KEHEBATAN ISTIGHFAR

Istighfar itu merupakan kata yang mengandung makna memohon ampunan atas segala salah atau khilaf.  Jika hanya  diabaikan saja, maka sepetinya memang tidak ada efeknya apapun, namun jika diucapkan dengan niat dan kesunnguhan, maka pasti akan membuat efak yang sangat luar biasa. Orang di tengah malam dan sendirian lalu mengenang salah dan dosanya dan kemudian dengan kesungguhan hati memohon ampunankepada Tuhan, pastinya akan terasakan sampai ke hati. Akan muncul rasa sejuk dalam diri kita karena sentuhan istighfar etrsebut.

Bahkan konon jika istighfar tersebut dilanggengkan dalam setiap saatnya, maka  secara langsung akan mampu memberikan efek yang sangat hebat, seperti akan membantu  pencapaian cita cita.  Konon ada seseorang yang selalu melanggengkan membaca istighfar tersebut dalam seluruh hidupnya, maka dia lalu akan selalu dikabulkan semua permohonannya kepada Tuhan.  Orang tersebut selalu saja membaca istighfar dalam keseluruhan hidupnya, dalam seluruh aktifitasnya.  Persoalannya ialah apakah banyak orang yang mampu mengerjakannya? Karena biasanya konsistensi dan kontinyuitas itulah yang selalu saja menjadi problemnya.

Karena itu hamper selalu dalam ajaran agama kita disebutkan bahwa  amalan yang dijalankan secara kontinyu terus menerus, pasti akan menjadi lebih baik ketimbang yang hanya sesekali saja, meskipun yang langgeng tersebut hanya tampak kecil.  Contohnya ialah jika ada orang selalu saja bersedkah dalam semua keadaannya, baik saat sedang  dimudahkan rizkinya oleh Allah swt, maupun pada saat rizkinya seret, maka pasti itu akan jauh lebih bagus ketimbang  orang yang bersedekah meskipun banyak tetapi hanya sesekali saja, teruitama saat sedang mendapatkan karunia dari Tuhan.

Sebaik baik amalan ialah ajeknya, meskipun amalan etrsebut sedikit atau ringan. Ibaratnya  bersedekah setiap hari meskipun hanya seribu rupiah itu jauh lebih bagus ketimbang bersedekah sebulan 100 ribu. Orang yang mau menjalankan shalat malam dua rakaat saja setiap malamnya tentu akan jauh lebih bagus ketimbang orang yang menjalankan shalat malam puluhan rakaat, tetapi tidak mesti, dan begitu seterusnya. Intinya amalan yang dijalankan secara terus menerus pastilah lebih bagus dan mantap dibandingkan dengan amalan yang hanya sesekali saja.

Begitu juga kembali kepada istighfar tersebut, kalaupun kita sering membaca istighfar tetapi tidak dilanggengkan dalam setiap kesempatan, maka itu pastinya tidak akan memberikan efek yang luar biasa. Hal yang perlu kita biasakan dan usahakan ialah  kita membiasakan dan secara terusmenerus membaca istighfar tersebut. Pada saat kita sedang bekerja selalu saja beristighfar, saat menjalankan kewajiban, saat santai santai dan lainnya selalu saja membaca istighfar. Pendeknya tidak ada waktu yang terbuang selain untuk beristighfar.

Tentunya akan jauh lebih memberikan efek bagi kita manakala kita juga merenungi dan memahami apa yang kita katakana, yakni memohon ampunan  kepada Tuhan atas apapun yang kita jalankan.  Mungkin kita tidak tahu bahwa apa yang kita lakukan ialah  bertentangan dengan kehendak Tuhan, meskipun kita tidak menyadarinya, atau apa yang kita lakukan ternyata menyinggung perasaan pihak lain, walaupun kita tidak menyadarinya dan masih banuak lagi kemungkinan lainnya.

Karena itulah  kita memang harus selalu beristighfar memohon ampunan kepada Allah swt dan juga sering sering meminta maaf kepada sesame kita jika bertemu dan berhubungan.  Membaca istighfar ini memang tidak berat, karena yang berat itu justru melanggengkannya saja.  Keistimewaan yang diberikan oleh Allah swt  yang memberikan dan mengabulkan permohoan hamba Nya yang selalu beristighfar tersebut tentu lebih diseabbkan  kemampuan seorang hamba untuk selalu beristighfar, bukan sekdar istighfarnya saja.

Konon  dalam perjalanan hidup seorang ulama besar  Ahmad bin Hambal, pernah menyaksikan betapa dahsyatnya istighfar etrsebut, yakni pada saat beliau tiba tiba  sangat ingin pergi ke suatu tempat yang tidak biasa beliau singgahi.  Lalu setelah sampai di tempat tersebut beliau emndapatkan perlakuan yang kurang mengenakkan  karena beliau tidak dikenal di daerah tersbeut, walaupun nama beliau sudah kondang hamper ke seluruh jagat dunia Islam saat itu.  Pada akhirnya berliau kemudian  mampir ke tempat seseorang yang  membuat roti dalam kesehariannya.

Ada sesuatu yang aneh pada diri penjual roti tersebut, karena  dia selalu saja beristighfar dalam aktifitasnya membuat roti. Lalu karena penasaran beliau kemudian bertanya kepada penjual roti tersebut, dan  dijawablah bahwa  dia itu memang selalu beristighfar karena dengan itu dia selalu dikabulkan permohonannya, tetapi hanya  satu yang belum dikabulkan oleh Allah swt.  Imam Ahmad pun penasaran lagi dan bertanya, apa gerangan permohonan yang belum dikabulkan etrsebut? Lalu penjual; roti tersebut menjawab aku sangat ingin bertemu dengan imam Ahmad bin Habal.

Begitu mendengar jawaban tukang roti tersebut, imam Ahmad langsung berteriak Allahu Akbar, rupanya Tuhan telah mengabulkan permohonanmu wahai tuan, karena akulah imam Ahmad bo hambal tersebut. Begitu mendengar jawaban tamunya tersebut lalu dia menubruk imam Ahmad dan menciumi tangannya dan  menghormatinya sedemikian rupa. Kisah tersebut tentu hanya sebagian kecil saja dari kehebatan istighfar jika dilanggengkan dalam  seluruh hidup manusia. Masioh banyak kisah kisah teladan dari beberapa ulama besar yang membuktikan  bahwa istighfar tersebut memang sangat dahsyat memberikan pengaruh kepada seseorang.

Kiranya tidak ada ruginya bagi kita yang mungkin sangat sibuk dengan pelkerjaan atau dengan aktifitas diri, baik yang memberikanmanfaat secara lngsuing maupun tyang tidak langsung, untuk mempraktekkan  dan melanggengkan istighfar tersebut dalam keseluruhan hidup kita.  Jika kita berkomitmen dan niat tulus maka insya Allah kiota akan mampu menjalaninya dana  sangat mungkin kita akan mendapatkan keberuntungan dalam hidup kita.

Namun sebaiknya kita  harus memfokuskan diri dalam hal memohon ampunan atas segala dosa kita dan bukan mengharap munculnya kehebatan  demim kehebatan etrsebut, karena  jika kita justru terbuai dengan kehebatan tersebut  malahan sangat mungkin kita tidak akan mendapatkan apa apa.  Niat tulsulah untuk selalu mendekatkan diri dan memohon ampunan dari Nya karena dengan pemberian ampunan dan diri kita menjadi bersih dari noda, maka dengan sednirinya kita sudah akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa.

Kita yakin akan mampu menjalaninya, meskipun pada tahapan awal mungkin saja akan banyak muncul; hambatan demi hembatan, namun jika kita kuat niat dan tekat yang bulat, maka insya Allah semuanya akan  terkendali dan dapat kita capai.  Mari jangan menunda nunda, melainkan segeralah kiota mulai dalam kesempatan awal ini dengan harapan semakin hari akan semakin kuat dan terbiasa dengan bacaan istighfar etrsebut.

Biasnya sesuatu yang suidah terbiasa dijalankan, secara otomatis akan reflek muncul dalam keseharian kita.  Sebagaimana orang yang sudah membiasakan diri dengan membaca basmalah dalam setiap mengawali sesuatu, maka secara reflex akan muncul dengan senirinya jika kita sedang akan memulai sesuatu.  Jika pada saat kita mengawali ada  kelupaan dan tidak mengucapkan istighfaer, segeralah susuli bacaan etrsebut sehingga kita akan merasakan kebiasan tersebut mengakar dalam diri kita.  Semoga kita akan mampu melanggengkannya dan sekaligus kita akan mendapatkan manfaatnya, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.