OPTIMIS MERUPAKAN SAYARAT UNTUK MAJU

Kiranya tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak ingin maju, apalagi kalau orang tersebut mempunyai cita cita tertentu dan mempunyai sebuah usaha.  Namun  tidak semua orang yang mempunyai keinginan untuk maju tersebut mengetahui syaratnya, sehingga  diantara mereka kemudian ada yang tetap jalan di tempat, sebagiannya malah ada yang mundur, meskipun juga banyak diantara mereka yang benar benar maju.  Masing masing orang tentu mempunyai cara sendiri untuk maju tersebut.

Hanya saja sesungguhnya ada satu kata kunci sebagai sayarat untuk dapat maju, yakni optimisme yang tinggi serta menjauhkan diri dari sifat bosan dan menyerah kepada keadaan.  Optimis tentu merupakan sifat yang  akan selalu memberikan dorongan untuk tidak menyerah kepada kondisi seperti apapun dan bahkan akan terus memberikan semangat untuk mencari jalan keluar dan menjalankannya. Sifat yang menjadi lawannya ialah pesimis, yakni kondisi yang selalu mengajak ragu dan tiedak berani melangkah, karena selalu dibayang bayangi oleh ketakuitan untuk gagal.

Bah, jika seseorang ingin  dapat maju dan berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, tentu harus emmpunyai sifat optimis dan  menjauh dari sifat pesimis dalam hal apapun.  Optimis tentu tidak identik dengan nekat, karena kalau nekat itu tanpa perhitungan sama sekali, sedangkan kalau optimis itu memang berani tetapi pasti akan dihitung terlebih dahulu  tentang  segala sesuatunya. Mengkalkulasi  kemungkinan kemungkinan yang ada adalah merupakan sikap bijak agar tidak menemui sandungan yang akan menyulitkannya.

Meskipun  mengalkulasi  tersebut terkadang juga dapat meleset, tetapi jika sifat optimis tetap kita pegang, pastinya masih ada jalan yang dapat ditempuh  untuk  mengatsi kemelesetan tersebut.  Allah juga pasti akan selalu menolong hamba Nya yang selalu optimis dan mau berusaha dengan sekuat tenaga untuk  meraih keingian tertentu.  Sedangkan bagi mereka yang pesomis, pasti juga akan  mengalami kegagalan dan kerugian, karena tidak mau dan berani melakukan sesuatu.

Kita mencatat bahwa kesuksesan  semua orang, baik dalam hal pendidikan, dalam hal usaha dan lainnya, selalu saja diiringi dengan sifat optimis yang kuat. Lihat dan bacalah sejarah perjalanan para  pengusaha yang sukses, meskipun pada awalnya selalu mengalami kegagalan dan pasang surut dalam  usaha, namun karena mereka itu optimis dengan apa yang dijalankannya, pada akhirnya mereka merih sukses yang gemilang. Kemajuan yang digapainya pasti  tidak  begitu saja, melainkan pasti akan selalu menyertakan sifat optimis dalam diri mereka, disamping selalu tabah dalam menghadapi segala rintangan dan cobaan.

Para pengelola pendidikan dan lembaga lainnya juga  dapat sukses dan memajukan lembaganya  berkat optimisme yang selalu dipelhara dalam diri mereka.  Kalaupun ada orang yang dibekali dengan modal yang besar, namun kalau dalam diri mereka tidak ada sifat optimis, maka  modal seberapaun pastinya juga akan habis karena tidak mampu untuk memajukan usaha yang digelutinya.  Jika akan membuat atau mengembangkan sebuah usaha selalu dibayang bayangi oleh ketakutan  terhadap segala kemungkinan di masa mendatang, biasanya usaha tersbeut akan macet dan pada saatnya pasti juga akan mengalami kerugian.  Itulah mengapa kita banyak menyaksikan adanya perusahaan yang bangrut setelah dipegang oleh manager baru.

Sebaliknya ada juga sebuah perusahaan yang hampir bangrut dan bahkan sudah banyak ditinggalkan oleh para pegawainya, karena mereka tidak mendapatkan keuntungan apapun dari perusahaan tersebut, namun ketika diambil alih oleh manager baru yang penuh optimis dan  profesional dalam bekerja, lalu  lambat laun perusahaan tersebut mampu disehatkan dan bahkan akhirnya menjadi sangat maju dan menghasilkan banyak keuntungan. Jadi sekali lagi semuanya  sangat  dipengaruhi oleh sifat optimis dalam diri para pengelola.

Kalau kemudian ditaruik kepada skala yang lebih kecil, kita juga dapat menyaksikan betapa banyak orang berhasil dalam studinya, meskipun  sebelumnya banyak orang meragukannya atau setidaknya banyak orang yang sama sekali tidak memperhitungkannya.  Itu juga disebabkan oleh sifat optimis yang ada dalam dirinya. Sikap optimis itulah yang kemudian menggugah dirinya untuk mempersiapkan diri menyongsong pendidikan yang dianggap merupakan masa depannya.  Berbagai persiapan tentu sudha dilakukan dan  gairah pun juga ditebarkan karena  dia sangat optimis bahwa di akan mampu sukses dalam menempuh pendidikan tersebut.

Pada saatnya ternyata apa yang dahulu diinginkannya tersebut benar benar dapat diraihnya berkat keoptimisannya dan tentu persiapan dan  kesungguhannya dalam menjalani proses pendidikan tersebut.  Demikian juga kita dapat menyaksikan adanya orang yang sukses dalam usaha ekonomi yang dijalaninya, meskipun berawal dari nol. Pada saat memulai usahanya orang tersebut hanya berbekal modal seadanya dan hanya dapat dijadikan sebagai pegangan untuk membeli bahan kebuthan masyarakat yang sangat terbatas.

Setiap pagi orang tersebut selalu menjajakan dagangannya di pertigaan jalan  di dekat rumahnya.  Sayur mayur itu kemudian   dijual dan lalu dibelikan lagi dan begitu seterusnya dan meskipun keuntungannya tidak seberapa, namun karena  optimis dalam dirinya begitu kuat, maka dia juga mampu untuk menjadikan modal yang seeikit tersebut tidak  diumbar untuk sesuatu yang tidak dibutuhkannya.  Seiring dengan berjalannya waktu keuntungan yang perolehnya menjadi bertambah dan dagangannya juga bertambah variatif.

Karena didasari oleh keoptimisan dan juga ditunjang dengan sifat jujur yang dimilikinya, pada akhirnya  dia mampu membesarkan usahanya dan akhirnya membangun sebuah kios untuk menampung dagangannya.  Lalu dalam waktu yang tidak terlalu lama semakin banyak orang yang mendatanginya untuk berbelanja dan juga banyak agen barang kebutuhan masyarakat yang menyetori barang dan terus  semakin besar saja usaha yang dijalaninya.  Namun demikian  dia memang tidak mudah untuk royal dengan membeli dan mendapatkan sesuatu yang belum menjadi kebutuhannya.

Pengalamannya usaha dari bawah tersebut kemudian menginspirasinya untuk semakin emngembangkan usahanya dalam bidang lainnya.  Dia mampu menangkaop pasar dan usaha baru yang  kiranya dapat dikelolanya dnegan baik dan menghasilkan keuntungan yang besar.  Ternyata keoptimisannya tersebut dapat terbukti, yakni disamping usaha lamanya yang sudah menjadi besar, namun dia tetap mengembangkan usaah barunya di bidang lainnya yang kemudian juga mengalami kemajuan yang pesat.

Barangkali beberapa kisah etrsebut dapat memberikan inspirasi bagi siapapun untuk menjadikannya sebagai pelajaran berharag bagi dirinya, siapa tahu pada saatnya nanti ada keinginan  untuk mencoba menekuni usaha tersebut.  Namun memang harus  ada syarat optimis yang tertabnam dalam diri agar semua dapat dijalankan dengan  matap dan akhirnya akan berkembang dnegan baik dan untung.

Disamping optimis yang harus tertus kita tanamkan dalam diri, kita sekaligus juga harus  mampu menyadari abhwa setiap usaha pasti akan ada cobaan dan mungkin kegagalannya. Namun jika optimis sudah terpateri dalam diri,  kegagalan seperti apapun akan tetap tidak menggoyahkan niat dan usahanya tersebut.  Optimis tersebut akan terus membangun dirinya  percaya kepada kekuasaan Tuhan yang pasti pada saatnya akan berpihak kepadanya.  Itulah yang kita maksud dengan mengambil p[elajaran yang berharga  dari setiap epristiwa, apalagi dari pengalaman orang yang sukses dan pastinya juga pernah mengalami kegagalan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.