MENDESAIN DAKWAH ISLAMIYAH

Pada umumnya dakwah dipahami sebagai sebuah  pidato untuk mengajak pihak lain mengikuti apa yang disampaikan,  utamanya yang terkait dengan  agam islam.  Namun kenyataannya  perkembangan dakwah sedemikian pesat sehingga materi dakwahnya sendiri terkadang dibarengi dengan hal hal lain yang sangat jauh dari dakwah itu sendiri, apalagi kalau sudah ada kepentingan politik di dalamnya, dapat dipastikan media dakwah etrsebut malah disalah gunakan untuk melakukan kampanye dan ajakan yang disertai dengan ujaran kebencian atau   hujatan kepada pihak lawan p[oltiknya.

Tentu hal tersebut sangat memperihatinkan kita semua karena sudah melenceng dari dakwah itu sendiri.  Sejarah mencatat bahwa selama abad abad yang lalu banyak dakwah dilakukan dengan cara yang sederhana tetapi justru mengan kepada yang diajak.  Lihatlah misalnya apa yang dijalankan oleh para ulama  dahulu yang hanya mengajak secara sederhana kepada masyarakat, tetapi masyarakat begitu antusias mengerjakannya. Padahal para ulama tersebut sebagiannya malah hanya berada di masjid atau mushallanya saja dan masyarakat kemudian justru yang mendatanginya untuk mengaji.

Lalu dating masanya  para dai yang selalu keluar masuk desa  untuk menyampaikan dakwahnya dengan berapi api, dan tetap  dalam jalur dakwah yang benar yakni menyamp[aikan ajaran agama, meskipun tidak  disusun secara rapi dengan kurikulumnya.  Tetapi mereka tetap saja  mengajak kepada masyarakat untuk berbuat baik, beribadah dengan benar dan berkomunikasi dengan sesamanya secara baik.

namun kondisi seperti itu lama kelamaan menjadi sangat membosankan, sehingga masyarakat harus diberikan hiburan dalam sela sela  dakwah etrsebut, lalu muncullah ide untuk memberikan selingan guyonan yang membuat mereka senang dan antusias mengikutinya.  Hal yang kita sayangkan ialah kemudian masyarakat tidak terkontrol dan hanya menyukai kelucuannya saja, sedangkan materi utamanya malah diabaikan. Jadilah hal etrsbeut kemudian menjadikan masyarakat akan menyukai  dai yang suka membanyol dari awal hingga khir dakwahnya.

Masih mending ketika banyolan tersebut dikaitkan dengan ajakan untuk berbuat kebaikan dan  tetap ada materi meskipun kecil yang disampaikan dan menjadi misinya, namun ketika  kemudian muncul orang yang sesungguhnya tidak emmpunyai kapasitas sebagai dai untuk menyampaikan ajaran islam dengan benar dan hanya memanfaatkan kemampuannya untuk membanyol, maka  arah dakwah sudah mulai melenceng dari yang sesungguhnya.

Namun karena masyarakat tetap membiarkan  apa yang terjadi dan terus berjalan sedemikian rupa, maka  kemudian muncul para dai yang memanfaatkan kesempatan tersbeut untuk menyampaikan hal hal yang justru akan merusak masyarakat, seperti menghujat pihak tertentu dan bahkan kemduian memfitnah pihak tertentu untuk kepentingannya atau unruk kepentingan golongannya dan jkepentingan lainnya.  Jadilah mimbar dakwah kemudian dijadikan ajang untuk saling menghujat dan  kampanye.

Seharusnya kita  kembali kepada dakwah yang dijalankan oleh Rasulullah saw dan para sahabat beliau yang  selalu konsisten dengan apa yang didakwahkan dan selalu  tulus dalam menjalani hidup, termasuk saat berdakwah.  Artinya sebelum mereka mengajak kepada orang lain untuk menjalankan ajaran agama tertentu, maka mereka sendiri haruslah sudah mengamalkannya sehingga apa yang diajakkan sesungguhnya sudah dijalaninya, bukan hanya mengajak tentang sesuatu yang dia sendiri belum pernah mengamalkannya.

Rasul;ullah saw, ketika  suatu ketika dicaci maki dan dihujat habis bhabisan oleh orang yahudi, beliau sama sekali tidak membalsanya dan beliau sangat tulus untuk menerimanya, karena beliau berpegang  pada prinsip bahwa mereka itu belum mengetahui tentang kebenaran.  Bahkan saat beliau disakiti pun, beliau sama sekali tidakl berusah untuk membalsnya, bahkan hanya sekedar  mendoakan buruk pun tidak dilakukannya, Justru kalau beliau mendoakan ialah untuk kebaikannya, seperi memohon kepada Tuhan agar diberikan hidayah  atau ditunjukkan kepada jalan yang benar.

Ketika beliau mengajak untuk menjalankan shalat, maka sebelum beliau mengajak umatnya untuk menjalankan shalat, terlebih dahulu beliau menjalninya.  Demikian juga dengan saat beliau mengajhak umatnya untuk berzakat, bersedekah, untuk menjalani shalat sunnah, untuk berpusaa dan lainnya, pasti terlebih dahulu beliau menjalaninya.  Dan tidak ada sesuatu apapun yang diajakkan oleh bel;iau sementara beliau hanya memandangnya saja tanpa berbuat. Itulah mengapa dakwahnya menjadi snagat berarti dan memasuki  relung hati dan pikiran yang diajak.

Coba kita saksikan saat ini dimana para dai sebagiannya ada yang menagajak sesuatu tetapi dirinya sendiri tidak menjalaninya, seperti saat mengajak untuk berbai dengan mereka yang miskin, tetapi ada tetangganya yang kelaparan,tetap saja dibiarkan.  Ada sebagian mereka yang mengajak untuk shalat malam,  tetapi dirinya tidak pernah menjalaninya, mengajak puasa sunnah tertentu, namun dirinya juga enggan untuk menjalaninya sendiri, dan masih banyak lagi ajakan yang tidak dipraktekkannya sendiri, sehingga masyarakat akhirnya juga tidak  menjalaninya.

Ityu smeua merupakan pkkok  yang penting dalam berdakwah, belum menyentuh pada metode bagaiman cara mengajak masyarakat dengan baik sehingga mereka akan dengan senang hati megikuti ajakan kita.  Kiranya kita disamping meniru cara yang ditampilkan oleh rasulullah saw dan para sahabat beliau, kita juga perlu mencontoh apa yang dipraktekkan oleh para wali yang menyebarkan islam dengan cara yang sangat manusiawi dan  disukai oleh masyarakat.  Mereka sama sekali tidak frontal dalam  berdkwah dengan melarang kebiasaan masyarakat tersebut, meskipun kebiasaan tersebut bertentangan dengan ajaran islam.

Mereka sangat paham bahwa kebiasaan yang sudah lama dijalankan oleh mereka itu akan sangat sulit dihentikan seketika, jika mereka langsung melarangnya, maka mereka pasti akan menentang dan bahkan lari dan akhirnya mereka tetap dalam kondisnya semula.  Para wali tersbeut biasanya hanya menyentuh aspek yang mudah dijalani saja, untuk tehap pertamanya, lalu setelah kebiasan baik yang disampaikan tersbeut sudah menjadi kebiasan, maka barulah mereka meningkatkan jakannya untuk hal yang lebih.

Jika masyarakat masih biasa meminum arak yang jelas diharamkan dalam islam, maka bukan dengan cara melarangnya  secara langsung, melankan dengan cara sedikit demi seidkit yang akan merasuk dalam akal dan hati mereka.  Alquran sendiri sesungguhnya juga melakukannya sedemikian rupa sehingga proswes pengharaman arak juga mengalami beberapa periode dan fase  sampai akhirnya ada larangan secara tegas.

Lalu kenapa kita tidak menjalaninya seperti itu secara prinsip, kemudian juga dikombinasikan dengan cara lain yang membuat masyarakat menginginkannya.  Jika masyarakat  suka menyanyi maka kenapa tidak kita ciptakan nyanyian yang mengajak mereka untuk berbuat kebajikan dan menjalankan kewajiban?  Jika mereka menginginkan  sesuatu yang lain, kenapa kita tidak mengikuti keinginan mereka dengan memasukkan unsur dakwah di dalamnya sehingga mereka akan  lebih menyukainya.

Kelau masyarakat tertentu menyukai  film, lalu kenapa kita tidak membuat film yang bertemakan dakwah  dan masuyarakat akan menyukainya serta akan menirunya hal hal yang dimasukkan dalam  dakwah tersebut? Dan bagitu seterusnya.  Janganlah kita emmaksakan kehendak dengan tetap mengajak kepada masyarakat melalui ceramah  yang berapi api, dan jika merka tidak juga menjalankan apa yang kita mau lalu kita cela mereka kita hina merka dan bahkan kita samakan mereka dengan binatang dan lainnya.

Yakinlah bahwa masyarakat itu sejatinya  ada yang memang tidak paham, dan cara yang digunakan oleh para dai tidak menyenangkan mereka sehingga mereka akan malah menjauh.  Nah, jkalau itu tersu dipaksakan maka  bukan lagi akan berhasil, melainkan malah mereka akn lari.  Itulah mengapa kita harus mencari cara yang tepat untuk mengajak masyarakat dan sekaligus juga harus membekali diri dengan contoh baik kepada mereka. Jika kita sudah memerankan diri sebagai pelaksana ajaran yang kita ajakkan kepada masyarakat, pastinya masyarakat akan lebih  mau untuk melakukannya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.