NGEMIS

Mungkin kata ngemis merupakan kata yang berkonotasi negative sehingga tidak banyak orang yang sudi disebut sebagai pengemis. Namun siapa sangka bahwa pengemis itu saat ini malah menjadi sebuah trend yang disukai oleh beberapa kalangan.  Beberapa tahun yang lalu saya menyaksikan kenyataan bahwa ada sebuah desa di Jaa tengah yang hamper seluruh warganya menjadi pengemis di luar kota.  Biasnya mereka berangkat bersam dengan menyewa kendaraan lalu setelah smpai di kota tujuan mereka menyebar dan juga biasnya menginap di sebuah tempat secara bersama sama, meskipun ada juga yang menyendiri.

Gerombolan pengemis tersebut setelah satu minggu  melakukan aktifitas mengemis, mereka kembali ek kampong secara bersama sama juga dengan mencarter kendaraan. Desa para pengemis tersebut ternyata sangat makmur, setidaknya  rtumah rumahnya cukup bagus dan permanen, meskipun setiap harinya sepi dengan kaum laki laki.  Bahkan saat ini pengemis juga sudah merambah kepada kaum perempuan.  Para warga desa semuanya sudah saling mengetahui penghaislan mereka sehingga mereka tidak perlu merasa malu satu dengan lainnya.

Bahkan camatnya juga mengetahui aktifitas warganya yang sehari harinya mengemis di kota lain. Menurut pak camat, dia sudah berkali kali menasehati mereka untuk mengerjakan sawh dan lading dan tidak lagi mengemis, namun itu sama sekali tidak didengarnya dan bahkan semakin hari jumlah pengemis tersbeut semakin bertambah, karena ada anak anak yang juga diajak dan juga isterinya.  Kalau kita tidak mengetahui yang sesungguhnya mumngkin kita tidak akan percaya kalau mereka itu pengemis karena rumhanya sangat besar dan bagus, juga ada kendaraan roda dua di dalamnya.

Rupanya dalam kehidupan masyarakat yang serba peerhitungan saat ini ternyata masih banyak orang yang merasa ksihan dnegan para pengemis jalanan sehingga meskipun dihimbau oleh pemerintah agar tidak memberi kepada parapengemis di jalanan, mereka tetap saja memberikannya sehingga para pengemis  semakin nyaman dengan praktek mereka.

Banyak perda yang melarang memberikan sedekah kepada pengemis jalanan, karena hal tersbeut merusak pamandangan dan sekaligus jugha  tidak pro pengentasan merka dan juga anak jalanan  agar mereka kembali kep[ada keluarga.  Kita  dapat menyakiskan bahwa banyak anak yang sudah diusahakan untuk direhabilisasi dan ditempatkan di rumah tampungan milik dinas social,  dengan diberikan fasilitas yang cukup, namun ternyata mereka kemudian lebih memilih jidup di jalanan karena lebih menyenangkan.

Hidup di jalanan akan sangat mudah mendapatkan uang dan digunakan untuk keperluan merkea yang tentu tidak terarah. Kita menyaksikan betapa anak anak usia belasan tahun yang  hidup di jalanan, ternyata menggunakan  uang hasil pengemis tersebut utnuk jajan  kepada para PSK dan juga minum minum.  Mereka ternyata ada yang sudha terken penyakit kelamin karena  berhubungan dcengan para PSK scara sembarangan yakni hanya untuk memuskan nafsu mereka secara serampangan juga.

Sementara masyarakat sendiri pada saat dihimbau untuk tidak lagi memberi kepada pengemis jalanan, mereka justru memeprtanyakan kenapa bersedekah dilarang?.  Rupanya masyarakat belum mengetahui secara pasti tentang larangan etrsbeut, karena sesungguhnya bukan melarang orang untuk bersedekah, melainkan  melarang mereka untuk memberi kepada mereka yang akan menyebebkan mereka akan semakin terbuai oleh aktifitas mereka yang tidak terpuji tersebut.

Sesungguhnya pemerintah sudah berusaha untuk mengentaskan mereka agar mereka dapat hidup secarw terhormat di masyarakat dan  berusaha yang layak puila sehingga mereka nantinya  dapat hidup secara terhormat p[ula di tengah tengah masyarakatnya. Namun kalu masyarakat sendiri ternyata tidak mendukung hal tersbeut, maka usaha tersebut pasti aakn mengalami kegagalan dan bahkan akan semakin banyak saja pengemis di jalanan yang semakin memperburuk pemanadnagan di tengah kota.

Saat ini kita juga telah dikagetkan oleh kenyataan bahwa ada pengemis yang omzatnya begitu menggiyurkan siapapun.  Dahulu ada pengemis di Jakarta yang membawa uang ratusan ribu. rupiah.  Nah saat ini baru saja satpol PP merazia pengemis di kota kecil PATI, ternyata bersama pengemis tersebut ditemukan uang ratusan juta rupiah, yakni  lebih dari 600 ribu.  Itupun baru mengemis sekitar setengah hari dan dalam pengakuannya bahwa dalam sehari dia dapat menghasilkan uang sekitar satu juta rupiah.

Bahkan dia  juga sudha mempunyai harta hasil mengemis tersebut  berupa sejumlah rumah dan tanah yang harganya juga ratusan juita rup[iah.  Lalu siapa yang tidak ngiler bahwa hanya dengan mengemis saja  sudha mendapatkan harta yang banyak, maka dari itu seharusnya masing masing kita mendukung usaha pemerintah dan  pemwerintah juga jangan sampai bosan untuk melakukan pembinaan kepada parapengemis agar kembali ke jalan yang lebih terhormat dan bekerja dengan baik pula.

Cara yang paling ampuh ialah dnegan tidak memberikan  sedekah kepada mereka karena kalu mereka tidak mendapatkan uang dari usaha mereka mengemis di jalanan, maka  pada saatnya pasti mereka tidak akan beroperasi lagi dan akan kembali ke desa mereka untuk berusaha dan bekerja.  Jadi selama masyarakat tidak mau tahu program ini dan hanya berbekal keinginan untuk bersedekah saja, maka pengemis di jalanan pasti akan tidak pernah selsai dan bahkan mungkin malah akan terus berkembang jumlahnya.

Perbuatan mengemis itu merupakan perbuatan tercela yang seharusnya dihindari oleh mereka yang beriman, apalagi mereka itu mampu untuk bekerja dan berusaha, namun memang ajaran agama kita melarang kita untuk menghardik mereka, tetapi kalau kita tidak meberi kepada mereka dengan tujuan yang baik,tentu tidka masalah, bahkan mungkin malah lebih baik. Bagi mereka yang sehat dan mampu untuk bekrja dan berusaha namun justru malah mengemis itu sesungguhnay dia sudah merendahkan dirnya sendiri serendah rendahnya dan dalam tataran tertentu mengemis itu pasti dilarang.

Fenomena lahirnya pengemis tajir dan sangat kaya tersebut seharusnya tidak disiarkan secara bebas, karena justru akan dapat mempengaruhi mental masyarakat untuk berbuat yang  sama , padahal kita sedang dan terus akan memrangi aktifitas mengemis tersebut.  Untuk itu kita berharap abhwa pemerintah akan melakukan hal hal yang positif terkait dengan tertangkapnya pengemis di Pati dan di beberapa tempat tersebut, sehingga justru aka lebih memantapkan masyarakat untuk  tidak mengemis,  namun malah akan memberikan keyakinan mereka bahwa bekerja itu jauh lebih terhormat dan baik, baik di mata Tuhan maupun di mata manusia.

Seharusnya  masyarakat juga ngeman kepada anak anaknya yang pada saatnya nanti pasti akan merasa malu kepada kawan kawannya kalau kethuan bahwa orang tuanya pekerjaannya ialah mengemis.  Kita sudah berkomitmen untuk menjadikan anak anak kita sebagai generasi yang terbaik dab bermartabat serta mampu menegakkan kedaulatan Negaranya.  Dengan dmeikian kita harus sudah memulainya sejak saat ini untuk memberikan  kesadarn kepada mereka bahwa mereka itu harus melakuakn usaha yang baik  untuk mendapatkan  p[osisi yang baik.

Mudah mudahan kita memang akan  mampu mengantarkan anak anak kiota menjadi generasi yang terbaik di kalangan umat, bukan genrasi yang justru menjadi bebean bagi kawan kawannya. Mari kita berantas negmis di kalangan kita sehingga kita akan dapat bernafas dnegan lega  setelah menyaksikan kota kota kita bersih dari parapengemis jalanan. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.