BERSIKAP CERDAS DALAM MENGHADAPI APAPUN

Sebagai makhluk Tuhan yang dilengkapi dengan akal pikiran, seharusnya manusia akan lebih baik hidupnya ketimbang makhluk lainnya.  Artinya manusia akan mampu menempatkan dirinya sebagai yang terbaik dan teselamatkan dibandingkan dnegan makhluk lainnya.  Bekal akal pikiran tentu akan dapat digunakan sebagai salah satu piranti untuk menjadikan dirinya sebagai makhluk yang unggul dalam banyak hal, terutama dalam usaha untuk menyelamatkan dirinya dan untuk mendapatkan keuntungan dari kondisi yang melingkupinya.

Namun dalam kenyataannya seringkali manusia justru malah tidak mampu mengendalikan nafsunya sehingga akal sehatnya akan terkalahkan oleh nafsu tersebut.  Akibatnya pasti akan menggiring manusia pada sbeuah kondisi yang pada akhirnya akan membuatnya dirinya menyesal dan rugi.  Tetpi penyesalan dan peraan rugi tersebut terjadi setelah semuanya terjadi sehingga tidak  mampu untuk mengembalikannya  sebagaimana semula dalam waktu yang cepat. Namun jika manusia mampu menggunakan akal pikirannya untuk memikirkan semua tindakan berserta kemungkinan yang akan terjadi, tentu dia akan lebih cermat dan memilih yang terbaik.

Jika di hadapan ada dua pilihan yang sama sama sulit, maka  kalau kita tidak mau menggunakan akal sehat, pastinya  kita akan memutuskan secara sembrono dan kemungkinan besar juga akan salah, namun jika kita menggunakan akals ehat kita maka akan dapat keuntungan, meskipun harus menghabiskan waktu cukup lama, karena harus menimbang kemungkinan kemungkinannya.  Akal memang dijadikan sebagai alat manusia untuk memikirkan segala kemungkinan yang bisa terjadi  dalam kehidupan manusia itu sendiri.

Akan tetapi jika akal digunakan dan  kemudian diambil  kesimpulan yang terbaik dari beberapa kemungkinan, pastilah kita tidak akan merasa rugi ataupun menyesal.  Itulah sikap cerdas yang harus diambil dalam hal apapun.  Kalau kita sedang ebrusaha  tertentu lalu ada  dua kemungkinan yang dapat diambil, semisal kemungkinan pertama  akan menghasilkan sesuatu yang cepat, tetapi tidak seberapa, dan mungkin juga akan emngakibatkan resiko yang lebih besar, sedangkan yang lain akan menghasilkan cukup waktu tetapi akan aman dan tidka mengandung resiko yang besar.

Nah, dalam situasi demikian seharusnya manusia mengambil  kemungkinan yang kedau, sebab disamping akan aman dan resikonya relative kecil, juga akan tetap menghasilkan sesuatu, Namun jika yang diambil adalah kemungkinan pertama, boleh jadi nanti justru akan rugi karena resikonya akan terjadi dan merugikan.  Namun dalam kenyataannya masih banyak orang yang lebih mendahulukan emosi dan perasaannya ketimbanga pertimbangan rasionya sehingga  banyak orang yang  menyesal dan rugia karena  perbuatannya sedniri.

Dalam hidup kita, pasti banyak pilihan yang harus diambil dan itu ada yang sifatnya ringan dan tidak membutuhkan pemikiran, karena sudah sangat jelas pilihannya, namun ada juga yang cukup berat dan membutuhkan perenungan  secara mendalam sebelum mengambil pilihan. Nah, sebagai orang beriman kita memang sudah ada penduan untuk menentukan pilihan pilihan tersebut. Tentu piliha yang terbaik dan paling memberikan manfaat itulah yang seharusnya diambil.

Persoalannya ialah jika pilihan yang sudah jelas tersbeut kemudian ternyata berbenturan dnegan kepentingan kita sendiri, lalu apakah kita tetap akan mengambil yang tersebut ataukah kita mempertimbangkan untung dan ruginya setelah tahu ada benturan antara kepentingan kita dengan kepentingan  umum tersebut.  Kecerdasan kita itulah yang dibtuhkan dalam pengambilan keputusan yang demikian, dan tentu masing masing orang akan berbeda pilihan akhirnya karena pasti ada pertimbangan pertimbangan tertentu yang harus dimaksimalkan.

Banyak contoh yang selalu saja terjadi di kalangan umat manusia  semacam jika ada sebuah keluarga yang sudah cukip mapan dalam hal tempat tinggal, lalu mendapatkan pekerjaan di luar kota, apakah  akan berpindah tempat ataukah akan dijalani pekerjaan etrsebut dengan meninggalkan keluarga dan hanya pulang seminggu sekali.  Ini juga sebuah pilihan yang tentu cukup berat bagi orang tersebut, karena jika harus berpindah tempat, maka ada hal yang harus dipertimbangkan, semisal sekolah anak anak, hubungan dnegan tetatngga yang sudah terjalin dengan baik dan  harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Namun kondisi tersebut semuanya kembali kepada yang bersnaghkutan, apakah kira kira mampu untuk menjalaninya dengan berpindah tempat tinggal ataukah mencari solusi yang lain. Dalam menjalani hidup di dunia meang  pasti akan muncul; pilihan pilihan yang terkadang sangat berat untuk dijalani, namun jika kita cerdas menggunakan akal pikiran dan mantap dengan keputusna tersbeut, insya Allah smeua akan dapat teratasi dengan baik.  Semua pilihan biasanya akan mengandung resiko, besar atau pun kecil. Nah di sinilah kecerdasan kita akan diuji apakah kita mampu menggunakan akali kita ataukah kita menyerah kepada perasaan dan nafsu kita yang bisanya akan selalu mengarahkan kepada hal yang berujung penyesalan.

Bahkan  dalam  perhelatan demokrasi pemilu sebegaimana yang sebentar lagi akan dihadapi oleh bangsa Indonesia, terkadang juga ada p[ilihan yang sulit untuk dijalani,  semisal kalau ada saudara atau family yang dating meminta bantuan suara kepada kita, tetapi hatu nurani kita sesungguhnya tidak sepakat dnegan partainya, lalu kita harus berbuat apa? Mungkin kebanyakan diantara kita ialah mengatakan ya pada saat diminta, tetapi keputusan akhirnya masih beelum jelas, karena harus ada eprtarungan batin antara ideology dengan kesadaran sebagai family dan lainnya.

Dalam kondis demikian biasanya justru akan mudah bagi orang yang tidak terlalu fanatic dengan sesuatu atau memikirkan tentang ideology dan lainnya.  Pilihan tentang pemilu pasti akan menjadi sangat mudah dan tidak akan mempengruhi apapun dalam hidupnya. Lain dengan mereka yang mempunyai  pijakan ideology yang kuat terhadap sesuatu, lalu ada keinginan untuk mewujudkan ideology tersebut maka biasanya akan  dipertaruhkan apapun yang ada untuk mengegolkan  idiologinya tersebut.

Karena itu untuk urusan yang sama sekali tidak terkait dengan  kebutuhan kita, sebaiknya kita memang tidak terlalu m,endalam, dan cukup berlaku adil dan netral saja, sehingga tidak akan terbebani oleh hal hal yang menyuilitlkan diri sendiri.  Sedangkan untuk hal hal yang menyangkut kehidupan kita dan keluarga, tentu kita harus memikirkannya  dengan cermat agar tidak menyesal  di kemudian hari, bahkan kita hartus mampu memperkirakannya dengan kemungkinan kemungkinan terbaiknya ke depan.

Kata yang paling simple dan  memberikan keyakinan total untuk masl;aha ini ialah cerdas.  Artinya bagaimana kita mampu mengimplementasikan kescerdasa kita tersebut dalam setiap langkah yang kita ambil dan emnghasilkan keuntungan bagi kita dan umat secara lebih besar.  Jika kaitannya dengan urusan pribadi, maka kita akan mampu menjadikan diri kita sebagai  yang terhormat di mata siapapun dan memberikan manfaat yang besar bagi keluarga dan lingkungan. Namun jika berkaitan dengan persoalan umat, maka sudah barang pasti kita akan mempertimbangkan keuntungannya bagi umat itu sendiri dan juga bagui  organisasi.

Kita sangat yakin bahwa kalau kita  selalu menggunakan akal sehat kita dalam menyikapi apapun yang terjadi, sehingga kita tampak cerdas dalam setiap langkah kita, maka  kalaupun kita mengalami ekrugian, namun tiu tyidak akan fatal dan mungkin hanya sekedarnya saja. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.