RAKERNAS KEMENTERIAN AGAMA

Sebagaimana biasanya, kementerian agama  kali ini juga melaksanakan rakernas tahun 2019.  Raker mengambil tema  moderasi  beragama untuk kebersamaan umat. Tentu banyak harapan ditorehkan di sana, karena bagaimanapun persoaan  umat itu menjadi sangat kompleks dan harus dicarikan solusi agar tetap aman, tertib dan juga saling menjaga saling menghargai dan saling memahami.  Kita tahu bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang  heterogen dengan berbagai suku bangsa, etnis, kepercayaan dan agama serta banyak ragam perbedaan Bahasa dan lainnya.  Untuk kitu semua hal tersebut disamping merupakan modal yang sangat potensial juga sekaligus merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan sangat bijak.

Karena itu kementerian agama sebagai salah satu kementerian dan lembaga yang  memang mengurus umat harus peka terhadap segala persoalan umat itu sendiri, dan biasanya akan mudah muncul persoalan jika masing masing umat tidak mau menghargai dan memahami pihak lainnya.  Dalam beragam memang selalu ada sebuah keyakinan yang harus dipertahankan, namun bukan berarti tidak dapat saling menghormati dan saling bekerja sama.  Semuanya sangat mungkin jika masing masing mau berpikir realistis bahwa kita berada  di Indonesia yang sejak awal memang dihuni oleh  berbagai ragam perbedaan dalam banyak hal.

Dalam urusan akidah, masing masing orang memang harus tetap mempertahankannya, namun dalam kaitannya dengan hidup di negera  ini, tentu kita juga  harus mampu menghargai dan memahami perbedaan yang ada dan kita tetap saling kerja sama  serta memelohara sikap kebersamaan dalam kehidupan duniawi.  Singkatnya kita harus terus mengembangkan sikap toleransi kepada sesame  warga bangsa meskipun banyak perbedaan diantara kita. Itulah perlunya moderasi dalam beragama yang tidak terlalu cendrung ke kanan dan tidak pula ke kiri secara ekstrim, melainkan di tengah tengah sehingga akan  mampu bersikap secara baik dan tidak antipasti terhadap sebuah kenyataan.

Intinya ialah bahwa kebersamaan diantara seluruh warga bangsa ini menjadi mutlak untuk menggapai keinginan luhur para pendiri bangsa ini yang maenjadikn negeri ini sebagai negara yang makmur dan beradilan serta  seleuruh rakyat dapat menikmati kesejahteraan lahir dan batin.  Nah, di sinilah letak pentingnya kementerian agama  di negeri ini, yakni untuk mempersatukan seluruh umat, meskipun berbeda keyakinan dan agama serta etnis serta Bahasa daerah.  Karena itu seluruh ASN kementerian agama mempunyai kewajiban bersama untuk memasyarakatkan pemahaman moderasi beragama tersebut sambal terus mengupayakan pelayanan terbaik untuk semua warga bangsa.

Menteria Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutan pengarahannya  saat membuka rakernas hari Rabu yang lalu berpesan yang diberi nama dengan matera.  Ada tiga mantera yang disampaikan kepada seluruh peserta dengan maksud agar tidak hanya dipahami dan disebarkan saja, melainkan juga dielaborasi dengan berbagai modifikasi, namun teap bermuara kepada  esensi tiga mantera tersebut.  Ketiganya ialah  moderasi beragama, kebersamaan dan integrase data.  Tiga hal tersebut memang menjadi pokok dalam  pembahasan  rakernas kali ini dan diharapkan kementerian agama akan mampu menjadikan umat  sadar dalam moderasi beragama dan bersama untuk membangun serta seluruh ASN kementerian akan menyadari pentingnya data.

Penjelasan berikutnya mengenai moderasi beragama, menteri menjelaskan bahwa  beragama itu memang penting untuk tetap meyakini  ajarannya dan menjalankannya secara konsekwen, tetapi tidaka perlu khawatir dengan keyakinan tersebut saat umat saling menghargai dan memahami kayakinan lain yang ada pada umat lain.  Justru dengan begitu kita akan semakin mampu mengendalikan diri atas apapun yang terjadi sehingga kita akan mampu mengambil hikmah dan sikap yang bijak untuk menyelesaikan masalah yang timbul. Dalam memahami ajaran sebuah agama juga harus tidak boleh terlalu kekanan kananan atau kekiri kirian yang kemudian terjadi pemahaman yang ekstrim, padahal jika agama dipahami secara tengah tengah, maka akan didapatkan esensinya, bukan hanya sekedar kulitnya.

Jika pemeluk setiap agama yang ada di negeri ini mampu memrankan dirinya sebagai piha yang berpikir tengah tengah, insya Allah akan semakin mempermudah menyatukan mereka, karena  mereka pastinya tidak akan berpikir sempit hanya untuk kepentingannya sendiri, melainkan  mereka akan mampu untuk enyatukan keinginan dalam menyongsong masa depan kehidupan yang lebih bagus, sehingga   apa yang disampaikan oleh menter agama  yang kedeua setelah moderasi beragam, yak ni kebersamaan, pastinya juga akan tercapai.  Kita sangat yakin bahwa smeua umat beragama yang pemeahamannya baik dan tidak kestrim, maka pasti mereka juga menginginkan sebuah kebersamaan diantara seluruh warga bangsa demi kemajuan dan kesejahteraan semua pihak.  Dengan begitu maka kebrsamaan  dalam membangun bangsa dan meraih kebahagiaan dunia, pasti akan  mudah diwujudkan.

Kita sangat memahami bahwa  dengan bersama  pasti akan banyak hal yang dapat diselesaikan, tetapi sebaliknya jika kita bercerai dan saling menegasikan satu dnegan lainnya, maka pasti akan sulit untuk menyatukan keinginan bersama, dan itu berarti pula akan sulit untuk meraih  keinginan yang dicita citakan. Sebagaimana kita yakini bahwa semua agama yang ada dapat dipastikan mengajarkan kebajikan dan pasti juga mengajak kebersamaan dalam membangun dan meraih kesejahteraan yang bersifat duniawi.  Karena itu seluruh manusia beragama yang memang mampu memahami ajaran agamanya dengan baik dan tidak cenderung terlalu ke kanan atau ke kiri, dapat dipastikan akan mencintai kebersamaan dan kedamian.

Sementara itu untuk ingtegrasi data, pasti juga akan snagat memudahkan dan membantu siapapun yang berhubungan dengan data tersebut. Masa kini merupakan era digital yang semuanya  membutuhkan sentuhan teknologi yang diharapkan akan semakin memudahkan  hidup kita dalam ahal apapun.  Namun kita jjuga harus paham bahwa jika kita tidak mampu mengendalikan teknologi, maka kita justru yang akan dipermainkan oleh teknologi tersebut.  Teknologi yang dilengka[I dengan data akurat, tentu akan semakin bagus  terutama dalam hal mempermudah dan mempercepat akses untuk mendapatkan data data yang diinginkan.  Coba bayangkan saja jika kita menginginkan sebuah data tertentu dan kita harus mencarinya secara manusl, pasti kita akan emmbutuhkan banyak waktu untuk mendapatannya.  Sebaliknya jika kita menggunakan teknologi  dengan kelengkapan data, maka dengan waktu yang singkat kita akan mampu mendapatkannya.

Apalagi kalau data data tersebut sudah terintegrasi dnegan  system lainnya yang juga memuat data, pastinya kta akan semakin dimudahkan untuk mengakses data yang lebih banyak dengan cara yang lebih mudah dan cepat.  Saat ini siapapun membutuhkan data yang akurat kalua tidak ingin  ide dan gagasannya dianggap hanya sbeuah angina lalu, apalagi kalau dengan sengaja kemudian mengatakan sesuatu yang tidak didasari oleh data, makan jadinya ialah hoax dan  atau fitnah.  Nah, sebagai sebuah kementerian dan lembaga yang mengelola  banyak hal, termasuk bidang pendidikan, tentu akan sangat dibutuhkan  data data akurat yang sewaktu waktu dibutuhkan untuk mendukung banyak hal.  Apalagi kalau kemennterian gtersbeut ialah kementerian agama yang mempunyai banyak fungsi, termasuk mengurus persoalan haji dan umrah, pendidikan, dan agama.

Dengan pesan menteri dalam  membuka rakernas tahun 2019 yang lalu gtentu sudah sangat dipikirkan bagaimana  ke depannya kementerian agama akan  dikelola dan juga akan digantungkan harapan seluruh rakyat Indonesia.  Semoga keinginan tersebut akan dapat terwujud dalam janka waktu yang tidak terlalu lama, yakni  akan dapat diwujudkan pada tahun ini juga. Semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.