HIDUP BEBAS DAN SEDERHANA

Setiap orang tentu akan mengharapkan dapat hidup bebas tanpa gangguan dari pihak manapun dan itu ternyata cukup sulit untuk digapai, karena selalu saja ada gangguan, baik yang dating dating diri sendiri maupun dari pihak luar.  Gangguan yang dari diri sendiri biasanya terkait denganpikiran yang terbayang adanya  ganjalan atau gangguan yang ber[otensi untuk mengganjalnya, sehingga hidupnya tidak akan dapat plong dan bebas, selalu saja dihantui oleh perasaannya sendiri.  Sedangkan gangguan dari pihak luar, tentu jauh lebih banyak dabn berbvariasi.

Manusia hidup di tengah tengah masyarakat itu memang pasti akan berhadapan dengan pihak lain yang terkadang tidak sama keinginannya, sehingga dari kenyataan itu saja sesungguhnya sudah berpotensi untuk tidak bebas dalam menjalankan keinginan hidupnya. Kalaupun seseorang tersebut mampu untuk bersikap acuh taacuh dengan segala macam komentar dan ucapan pihak lain, tetap saja  dia tidak akan dapat bebaas saat dia menginginkan  sesuatu yang  terkadang adanya  pada pihak lain.

Sementara itu jika kita ingin hidup dengan nyaman biasanya ada nasehat yang baijak dan bagus, yakni  hiduplah secara sederhana, akan tetapi  definisi sederhana itu juga masih belum jelas, karena masing masing orang akan mempunyai persepsinya sendiri sendiri. Satu p[ihak mungkin menganggap hidup nya sudah sederhana, namun dalam pandangan pihak lainnya, ternyata itu bukan sederhana, melainkan malah sudah melampaui kesederhanaan.  Namun sesungguhnya kita dapat memehami jika  kondisi masing masing orang itu berbeda, dan kalau ada orang begitu sangat kaya raya, tetapi cara hidupnya biasa biasa  saja, baik dalam hal berpakaian, berkendara dan  segala sikapnya, maka itu sudah tergolong sederhana.

Meskipun mungkin secara umum kondisi tersebut  masih cukup mewah bagi ukran mereka yang  miskin.  Sedrhana itu gaya hidup, yakni gaya hidup yang tidak hedonis, tidaak sombong, tidak memamerkan  harta dan selalu saja  tidak  mempersoalkan  siapapun yang  ada di hadapannya.  Pergaulannya menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan tidak memilih kawan dalam bermuasyarah dan lainnya.  Nah, jika orang mampu memerankan diri sedemikian rupa, maka kita sudah dapat menyebutnya sebagai sederhana.

Lalu apa ukuran bebas itu?.  Pertanyaan ini memang agak sulit untuk dijawab, karena  bebas itu banyak ukurannya, jika seseorang menginginkan adanya kebebasan yang tidak ada ikatan apapun, maka itu hanyalah sebuah mimpi di siang bolong, karena tidak mungkin orang hidup di tengah masyarakat yang serba majemuk  lalu mampu untuk  bebeas tanpa batas.  Di  masyarakat itu ada norma norma yang harus ditaati bersama jika ingin kehidupan berjalan normal dan  tidak tersendat kepentingan siapapun.  Dengan beghitu maka kebebasan yang mutlak pasti tidak akan pernah di dapatkannya.

Sedangkan kalau ukuran bebas itu hanya tidak terikat dengan sesuatu yang  membuatnya tersaandea, melainkan keterikaatan kepada norma norma yang ada adalah untuk kebersamaan dan semua orang pasti terikat oleh itu, maka itu masih dalam kondisi bebas.  Jadi kebebasan yang dimaksudakn tersbeut ialah jika dia mampu dan   boleh melakukan apapun, asalkan masih dalam koridor ketentuan yang berlaku secara umum.

Dengan demikian jika  dia masih terikat oleh ketentuan spesifik tertentu, maka dia itu belum mampu membebaskan dirinya dari ketentuan yang mengikatnya, sebagai  contoh jika ada orang menjadi pegawai di sebuah instansi  atau perusahaan yang mewajibkan untuk masuk kantor p[adan jam tertentu dan pulang kantor pada jam tertentu pula, maka itu  sesungguhnya belum  bebas, meskkpin   juga dapat dimaknai bebas dalam skala tertentu.  Karena itu orang yang berada dalam kondisi demikian jika ingin bebas hidupnya, maka dia kemudian  harus berhenti atau pension dari menjadi pegawai tersebut.

Namun jika dia hanya terikat oleh ketentuan umum  yang berlaku bagi seluruh masyarakat, maka itu sudah masuk dalam kategori bebas, seperti dapat melakukan apapun yang tidak terlarang, tetapi dia tetap terikat untuk mengambil barang milik orang lain, karena itu merupakan larangan yang berlaku untuk seluruh manusia.  Nah, jika kebebasan tersebut diukur dari itu, maka  siapapun  tentu  boleh memilih untuk menjalani jhidup bebas ataupun masih tetap ingin terikat oleh ketentuan khusus yang diberlakukan  kepadanya dan pihak lain yang sama.

Biasanya  setelah menjalani kehidupan  terikat cukup lama dan  kemudian merindukan kehidupan yang lebih nyaman dan  mampu lebih dekat dengan keluarga, orang akan berpikiran demikian dan kemudian mengambil langkah strategis yang tidak akana merugikan diri sendiri, melainkan malahan akan mampu lebih bebeas dalam menentukan jalan hidupnya.  Jika dmeikian maka kita dapa memahami dana mungkin juga mendukung, karena itulah yang akan mampu mengantarkan kebahagiaannya  dalam  meniti hidup di akhir hayatnya.

Hidup dalam kebebasan itu sangat abgus asalkan bukan bbebas untuk menrjang segala aturan yang diberlakukan untuk ketertiban, melainkan hanya untuk memberikan ruang yang lebih luas dalam memilih jalan hidup bagi seseorang yang itu tidak melanggar hak hak pihak lain.  Jika kebebasan tersebut dikaitkan dengan keinginan untuk tidak terikat oleh aturan apapun, maka itu bukan lagi kebebasan melainkan memang ingin tidak tertib.  Bayangkan saja kalau misalnya ada orang ingin bebas menikmati suara music keras menghentak hentak, dan sama sekali tidak mengindahkan masyarakat sekitarnya yang menginginkan ketenangan, maka itu buakn lagi kebebasan melainkan sudah mengarah kepada kerusakan.

Demikian juga jika ada orang  mengaku hidup sedrhana, tetapi dalam kenyataannya justru selalu memamerkan kekayaannya di depan masyarakat miskin, maka itu sama dengan kesombongan yang selalu ditonjolkan.  Hidup sederhana itu sangat bagus dan itu juga yang selalu dicontohkan oleh nabi Muhammad saw dalam seluruh hidupnya.  Karena itu sesungguhnya kita tidak akan menuduh ses4eorang sombong jika dia naik kendaraan mewah, namun saat berjumpa dengan masyarakat di jalan desa, dia mau menyapa dan perilakuknya juga  mau bergaul dengan masyarakat secara biasa.

Jadi bebas dan sederhana itu  kalau dilihat secara umum sangat relative, karena masih ada ukuran lainnya yang dekat dengan merka, karena itu kebebasan yang ada haruslah dimanfaatkan oleh orang untuk tujuan yang baik dan bukan untuk mengganggu kebebasan pihak lain atau untuk menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi pihak lain.  Sementara itu sedrhana itu juga sangat trgantung pada  perilaku dalam pergaulan di masyarakat.  Boleh jadi ada orang naik kendarana inova, tetapi perilakuknya begitu sombong dan tidak mau bergaul atau menyapa kepada orang di sekitarnya, maka iotu masuk dalam hidup[ yang tidak sesderhana.

Sementara itu ada orang naii mersi keluaran terbaru, namun selalu saja   mau bergaul dan mau menyapa siapapun yang dikenalnya dan kehidupannya juga biasa biasa saja  serta tidak mengagung agungkan kekayaannya, maka itu dapat kita sebut sebagai sederhana, meskipun kekayaannya  begitu banyak.  Namun tentu akan jauh lebih  bagus jika  orang tersebut mampu menyesuaikan diri dengan masyarakatnya, yakni jika  tinggal dimasyarakat yang sedrhana danmiskin, maka sebaiknya tidak memakai kendaraan yang mewah, melainkan biasan saja dan  seterusnya.  Semoga kita mampu hidup bebas dan sederhana yang sesungguhnya. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.