PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN

Seepertinya persoalan lingkungan tidak mendapat prioritas dalam kajian keisalaman, dan abhkan di kitab kitab kuno bahkan sama sekali tidak pernah disentuh, padahal di dalam alquran sendiri Allah swt  sering menyinggung masalah etrsebut. Lalu  mengapa tokoh tokoh muslim yang hebat hebat juga lupa  mempersoalkan keberadaan lingkungan tersebut. Sehingga pada saatnya banyak lingkungan yang menjadi rusak dan bahkan mengganggu sekitarnya.

Sebagai contohnya ialah pada saat orang tidak lagi mempertimbnagkan  lingkungan dan dengan seenaknya sendiri  menebangi pepohonan  yang menjadi penyangga tanah, meskipun pepohona tersbeut statusnya meiliknya, namun hal tersebut dapat merusak lingkungan. Lahan menjadi gundul dan berpotensi untuk terjadinya longsor atau kekeringan serta kehabiasan air. Demikian juga menganai masalah sampah yang hingga saat ini masih banyak yang belum menyadarinya, sehingga mereka membuang sampah di sembarang tempat.

Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, pastinya akan menjadi mengganggu l;ingkungan, khususnya terkait dengan penyumbatan aliran air saat musim hujan.  Akibatnya  air tuidak lancer dan banjirlah yang akan terjadi.  Sampah juga berpotensi untuk menjadi sesuatu yang menjadi sumber bau tidka sedap dan mengganggu pernafasan.  Nah, kenapa masalah tersbeut tidak juga mendapatkan perhatian dari para tokoh dan ulama kita.  Mungkin baru saat inilah ada sebagian yang sudah mulai menyadari hal etrsbeut dan lalu berusaha untuk menghimbau umat.

Jika  atas pekerjaan manusia lalu lingkungan dan bumi menjadi rusak, maka itu sesungguhnya merupakan doa yang harus ditanggung oleh manusia itu sendiri. Jika dengan penggundulan lahan lalu terjadi longsor atau karena membuang sampah di sembarang tempat, lalu terjadi banjir, atau karena pembakaran hurtan lalu, banyak umat yang sakit nafas dan lainnya, maka iotu  sesungguhnya hany merupakan peringatan Tuhan semata, agar manusia menyadari dan menghentikan perusakan lingkungan tersebut.

Dalam kitab suci kita, tepatnya di surat alRum ayat ke 41 dinyatakan  yang artinya ialah bahwa  telah jelas kerusakan di daratan dan lautan yang disebabkan ulah tangan manusia,  agar Tuhan kemudian  memberikan rasa kepada  manusia  atas ulahnya sendiri, tujuannya ialah agar mereka sadar dan kemudian kembali kep[ada kebenaran.  Namun jika manusia dengan periontan tersebut masih saja tidak menghentikan pengrusakannya, maka pasti Tuhan akan memberikan  ganjaran yang lebih besar dan bwerpotensi untuk membinasakan umat manusia.

Apa yang pernah kita saksikan dan dengar dari cerita umat terdahulu yang mendapatkan adzab dari Tuhan, ialah karena mereka pada umumnya membangkang dan sama sekali tidak menghiraukan peringatan Tuhan, serta tidak mampu menambil pelajaran  atas apa yang sudha disampaikan oleh Tuhan.  Sebagian diantara mereka ada yang dihabisi dengan tenggelam  di air bah yang meanda dunia, sebagian mereka ada yang mati karena gempa dahsyat dan mebalikkan bumi seisinya dan sebagiannya lagi mendapatkan penyakit mematikan dan lainnya.

Sebagai orang beriman seharusnya kita mampu emngambil pelajaran terhadap apa yang sudha menimpa kepada umat terdahulu tersebut dan menjadikan diri kita lalu berbuat yang terbaik bagi lingkungan sehingga kita akan merasakan kenyaman dan kedamaian yang hakiki.  Seharusnya kita saling mengingatkan dan  berwasiat dalam kebaikan sehingga smeua orang akan merasa diingatkan dan kemudian membangun kembali  reruntuhan untuk menjadi baik sebagaimana semula.

Allah swt juga sudah sering mengingatkan kepada umat manusia agar selalu berbuat baik di atas dunia, karena  siapapun yang berusah merusak alam ini, pasti dia akan menanggung akibatnya. Namun  terkadang manusia itu sama sekali tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan itu justru menjadi penyebab rusaknya lingkungan, speerti mengeksploitasi tambang yang ada di perut bumi tanpa perhitungan lagi.  Mereka itulah yang digambarkan oleh Allah swt  bahwa pada saat banyak orang merasakan kerusakanyang disebabkannya, lalu merka menyadarkan  agar tidak melanjutkan perusakan tersebut, dengan entengnya mereka bahkan menyatakan bahwa merka itulah yang selalu berbuat kebaikan.

Padahal apa yang dilakukan oleh mereka ialah sumber dari segala kerusakan di bumi tetapi mereka sama sekali tidak menyadarinya.  Ini justru lebih berbahaya, karena  mereka akn selalu melakukan perusakan tetapi merasa tidak melakukan kerusakan. Merka itulah yang akhirnya nanti akan diberikan musibah oleh Tuhan yang meinpa juga kepada pihak lain yang tidak melakukan perusakan.  Harus ada cara bagaimana menyadarkan mereka yang belum merasa merusak tersbeut, padahal sudah  banyak kerusakan yang dirasakan oleh masyarakat.

Biasanya mereka itu karena mendapatkan keuntungan besar dari perbuatannya tersebut sehingga mereka sama sekali tidak melihat kerusakan, tetapi hanya terus melihat keuntungan yang dikeruk.  Kerusakan yang ditimbulkan tersbeut terkadang juga bukan hanya alam dan lingkungan semata, melainkan jjuga budaya dan akhlak masyarakat, persatuan umat dan  kebiasaan baik yang selama ini dipelihara oleh masyarakat.  Dengan menghadirkan budaya baru yang bertentangan dengan  etika dan norma agama  mayoritas masyarakatm, tentu juga sangat berpotensi untuk merusak kebiasan masyarakat setempat.

Kalau kemudian sudah banyak kemaksiatan yang dijalankan secara terang terangan oleh masyarakat, dan bahkan merwka sudah melupakan  rasa malu dalam diri mereka, sehingga kelakuan mereka sudah layaknya hewan yang tidak berakal, maka kita hanya tinggal nunggu waktu saja untuk  kerusakan yang lebih parah dalam segala bidang.  Dan untuk memnghilangkan kerusakan tersebut, mungkin Tuhan malahan akan mengilangkan semua umat melalui pemberian musibah yang menyapu seluruh makhluk Nya dari atas bumi.

Tentu kita tidak menginginkan hal hal tersebut, tetapi kenyataan  di sekitar kita sudah memberikan bukti, bahkwa ada kalanya sebuah daerah tertentu yang  kemaksiatannya sudah merja lela sedemikian rupa lalu Allah mendatangkan musibah yang menyapu bersikh mereka dan orang orang yang berada di sekitar daerah tersebut. Kita meyakini bahwa yang akan tertimpa musibah itu bukan hanya mereka yang membuat kerusakan saja, melainkan semua orang juga akan terkena dampaknya.

Sepertinya memang maslah kecil yang sama sekali tidak akan mempengaruhi kondisi masyarakat secara umum, namun lingkungan  ternyata sangat berpengaruh terhadap ekhidupan masyarakat secara umum, masalah  banjir yang terjadi biasanya bukan karena persoalan hujan semata, karena banyak daerah yang hujan tetapi tidak terken dampak banjir.  Kalaupun hujan deras namun seluruh aliran air lancer, dan tidak terganggu maka   hujan tersbeut tidak akan berkibat banjir, namun jika saluran air mampet, meskipun hujannya tidak terlalu deras, justru  mampu menyebabkan banjir.

Demikian juga dengan mereka yang akan membukan lahan baru dengan cara membakar hutan, yang dianggapnya akan memudahkan untuk membuka lahan baru, ternyata  menyebabkan  pengotoran udara dan merugikan banyak kepada makhluk Tuhan lainnya, disamping juga tanaman masyarakat yang sudah siap dipanen.  Intinya semua yang dilakukan oleh manusia yang tanpa didasari oleh pertimbangan  akal sehat dan hanya didasarkan keinginan untuk mendapatkan keuntungan sesat saja, pasti akan menyebabkn kerusakan pada eko system  dan liingkungan kita.

Akibat lebih lanjutnya ialah kita akan  mendapatkan masalah di kemudian hari. Semoga kita mampu berpikir lebih jernah sehingga apapun yang kita jalankan  selalu akan bermuara kepada kebaikan, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.