus melalui proses panjang, namun tidak mengapa karena itu memang yang harus dijalani. Lalu ketika kita sudah mampu emnghilangkan smeua hambatan untuk mengosongkan hati dan pikiran hanya untuk mengingat Tuhan saja, barulah kita akan memulai proses untuk mengisi dengan asma Tuhan dengan segala sifat sifatnya.

Nah, jika kita kemudian sudah mampu untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam diri kita, maka saat itulah kita akan dengan mudah merasakan kedektana kita kepada Tuhan, dn jika itu sudah tercapai, maka tidak ada lagi kenikmatan yang melebihi kedekatan kita kepada Tuhan, dan pastinya kita akan menjadi manusia yang paling puas dalam menjalani kehidupan di dunia ini.  Semoga kita memang mampu menjalani smeua itu dan akhirnya mendapatkan apa yang emmang ingin kita dapatkan, yakni dekat  kepada Tuhan dalam segala situasi.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.