TIGA MANTERA

Ada istilah yang disampaikan oleh menteri agama  Lukman hakim Saifuddin saat membukan rakernas kementerian agama tahun 2019, yakni mantera yang jumlahnya ada tiga yang harus diterjemahkan dan disosialisasikan serta diaplikasikan dalam program dan dalam kehidupan seluruh warga kementerian agama di manapun berada, yakni Moderasi beragama, kebersamaan umat dan  integrase data.  Ini tentu konsisten dengan thema  hari amal bhakti kementerian agama beberapa waktu yang lalu yang mengusung moderasi beragama dan kebersamaan umat, dan ditambah lagi dengan integrase data yang menjadi amat penting dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab di kementerian agama ini.

Dalam raker kali ini memang berbeda dengan raker sebelumnya, baik mengenai format maupun tata caranya, termasuk memteri yang selalu mengikuti setiap sesi dari awal hingga akhir.  Selama ini, termasuk di beberapa kementerian dan lembaga, setelah membuka dan memberikan pengarahan, biasanya menteri langsung menjalankan tugas lainnya dan meninggalkan peserta raker untuk meneruskannya, tetapi kali ini sungguh benar benar luar biasa, seorang menteri mengikuti rakernas  dari awal hingga selesai dan secara terus menerus mengikuti  sesi demi sesi yang dijalankan.

Pada  sesi sebelum akhir, bahkan menteri memimpin acara yang tidak biasa dilakukan dalam raker, yakni memberikan kesempatan kepada peserta khususnya  yang mencapai  prestasi terbaik dalam beberapa hal untuk menyampaikan pengalamannya agar dapat ditiru oleh yang lain.  Salah satunya ialah  tentang  penherapan anggaran terbaik, atau pelaksanaan  proyek SBSN terbaik dan lainnya.  Bahkan dalam kesempatan tersebut menteri juga  melakukan permainan untuk menumbuhkan kreatifitas peserta sehingga diharapkan dalam menghadapi  persoalan yang bagimanapun para satker di kementerian agama akan mampu menyelesaikannya.

Di samping itu menetri juga sekaligus melakukan semacam survey melalui dua pertanyaan  mengenai siapa tokoh yang memberikan inspirasi di masing masing satker dan perubahan apa yang diinginkan di dalam tahun 2019 ini.  Tentu hasilnya belum dapat diketahui karena masih akan diolah dan dibaca seluruhnya terlebih dahulu.  Harapannya akan didapatkan para tooh yang inspiratif dan sekaligus  perubahan apakah yang diinginkan oleh peserta rakernas dan  maisng masing   satuan kerja di kementerian ini.

Secara keseluruhan kementerian agama yang selama ini mengusung thema modersi beragama akan terus dijalankan dan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar tercipta kebersamaan diantara umat yang berbeda dalam banyak hal, mengenai etnis, suku, kepercayaan dan agama serta  Bahasa daerah dan lainnya.  Sudah barang tentu itu juga menjadi keinginan bersama seluruh anak bangsa, karena dengan terciptanya kebersamaan dalam keberagaman tentu akan menjadi modal yang sangat kuat untuk melangah selanjutnya dalam upaya ,encapai cita cita para pendiri bangsa ini.

Memang untuk beberapa tahun terakhir ini  isu isu mengenai sara,  mengenai radikalisme dan juga tentang intoleransi sudah mengecil, bukan berarti tidak terjadi, melainkan skalanya yang semakin me nyempit dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.  Tentu ini harus disyukuri karena semakin banyak rang yang menyadari pentingnya kebersamaan dalam membangun Indonesia tentu akan semakin mudah bagi siapapun juga untuk ikut aktif dalam membangun bangsa ini.

Apalagi kalau dilihat lebih jauh lagi dimana bangsa kita sebagai bangsa yang sangat beragam penduduknya, tetapi mampu mengelola sehingga  dapat tercipta kedamaian dan ketenangan serta ketertiban, tentu juga harus disyukuri, karena  jika kita bandingkan dengan umat lainnya yang  terdiri dari beberapa perbedaan saja, ternyata  terus menerus terjadi pergolakan dan pertentangan serta peperangan.  Lihatlah beberapa  negara lain yang hingga saat ini terus terjadi pergolakan hanya disebabkan perbedaan madzhab saja, dan bukan disebabkan oleh perbedaan yang secara nalar sulit untuk disatukan.

Kalau kita  ingin menyaksikan apapun di negera kita pasti ada, karena semua boleh hidup di sini asalkan mau berdampingan secara baik baik dengan yang sudah ada, apalagi kalua kemudian kita ingat betapa  Tuhan telah emmberikan karunia Nya kepada bangsa ini sedemikian hebatnya.  Tanah air yang subur sehingga apapun dapat dijumpai di sini, bahkan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa  gambaran surge  sebagaimana yang diperlihatkan dalam kitab suci alquran sesungguhnya sudah dapat kita nikmati di negeri ini.

Lalu apalagi ya g harus kita perbuat dengan menyaksikan  semua itu. Hal paling pantas dan harus kita lakukan ialah kita harus bersyukur dengan cara selalu berbuat kebaikan dan saling membangtu sesame  dalam hal apapun yang memungkinkan kita lakukan.  Sebagai hamba Tuhan yang diberikan karunia begitu banyak, tentu kita  tidak boleh berdiam diri denagn membiarkan pihak lain hanya dapat melhatnya, melainkan kita harus mampu berbagi dnegan mereka.  Untuk itu sekali lagi cara yang terbaik untuk mewujudkan smeua itu ialah dengan saling menghargai dan memahami perbedaan yang ada  di dalam diri kita, bukan mengangkat perbedaan yang ada.

Beragama itu memang  sebuah kebutuhan  masing maing orang, nah karena itu harus dipahami bahwa masing masing diantara kita pasti juga meyakini agama dan kepercayaannya tersebut, karena itu dibutuhkan saling toleransi dalam hidup bermasyarakat dan berbangsa, walaupun berbeda dalam keyakinan.  Itulah mengapa moderasi beragam selalu didengungkan agar semua sadar bahwa jika tidak  melakukan itu, sangat munbgkin maisng masing kita akan  ingin memenangkan egonya sendiri dan itu pasti akan menciptakan keretakan dan akhirnya bahkan peperangan.

Cara beragama yang moderat itu sesungguhnya bukan barang bafru, melainkan itulah yang dahulu dipraktekkan oleh para genarasi pertama dan bahkan diprkatekkan oleh pembawa ajaran agama itu sendiri.  Karena itu kalua saat ini kita mengumandangkan moderat dalam agama itu bukan merupakan sesuatu yang mengaada ada, melainkan justru ingin  mengembalikannya sebagiamana asalnya. Kita yakin bahwa dengan mengembalikan cara beragama sebagaimana awalnya pasti akan memperoleh banyak keuntungan dan semakin memmbuat hidup ini indah.

Sebagaimana kita tahu bahwa bangsa kita merupaan bangsa yang terdiri dari banyak suku, etnis dan juga agama, namun selama ini kita mampu menjadi kerukunan dan kebersmaan sehingga dapat bertahan dengan baik dan bahkan mampu berkembang serta maju, namun sekali lagi penyakitnya biasanya ialah percikan kecil yang dimunculkan oleh sebagian kecil diantara warga bangsa yang kalua itu kemudian dibiarkan  akan semakin membesar dan bahkan  akan membahayakan.  Karena itu kita wajib saling mengingatkan hal etrsebut dan  sekaligus juga mencongtohkannya dalam kenyataan hidup kita.

Lalu ada satu yang ditambahkan oleh menteri yakni tentang pentingnya data yang kemudian harus juga diintegrasikan menjadi satu kesatuan yang utuh.  Tentu ini menjadi penting artinya bagi siapapun juga yang menginginkan kemudahan dalam menjalankan tugas dan mendapatkan banyak data dengan  begitu mudah dan cepat dan akurat.  Kita dapat meraskaan  hal tersebut jika seluruh system yang ada di stuan kerja kementerian agama  terkoneksi dan semua pihak dapat mengakses data eksisteing yang memang boleh diakses.

Selama ini system yang dipraktekkan oleh maisng masong stalker itu berbeda dan msing masing seolah menjadi yang terbaik tanpa memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk juga dapat memanfaatkan system yang ada.  Akibatnya secara umum kementerian  selalu tertinggal dana kesulitan jika  memerlukan data yang sesungguhnya.  Itulah sekali lagi dalam raker ini ditekankan agar sudah dimulai untuk integrase data di seluruh satker  kementerian agama, pusat dan daerah.  Semoga keinginan baik gtersebut akan mampu direalisasikan dalam  waktu yang tidak terlalu lama, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.