SIFAT MANUSIA YANG HARUS DIUBAH

Sesungguhnya manusia itu merupakan makhluk yang paling mulia, karena kebaradaannya yang dilengkapi dengan akal pikiran. Itu juga yang membedakannya dengan makhluk lainnya. Jika makhluka Tuhan lainnyasama sekali tidak dibekali oleh akal, sehingga scara  praktis mereka sama sekali tidak akan diminta pertanggng jaaban hokum atas apapun yang diperbuatnya.  Sedangkan manusia  yang diberikan akal pikiran, semestinya  harus diberikan pertanggung jaaban hokum karena seharusnya semua orang dapat berpikir dan menentukan yang terbaik bagi dirinya.

Dengan begitu jika ada macam atau  binatang lainnya kemudian  ketahuan membunuh manusia, maka sama sekali tidak ada hukumnya, terkecuali hukuman manusia terhadap diri binatang tersebut namun tanpa proses  pemberian hukuman.  Akan tetapi jika manusia melakukan pembunuhan kepada sesame manusia dan atau kepada smeua hal yang dilarang, maka mansuia etrsebut dapat diproses untuk mendapatkan hukuamnnya.  Dengan akalnya manusia seharusnya dapat membedakan mana yang baik dan memberikan manfaat dan mana yang buruk dan merugikan.

Dalam kaitannya dengan kehidupan manusia sendiri, manusia itu dibekali oleh sifat yang selalu tidak puas dengan kondisi yang didapatinya, sehingga biasanya jika dmeikian manusia itu tidak akan pernah merasakan kenikmatan hidup, karena  posisinya yang selalu gelisah dan menuntut sesuatu yang lain.  Namun jika diberikan kelonggaran dan kenikmatan misalnya, maka biasanya manusia itu suka lupa untuk bersyukur dan lupa terhadap kewajibna dan tanggung jaabnya.  Sigfta inilah yang biasanya akan menuntun manusia menjadi lebih buruk karena selalu mengikuti sifat buruk tersbeut.

Lebih buruk lagi pada saat yang sama kemudian setan menggodanya dan membimbingnya ke jalan yang semakin jauh dari jalan Tuhan.  Artinya kita dapat menemukan jenis manusia yang dapat melebihi singa dalam kebuasannya dan ketegaan terhadap sesame manusia.  Namun dalam waktu yang sama  kita juga dapat menemukan jenisn menusia yang melebihi malaikat dalam hal kebaikannya.  Tentu semua itu hanyalah bahawa perumpamaan semata, karean sejatinya kita juga tidak pernah menyaksikan malaikat itu sendiri, namun jenis makhluk tersbeut dikonotasikan sebagai makhluk yang baik.

Jika manusia  ingin menjadikan dirinya sebagai makhluk yang sempurna dan bagus, maak dia harus mampu mengubah sifatnya tersebut menjadi sifat kenabian atau sifat yang lebih baik, yakni selalu optimis dan tidak pernah mengeluh dalam kondisi apapun. Demikian juga akan selalu bersyukur kepada Tuhan ketika mendapatkan kasrunia yang membahagiakan.  Keaabaran dirinya dalam menghadapi setiap cobaan adalah bukti bahwa dia mampu menjadikan sifatnya sebagai sifat kenabian, dan itulah yang akan emmbawanya kepada kondisi ayng baik dan menyelamatkan.

Sifat egois dan ingin memiliki semua yang ada di tangan pihak lain serta selalu dengki dengan apa yang dimiliki olehn piahk lain adalah sebagian sifat manusia yang memang harus diubah oleh manusia sendiri dengan menggunakan pertimbangan akal  sehatnya.  Demikian juga tamak yang biasanya menghiasi kehidupan manusia juga harus dibuang jauh jauh dan diogantikan dengan keinginan untuk hidup rukun bersama dan saling membantu.  Memang berat untuk mengganti sifat tersebut, terkecuali bilamna manusia itu sendiri yang berkinginan kuat dengan tujuan untuk mendapatkan kebahagiaan sejati dan bukan hnya semua.

Sifat bakhil pada diri manusia juga merupakan sifat yang seharusnya ditinggalkan dan digantikan dengan sifat derma. Hal tersebut akan mudah dilakukan ketika manusia sudah mampu berpikir untuk hidup ebrsama  dan persaudaraan.  Ketika kita berpikir bahwa kehidupan dunia itu sangat etrbatas dan sementara, sedanghkan kita akan hidup abadi di alam akhirat, tentunya dengan akal sehat, menudia akan  dapat menentukan pilihannya yakni akan jauh lebih memilih kehidupan akhirat, karena itu kemudian mereka akan melaklukan investasi untuk kehidupan akhirat yang kekal tersbeut.

Jika kehidupan akhirat yang lebih dipentingkan, maka secara otomatis dia pasti akan selalu melakukan kebajikan, yang salah satunya ialah berbagai kepada sesmaa dan meringan penderitaan sesame yang sedang mengalami derita atau musibah. Jadi akal piikiranlah yang menjadi rujukan manusia dalam memilih dan menentukan jalan hidupnya.  Namun bukan berate  manusi harus emndewakan akal pikiran dan malah mengalahkan ajaran agama yang diyakininya, sama sekali bukan seperti itu, karena akal yang sehat sudah pasti akan sejalan dnegan ajaran agama, karena itu secara bersamaan juga  harus diniati untuk menjalankan  ajaran agama.

Perintah berderma dan infaq serat sejnisnya adalah jelas merupakan perintah  agama, sedangkan dari sisi akal jika kita menginginkan kehidupan akhirat yang lebih baik, maka kita juga harus menanam kebaikan saat di dunia, jadi dengan dmeikian kombinasi antara akal sehat dengan ajaran agama akan sejalan dan jika kita lakukan, pastinya kita juga akan mendapatkan pahanya. Itulah emngapa Tuhan emmberikan bekal kepada manusia  akal agar dapat dihgunakan untuk memberikan pertimbangan dalam memilih kehidupannya, baik di dunia maupun di akhirat.

Sifat suka malas malas sesungguhnya juga  merupakan sifat manusia yang harus segera diubah menjadi semangat tinggi untuk melakukan berbagai kegiatan agar dapat menciptakan banyak kreatifitas dan inovasi.  Dengan semangat yang menyala untuk melakukan berbagai aktifitas tentu akan mampu menghasilkan seuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan juga pihak lain.  Sebaliknya jika kita membiarkan sifat malas tersebut terus berada di dalam diri kita, maka akan banyak hal yang terabaikan yang seharusnya dapat dijadikan sebagai sesuatunyang bermanfaat. Malas berusaha, malah bekerja dan malas melakukan apapun itu pastinya akan emberikan dampak yang sangat merugikan, karena akan menjadikan seluruh anggota badan akan terhenti tanpa berbuat sesuatu.

Suka malas itu akibat lebih jauhnya akan menghasilkan  sifat membayangkan sesuatu yang indah indah tetapi tidak dibarengi dengan usaha untuk mendapatkannya, alias melamun atau panjang angan angan. Agama kita melarang untuk  hal yang satu ini, karena akan dapat menyeret manusia kepada kemalasan yang  mematikan.  Artinya jika seseorang selalu menghayal dan tidak pernah melakukan sesuatu untuk emndapatkan sesuatu yang dikhayalkannya, pastinya semakin lama dia akan semakin menjadi manusia yang malah menjadi beban kepada pihak lain.

Tentu masih terlalu banyak lagi sifat  manusia yang seharusnya ditinggalkan dan diganti dengan sifat lainnya yang baik.  Namun smeua itu sangat etrgantungma usianya, apakah dia mau menggunakan akal sehatnya untuk memikirkan dirinya dan nasibnya di kemudian hari ataukah sama sekali tidak pernah memikirkan hal tersbeut.  Artinya kalau manusia sendiri tidak mau menggunakan pkirannya  sebagai pemberian yang paling hebat dari Tuhan, berarti dia telah menyia nyaiakan pemberian Tuhan, dan itu pastinya juga berdampak dosa bagi dirinya.

Untuk itusebaiknya seluruh manusia mulai menyadari masalah ini dan secepatnya segera gunaan akal sehatnya untuk memikirkan masa depannya, baik saat masih di dunai ini maupun kelak saat sudah berada di alam akhirat.  Dengan menggnakan akal sehatnya, pasti manusia akan  mampu melakukan sesuatu yang terbaik bagi dirinya dan menjauhkan diri dari sesuatu yang akan dapat menyeret dirinya ke luabng yang sangat dalam dan menyengsarakannya.  Semoga kita mampu menggunakan akal kita untuk kebajikan diri dan alam sekitar, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.