SERIUS DALAM MELAKSANAKAN TUGAS

Selama ini rupanya kita masih belum ngeh benar dengan apa yang seharusnya kita lakukan, karena dapat kita lihat betapa pekerjaan yang terus menjadi PR bagi sebagian besar masyarakat kita, padahal kalau dilihat dari sisi waktu yang tersedia, seharusnya dapat selesai tepat waktu.  Hal ini  kebanyakan disebabkan oleh  keengganan  orang untuk menjalankan tugasnya dengan suyngguh sungguh.  Kebiasaan untuk bersnatai santai terus dijalankan, sampai sampai hal yang mendesak sekalipun juga akhirnya terabaikan.

Kita tentu sangat menyesalkan kondisi demikian karena akan banyak pekerjaan yang terlambat disebabkan bukan oleh kondisi yang sama sekali tidak dapat dihindarkan, melainkan hanya disebabkan oleh ketidak seriusan semata. Nah, bagi sebuah institusi yang akan mempunyai gawe besar dan sangat menentukan nasib ke depannya tentu berharap seluruh karyawan dan pekerjanya akan serius dalam menjalankan tugas.

Bahkan hampir kebanyakan orang saat ini akan lebih terasa serius jika sudah kepepet dan waktunya sudah sempit, sehingga hasil pekerjaannya juga tidak dapat makksimal, tetapi selesai.  Inilah kebiasaan buruk yang harus segera diubah  sehingga akan  menjadikan setiap orang akan serius dalam menjalankan pekerjaan sejak awal diberikan tugas tersebut.  Tentu ini memerlukan sebuah pengkondisian  yang tidak mudah, melainkan sangat sulit tetapi kalau diseriusi pasti akan dapat terealisasi juga.

Kita pasti sudah sama saama tahu bahwa p[elaksanaan program kegiatan yang dibiayai oleh DIPA di kementerian /lermbaga pada umumnya juga banyak yang menumpuk di akhir. Bahkan sudah berkali kali diingatkan sekalipun masih saja  tidak berubah. Jadual juga sudah dibuat bahwa pada tiap triwulan sekali diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan program kegiatan etrsebut, namun hasilnya biasanya sampai kepada triwulan ke tiga, masih  berada di angka belasan persen.

Lalu pada saat akan dilakukan pemeriksaan oleh inspektorat atau oleh BPK yang biasanya dijalankan pada dua bulan setelah berakhirnya  tahun anggaran,  masih saja tetap  santai karena BPK belum dating.  Nah, akhirnya  harus kecacalan pada saat BPK mengajukan waktu pemeriksaannya yang pada bulan Januari sehingga banyak pihak yang kepontal pontal dana menyiapkan data.  Padahal sesungguhnya kalau smeua pihak  siap dalam arti  rapi dalam  pengadministrasiannya, pastinya tidak akan kesulitan, kapanpun BPK masuk.

Kita juga menghadapi hal yang relative sama pada saat menunggu kedatangan para asesor BAN PT untuk memvisit ajuan boring untuk institusi yang karena kepotong tahun baru, kemudian pelaksanaannya masih belum jelas. Namun  sesunggu ya kita sudah dapat menebak bahwa tidak akan lama dari waktu yang ada, karena pelaksanaan AK sudah selesai, namun karena kebiasaan kalu belum ada ketentuan waktu yang tepat, kemudian menjadi nglokro, maka semua persiapan yang sudah bagus,  lalau ditinggal dan kemudian menjadis edikit lupa.

Nah, pada saat kemudian ada pemberitahuan secara resmi bahwa AL akan segera dilaksanakan, maka  semua akhirnya tergopoh gopoh untuk mempersiap[kan diri lagi, namun masih tetap lebih bagus, karena sebelumnya kita sudah mempersiapkan sedemikian rupa sehingga tinggal penyesuaian  saja, terutama dengan tempat penyambutan para asesor nanti.  Selebihnya mengenai kelengkapan dokumen yang sudah lengkap, hanya  membutuhkan penataan yang mudah untuk diakses saja, dan itu akan lebih mudah dilaksanakan oleh bagian data yang memang menjadi tugas p[okoknya.

Mungkin juga masih ada sedikit persoalan mengenai IT yang hari hari semacam ini terkadang  mengalami gangguan karna cuaca yang buruk dan mengganggu, namun jika dipersiapkan dengan baik, termasuk  memeprsiapkan genset untuk njagani kalau listrik padam dan sejenisnya, maka  persiapan sejak saat ini tentu akan jauh lebih membantu dan bagus.  Tujuannya ialah agar pelaksanaan  penilaian dan viti oleh asesor nanti akan berjalan dengan sangat memuaskan dan sekaligus juga akan mendapatkan penilaian yang maksimal.

Untuk itu smeua pihak emmang harus menyiapkan diri dengan sangat baik dan tidak bertindak sendiri sendiri tanpa koordinasi sehingga akan menyulitkan kita nantinya.  Pengkondisian semua pihak juga harus tetap dijalankan, termasuk mengundang para alumni yang akan diwawancarai oleh asesor, kemudian pada mahasiswa dan juga para tokoh masyarakat.  Kita harus menyiapkan segalanya karena ini  akan menentukan status akreditasi kita untuk lima tahun ke depan. Jangan sampai kita menyesal setelah terjadi.

Masih banyak lagi kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan orang di sekitar kita, yakni kurang serius dalam menjalankan ugas dan kewajibannya, terutama kalau masih menganggap banyak waktu yang tyersisa, sehingga mereka bersantai ria, padahal kalauy mereka serius sejak awal, maka mereka akan mendpatakn banyak keuntungan, salah satunya ialah jika pekerjaan kita ditagih, maka semuanya sudah siap, dan kalau kemudian ada pekerjaan lain yang lebih menguntungkan, kita juga akan dapat mengambilnya tanpa merasa terbebani oleh pekrjaan lainnya.

Jadi kita memang harus bersikap sebalinya dati kebiasaan yang selama ini ada, yakni bahwa pekerjaan harus cepat dibereskan terlebih dahulu, baru kalau masih ada waktu tersisa kita akan dapat membuat sesuatu yang lain, atau misalnya kalau ingin sedikit bersantai tidak mengapa karena kewajibannya sudah diselesaikan.  Tentu penyelesaian tugas tersebut tetap harus dijaga kualitasnya dan  tetap memperhatikan ram u rambu yang ada sehingga tidak menyalahi ketentuan regulasi yang berlaku.

Seharusnya kalau perkiraan tepat, maka tidak ada waktu tersisa yang terbuang percuma, karena pasti sudah ada tugas lain yang  harus pula kita laksanakan.  Tentu kita memang bukanlah sebuah robot yang bekerja tanpa istirahat, melainkan kita tetap harus memperhatikan persoalan keselamatan kerja dan aspek lainnya yang memungkinkan kinerja kita tetap tejaga kualitasnya.  Namun jika kita mampu menjalankan pekerjaan dengan baik dan cekatan, pastilah masih akan tersisaa sedikit waktu yang dapat kita jadikan sebagai saat untuk bernafas atau untuk menghasilkan sesuatu yang lain yang juga bermanfaat bagi kita.

Artinya  mulai saat ini kita harus mampu mengubah diri kita menjadi sosok yang bwertanggung jawab terhadap pekerjaan dan sekligus juga mampu berbuat sesuatu yang lebih sehingga keberadaan kita emmang menjadi sebuiah kemanfaatn bagi luingkungan dan banyak orang.  Jangan sampai kita justru menjadi beban dan benalu bagi pihak lain ataupun pihak pemberi kerja, karena kalau itu yang terjadi maka keberadaan kita justru akan selalu memberikan beban tambahan bagi pihak lain dan  bahkan menjadi masalah bagi siapapun yang ada di sekitar kita.

Keseriusan kita dalam menjalankan sebuah pekerjaan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita akan selalu memberikan peluang bagi kita untuk memajukan diri kita  lebih baik lagi. Dan di situlah akan terbuka peluang yang banyak untuk kita masuki dan manfaatkan  untuk diri kita dan juga untuk institusi tempat kita mengabdikan diri.  Semoga kita akan mampu menjadi orang yang  mendjaikan setiap kesempatan  menjadi sebuah manfaat bagi banyak orang, sehingga kita akan mampu mewujudkan khairun nasi anfauhum linnasi sebagaimana harapa dari kanjung nabi Muhammad saw. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.