MENJADI SOLUSI

Keberadaan kita di dunia ini memang diharapkan akan menjadi khalifah yang mengelola  dunai  dengan baik, karena itu beberapa prinsip dalam menjalani hidup di dunia sudah disampaikan oleh agama kita.  Jika prinsip prinsip tersebut dijalankan dengan baik, tentu kita akan menjadi nyaman menjalaninya.  Artinya setiap masalah yang timbul dalam perjalanan kita pasti akan dengan mudah diselesaikan, tanpa meninggalkan masalah lain.  Namun jika  prinsip tersebut kita tinggalkan dan kita ganti dengan prinsip lainnya, tentu kita akan mengalami banyak masalah bahkan yang sangat sulit untuk dipecahkan.

Kalau kita lohat di sekitar kita tanpa harus menunjukkan  contoh, kita dapat memberikan penilaian bahwa sebagian diantara kita ada yang  selalu mudah menjani hidup, tetapi sebagian lainnya tamp[ak kesulitan untuk menjalani hidup.  Memang masing masing orang itu mempunyai permasalahannya sendiri sendiri, namun jika mereka mampu menyikapinya dengan benar, tentu akan  dengan mudah juga untuk diatasi, dan itulah yang kita lihat sebagai mengalami kemudahan dalam menjalani hidup.

Sementara bagi yang tidak mampu menyikapinya dengan baik, pasti dia akan mengalami kesulitan.  Hidup itu memang harus selaras, selaras dengan lingkungan, selaras dengan alam dan selaras dengan komunitas.  Jika kemudian  ada keinginan untuk berbeda  dalam mensikapi sesuatu dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, komunitas dan alam semesta, sudah barang tentu dia akan mengalami kesulitan tersendiri. Bahkan mungkin akan menemukan banyak masalah yang tidak dapat diselesaikan, dan itulah yang kemudiahn kita lihat sebagai mengalami kesulitan dala menjalani hidup.

Akal manusia mampu untuk membayangkan sebuah kondisi yang sangat bagus, karena itulah kemudian  melalui akal sehat tersebut, manusia kemudian menyusun aturan aturan demi terciptanya kondisi yang diinginkan.  Itulah mengapa kemudian di dunia ini ada aturan yang diterapkan bagi sleuruh masyarakat dengan harapan mereka akan mentaatinya sehingga akan tercipta kondisi yang ideal sebagaimana diharapkan.

Jika aturan aturan tersebut dapat dijaolankan secara konsisten dan bertanggung jawab, pasi masing masing orang akan mendapatkan hak dan bagiannya secara baik dan nyaman, sebaliknya jika ada penyimpangan dari aturan etrsebut, pasti akan muncul pihak yang tidak nyaman karena ditekan haknya atau dipaksakan kewajibannya.  Kondisi demikian tentu tidak akan membuat masyarakat menrasa nyaman dan aman, bahkan yang terjadi ialah saling menuduh dan curiga serta menyalahkan satu dnegan lainnya.

Setiap individu  dalam masyarakat seharusnya menjadi bagian dari solusi yang diharapkan, bukan malah sebaliknya menjadi bagian dari sebuah masalah. Terciptanya kondisi ideal sebagaimana yang diinginkan tentu akan melibatkan kseluruhan masyarakat untuk saling membantu dan menolong dalam hal apapun, sehingga keberadaan masing masing adalah sebagai solusi terbaik bagi setiap munculnya persoalan.

Kalau prinsip persudaraan atau ukhuwah itu dilaksanakan dengan seksama, tentu semua persoalan akan dnegan mudah dicarikan solusinya, karena saudara itu pasti akan ikut merasakan apapun yang dirasakan oleh saudara lainnya.  Artinya jika salah satu saudara ada yang sedang sakit atau mendapatkan masalah, maka saudara lainnya juga pasti akan turut merasakannya dan berusaha untuk mencarikan solusinya.  Demikian juga jika diantara saudara tersbeut ada yang mendapatkan karunia kebahagiaan, maka saudara lainnya juga akan ikut bahagia.

Apalagi kalau kemudian praktik dari persaudaran tersbeut diikuti oleh sikap[ taqwa, yakni  kepatuhan kepada semua  perintah Tuhan dan menjauhi larangan Nya, tentu akan jauh lebih mendalam dalam hal ikut merasakan apapun yang dirasakan oleh saudaranya.  Memang dalam kenyataannya ada saja  diantara saudara yang tidak akur bahkan cenderung bertentangan dan  selalu saja  bersikap iri dan  tidak nyaman dengan keberhasilan saudaranya, tetapi itu tentu bukan sikap normal yang seharusnya.

Anjuran agama kita  begitu hebatnya sehingga persoalan hubungan diantara sesame  saudara itu begitu disinggung dan atur dengan sangat bagus, sehingga Allah swt sendiri juga  pernah menyatakan dalam riwayat hadis qudsi bahwa siapapun yang mau menolong hamba Nya pasti Tuhan akan selalu bersamanya untuk menolongnya. Dalam sebuah riwayat lain Nabi juga pernah mengatakan bahwa siapapun yang mau menutup aib saudaranya di dunia ini, pasti Tuhan akan menutup auratnya di akhirat.  Inilah hebat dan indahnya persudaraan yang didesain oleh agama kita hingga kalau dipraktekkan akan mampu memunculkan banyak solusi atas banyaknya persoalan yang muncul.

Jika setiap manusia mampu memerankan diri sebagai hamba yang menjalankan ibadah dalam setiap langkahnya, maka yang terpikir olehnya ialah berbuiat kebajikan, bukan sebaliknya berbuat maksiat atau menyakiti pihak lain. Karena itu sikap memerankan diri sebagai seseorang yang selalu memandang  semua sikap dan perilakunya adalah bentuk ibadah kepada Tuhan.  Bukankah  keberadaan manusia itu memang  hanya  untuk mengabdi dan menyembah kepada Tuhan, bukan untuk yang lain.

Semua aktifitasnya, termasuk pada saat istirahat dan tidur, orang dapat memerankan ibadah, karena  untuk mendapatkan nilai ibadah sesuatu itu cukup ditentukan dengan niat yang tulus.  Artinya kalau seseorang beristirahat atau tidur dengan niat untuk mendapatkan kebugaran kembali sehingga aktifitas berikutnya akan lebih baik dan memberikan kontribusi kemanfaatan yang lebih maksimal kepada manusia lainnya dan alam lingkungan, pastilah  dia akan dicatat sebagai menjalankan ibadah non mahdlah yang juga pasti akan menjadi amal baik bagi dirinya.

Pendeknya jika orang sudah mampu memerankan diri demikian, pasti keberadaannya di manapaun pasti akan menjadi bagian dari menyelesaikan persoalan, bukan menambah rumitnya persoalan. Untuk itu seyogjanya setiap manusia  mampu memfokuskan dirinya dalam menjalankan aktifitas untuk sekaligus dijadikan wahana untuk beribadah.  Insya Allah perilaku kita akan senantiasi dibimbing ke jalan yang lebih baik dan menyenagkan pihak lain. Karena kita yakin tidak ada bentuk ibadah yang justru akan mengganggu pihak lain atau menyakiti.

Secara akal sehat kita juga akan dapat memahami bahwa  jika seseorang  peduli terhadap nasib pihak lain, pasti dia akan selalu mengikuti aturan main yang ada dan itu sudah cukup untuk menjadikannya sebagai salah satu solusi atas berbagai masalah yang terjadi.  Kepedeluain orang terhadap nasib sesame tentu akan menimbulkan gerak secara tyulus untuk melakukan sesuatau ataua apapun yang memungkinkan orang lain dapat terhindar dari masalah , dan sebaliknya dia akan selalu berharap bahwa smeua orang akan selalu mendapatkan kemudahan dalam seluruh aktifitasnya.

Gambarannya ialah jika ada orang  mempunyai kebiasaan memberi dan  berderma, maka di manapun dia tinggal, dia pasti akan diukai oleh para tetangganya, dan itu sudah merupakan sebuah solusi atas persoalan yang didapatkan oleh masyarakat disekitarnya. Jangankan ada pihak lain yang sedang menderita atau sakit tertentu, tidak ada  persoalan saja pun dia tetap akan selalu ebrbagi dengan yang lain, karena itu sudah menjadi watak dan kebiasaan serta kepuasannya.

Sebaliknya jika ada orang yang bersifat kikir, maka di manapun dia berada, pasti akan menimbulkan masalah, karena meskipun  pada suatau saat dia mau juga memberi meskipun terpaksa, tetapi dalam klanjutannya pasti sifat aslinya akan muncul dan masyarakat juga akan mengetahuinya.  Untuk itu mari kita menjadi solusi bagi pihak lain, bukan menjadi bagian dari masalah yang pasti akan sangat menyulitkan banyak pihak.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.