BERKACA KEPADA UMAT TERDAHULU

Ada banyak cerita yang dapat kita renungkan, khususnya terkait dengan  perjalanan umat terdahulu.  Sudah pasti diantara mereka ada umat yang baik dan diantaranya pula ada umat yang buruk.  Masing masing perjalanan umat etrsebut dapat kita petik pelajaran untuk kita manfaatkan dalam kehidupan kita saat ini.  Kita tahu bahwa   memetik hikmah dari perjalanan sebuah umat tertentu itu sangat bagus, karena kita akan mampu menempatkan diri kita agar menjaladi lebih baik ketimbang umat terdahulu tersebut.

Artinya jika umat dahulu itu merupakan umat yang baik, maka kita akan mampu mengambil hal hal p[ositif dan akan kita tiru sejauh sesuai dnegan kondisi kita saat ini, karena yang terpenting ialah bagaimana sikap mereka dalam menjalani hidup, bukan kenyataan hidup mereka dalam keseharian, seprti cara makan, berpakaian dan lainnya.  Namun jika umat dahulu tersebut adalah umat yang buruk, maka kita juga akan mampu mengambil hikmahnya pula, yakni kita akan menjadikan pelajaran untuk diri kita agar tidak mengalami nasib sebagaimana mereka yang tragis mendapatkan adzab di akhir hayatnya.

Setiap peristiwa, apapun itu, maka seungguhnya kita  dapat mengambil manfaat darinya, karena kita sebagai makhluk yang berpikir, maka kita akan mampu menarik kesimpulan  agar kita dapat menjadi lebih baik ketimbang peristiwa yang kita saksikan etrsebut. Itulah kenapa kita harus terus bersyukur karena kita diberikan kesempatan hidup di akhir dan dapat melihat sepak terjang umat terdahulu. Kalu kita mau menggunakan akal sehat kita sebagai karunia Tuhan yang paling hebat, maka  sudah barang pasti kita akan mampu untuk menempatkan diri kita sebaik baiknya  dan menjadikan diri kita sebagai hamba Tuhan yang terbaik pula.

Jaika rasulullah saw pernah mengatakan bahwa sebaiak baik generasi ialah genarssiku dan kemudian setelah itu dan seterusnya, maka itu tidak akan menghalangi  kita untuk menjadi lebih baik ketimbang umat terdahulu.  Boleh jadi karena Nabi saat itu menyaksikan betapa banyaknya fitnah dan keburukan serta kemaksiatan yang  ada sehingga muncul prediksi seperti itu, itupun kalau memang benar riwayat etrsebut dating dari Nabi saw.  Secara teori sesungguhnya  umat yang lebih belakangan itu akan mampu menjadi lebih baik ketimbang yang dulu, karena alaasan yang belakangan itu mampu melihat perilaku generasi daulu sehingga akan mampu mengoreksi kesalahan dan keburukan mereka dan kemudian memperbaikinya.

Namun kita juga tentu maklum bahwa di akhir ini banyak masyarakat yang luipa kepada kebaikan dan bahkan lupa kepada Tuhannya sehingga kenyataan itulah yang kemudian mampu membenarkan kita untuk mengatakan bahwa generasi awal itu masih genuine dan masih murni dalam pengabdiannya kepada Tuhan, sedangkan masyarakat saat ini yang sudah banyak terkontaminasi  masalah dan dosa,   ungkin tidak sebagus masyarakat dahulu, tetapi itu secara umum, sedang secara personalnya tentu masih ada  sebagian umat saat ini yang lebih bagu ketimbang masyarakat dahulu.

Kita tentu tahu melalui kitab suci kita bahwa ada umat terdahulu yang selalu membangkan kepada Allah swt, bahkan ketika diutus utusan untuk mengingatkan mereka, malah utusan etrsebut dimusuhi bahkan dibunuh.  Keangkuhan dan kesombongan umat tersebut sudah mencapai puncaknya saat Firaun berkuasa di Mesir sehingga dia malah mengaku sebagai Tuhan.  Karena itu kemudian  Tuhan  membinasakannya melalui cara yang sebagaimana kita tahu, yakni  tenggelam di dasar lautan karena keingina kuiatnya untuk memburu dan membunuh nabi Musa yang sudah dijadikan target untuk dibunuhnya.

Banyak pula umat terdahulu yang selalu menentang aturan Allah yangsudah ditentukan, semacam pergaulan diantara jenis manusia laki laki dan perempuan, dimana  aturan etrsebut sudah sangat bagus, lalu mereka malah berlaku sebaliknya dan malah mengagungkan  LGBT atau homo seksual dan saat diperingatkan oleh utusan Allah yakni nabi Luth, mereka malahan menertawakannya dan bahkan pada saat nabi Luth menawarkan anak perempuannya untuk dinikahi, malah mereka malah secara terang terangan, memamerkan  keinginan mereka untuk bermesraan dengan sesame laki laki.

Akibat dari perbuatan mereka itu, lalu Allah swt memberikan adzab kepada mereka melalui gempa yang dahsyat sehingga membalikkan bumi sehingga tidak ada satupun makhluk yang tersisa di atas bumi saat itu, terkecuali hanya nabi Luith dan beberapa pengikutnya yang setia untuk menyingkir dan menjauh dari tempat tersebut. Ketragisan seperti itu juga dialami oleh umat umat terdahulu atas kedurhakaan mereka kepada eprintah Tuhan dan  ketidak taatan mereka kepada utusan Tuhan.

Namun kita juga tahu ada sebagian umat yang berperilaku baik dan tidak mampu bertahan  dalam suasana yang sangat rusak, lalu Tuhan menyelamatkan mereka melalui cara yang tidak biasa, yakni mereka  diditurkan selama bertahun tahun di dalam gua, lalu setelah  kondisi sekelilingnya berubah karena perubahan  pemerintahan dan lainnya, mereka dihidupkan kembali dengan kondisi yang  sangat ebrbeda, khususnya di kehidupan masyarakat.  Bahkan saat mereka mencari untanya, ternyata sudah menjadi tulang belulang yang sama sekali tidak tersisa sedikitpun tanda tanda kehidupan, padahal mereka merasa hanay tertidur untuk beberapa saat saja.

Tentu kita juga menyaksikan dan tahu kehidupan  umat yang baik  di sekitar Raulullah saw, saat beliau berjuang untuk menyampaikan rusalah kepada umat manusia, tentu juga ada sebagiannya yang jahat dan berusaha untuk menumbangkan  Nabi beserta sahabtanya yang baik.  Ada banyak pelajaran yang dapat kita petik dalam membaca sejarah mereka itu, dan ekmudian kita juga dapat menyimpulkannya  untuk kita ambil hikmahnya dan kita lakukan untuk kehidupan kita agar menjadi lebih bermanfaat dan  menjadikan kita sebagai hamba Tuhan yang baik, serta tahu bersyukur.

Kebaikan para sahabat Nabi yang begitu kokoh imannya meskipun selalu digangguoleh musuh musuh Islam, namun mereka tetap tabah dalam menjalani siksaan etrsebut, yang akhirnya melahirkan  sebuah kondisi  dimana kita juga seharusnya mampu mempertahankan kondisi kita saat ini yang mendapatkan gangguan yang lebih ringan.  Kebaikan para sahabat etrsebut dalam bidang lainnya juga  mampu menginspirasi kepada kita untuk dapat berbuat yang baik sebagaimana yang telah meeka praktekkan, seperti tulus dalam menolong orang, mempergunakan  hartanya untuk kepentingan umat dan agama serta lainnya.

Sebagai umat yang kebetulan dilahirkan bel;akangan, kita memang harus mampu mengambil kebajikan kebajikan umat terdahulu untuk kita tiru dan sekaligus mengambil pelajaran  keburukan umat terdahulu untuk kita sikapi dengan bijak sehingga kita tidak akan terjebur dalam keburukan tersbeut sehingga tidak akan terhindar dari murkamn Allah swt, baik sat masih di dunia maupun lebih lebih di akhirat nanti.

Allah swt telah memberikan  perintahn dan larangan melalui kitab suci dan bimbingan Nabi Muhammad saw agar kita emnjadi umat yang baik dan selamat dunia dan akhirat. Lalu  bagaimana kita tidak  bersyukur atas semua itu? Kita telah diberikan  cotoh kongkrit yang begitu terang benderang  dan kita  diberikan akal sehat untuk mampu menilainya swendiri, maka  celakanyalah bagi umat saat ini yang tidak mau dan tidak mampu mengambil pelajaran  dari umat terdahulu untuk menjadikan diri kita sebagai haba Nya yang terbaik.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.