MEMPERCEPAT LANGKAH MENUJU SURGA

Semua orang pastinya sangat berkeinginan untuk mampu masuk surge, terutama nanti pada saat sudah berada di alam akhirat, namun masih banyak diantara mereka yang lebih memilih kehidupan duniawi ketimbang kehidupan ukhrawi, dengan bukti bahwa mereka masih ingin memperkaya diri serta melupakan  menabung untuk kehiodupan akhirat. Lalu apa yang dapat mereka  andalkan jika untuk menabung saja mereka tidak suka, dan mungkin hanya mengandalkan amalan ibadah mahdlah saja, seperti shalat, puasa wajib, zakat dan haji.  Bahkan  masih banyak  diantara mereka yang juga tidak menganggap penting persoalan zakat, apalagi yang infaq dan sedekah.

Kita sangat memahami bahwa kematian seseorang itu tidak ada yang tahu terkecuali hanya Allah swt semata, namun kenapa banyak orang yang nekat seolah usainya masih sangat panjang sehingga tidak mempercepat langkahnya menuju surge.  Mereka sama sekali tidak khawatir kalau kalau  Tuhan memanggilknya  dalam waktu dekat, padahal  bekalnya untuk kehidupan akhirat masih terlalu minim, bahkan yang sudah dijalaninya pun belum pasti akan diterima oleh Allah swt. Lalu apakah mereka memang lupa atau sengaja tidak memikirkannya atau ada alasan lainnya?

Marilah kita mencoba memotret diri kita masing masing, karena kitlah yang lebih mengetahui diri kita yang sesungguhnya ketimbang pihak lain.  Mungkin ada orang lain yang mengetahui diri kita, tetapi itu hanya sepintas dan karena hal hal yang sifatnya kasat mata, sedangkan hakekatnya hanya kita sendiri yang mengetahuinya.  Boleh jadi secara lahir ada orang yang sering mondar mandir ke tanah suci untuk menjalankan ibadah umrah, sehingga secara lahir mereka itu baik, namun siapa tahu ternyata  ada sesuatu dibalik itu semua sehingga secara hakiki ternyata bukan kebaikan.

Namun secabai hamba Tuhan, kita memang harus berbaik sangka dan tidak boleh berburuk sangka kepada pihak lain. Hanya saja apa yang disampaikan di sini ialah ekmungkinan yang bisa saja terjadi karena semua yang ada di dunai ini masih terlalu premature jika kita menilainya.  Untuk itu sebaiknya untuk urusan yang terkait dengan hakekat sesuatu kita pasrahkan kepada Allah swt saja, sedangkan kita hanya akan melihat  apa adanya dan berprasangka baik kepada semua orang.  Biarlah Allah sendiri yang akan menentukan dan menilai kepada setiap kita.

Sejauh mana  kehidupan kita selama ini, apakah kita telah menjalankan perintah Allah swt dengan benar, dengan tulus dan dengan sepenuh hati, apakah tidak ada unsur lain dalam kita menjalankan setiap kebaikan, apakah tidak ada unsur riya dalam setiap kita menjalankan kebaikan, terutama saat kita berbagai dengan pihak lain, atau  ketika kita sedang menjalankan shalat bersam dengan banyak orang.  Jika jawabannya masih ada sedikit unsur tersebut, mari kita benahi apa yang masih tersisa dari unsur riya tersebut agar ke depannya Allah akan semakin memantapkan niat kita sehingga semua yang kita jalankan benar benar karena Tuhan, dan bukan karena yang lain.

Bergegas menuju surge bukan berarti kita  mel;akukan sesuatu agar kita cepat mati atau jika kita sakit lebih baik tidak berusaha berobat agar cepat mati, bukan seperti itu, karena sebagai manusia kita wajib berikhtiyar.  Artinya jika kita tidak mempunyai harta untuk sekedar makan dan mencukupi kebutuhan keluarga, maka kita harus berusaha. Demikian juga jika kita sedang diberikan sakit oleh Allah swt, maka kita juga harus berikhtiyar untuk berobat dan begitu seterusnya.

Justru ketika kita sedang mengalami sesuatu lalu kita  berdiam diri tanpa melakukan ikhtiyar, maka itu bukanlah sikap yang baik bagi seorang mukmin.  Kita memang yakin bahwa jika kita bertaqwa maka Allah akan mencukupi kehidupan kita, namun bukan dengan cara menunggu datangnya pemberian orang lain, atau dengan cara meminta minta atau cara lainnya, melainkan harus  mau berusaha dan berikhtiyar agar kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan tersebut.  Barangkali  cara berusaha memang ada banya  cara yang dapat dilaukan, namun yang jelas harus ada usaha untuk emndapatkannya.

Mempercepat langkah menuju surge itu berarti  berusaha dengan sekuat tenaga untuyk mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat, walaupun untuk kehidupan duniawi juga harus diusahakan.  Biasanya orang akan cenderung lebih mementingkan kehidupan duniawi, karena itulah yang sedang dijalani saat ini dan ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, sehingga biasanya pula mereka lupa dengan persiapan kehidupan akhirat.  Untuk itulah arti bergegas untuk menuju surge ialah  agar kita tidak melupakan kehidupan akhirat tersebut dengan selalu mengingatnya dan melakukan  sesuatu untuk akhirat.

Artinya jika kita mencari maisyah di dunia untuk mencukupi kebutuhan duniawi, maka jangan lupakan bahwa  kita juga mempunyai kebutuhan untuk akhirat kita, karena itu akan sangat bagus jika sebagian daintara hasil harta yang didapatkan sebagiannya ditabung untuk akhirta, semisal disedekahkan kepada mereka yang sangat membutuhkan, dijariyahkan untuk kepentingan masjid, madrasah dan lainnya.  Dengan konsisten memikirkan kehidupan akhirat tersebut sesungguhnya kita sudah berusaha melangkahkan kaki kita menuju surge.

Sesungguhnya cukup banyak anjuran amalan yang dapat berakibat menjadi amalan akhirat, meskipun secara lair itu merupakan amalan duniawi.  Berbuat baik kepada tetangga dan sesame umat manusia, membantu mereka dan  memberikan sikap yang terbaik saat berjumpa mereka adalah sebagian kecil yang dapat kita lakukan untuk menuju surge tersebut. Hanya sekedar tersenyum yang tulus saat berjumpa  orang lain itu juga sikap yang bagus dan insya Allah akan menjadi salah satu tabungan untuk akhirat nanti.

Jujur juga merupakan sikap yang akan mempercepat langkah kita menuju surge. Betapa tidak, kalau saat ini banyak umat manusia yang sudah melupakan kejujuran dan lebih memilih curang, karena dianggap lebih menguntungkannya, padahal itu semua menipu yang hakiki. Jika kita masih mampu bertahan dengan jujur kepada siapapun dan dalam kondisi apapn, lebih lebih jika  ada peluang dan kesempatan untuk berbuat curang, maka pertahanan iman kita tersebut merupakan jalan mulus menuju surge yang tentu akan membuat perjalanan kita semakin menyenangkan.

Jika kita sudah melakukan semua kebajikan sebagaimana tersebut, kalaupun pada saatnya Tuhan akan mencabut nyawa kita, kita sudah siap dan tidak ada ketakutan sedikitpun untuk menuju alam baqa yang semua orang pasti akan menujunya. Memang terkadang kita menjumpai kondisi yang berbeda, yakni tidak sebagaimana yang kita lihat secara kasat mata, namun itu bukan berarti kita harus terpengaruh oleh kondisi lahir tersebut, karena kalau itu tidak masuk akal sudah pasti harus disikapi dengan bijak tanpa harus menyalahkan pihak pihak tertentu.

Persoalan kematian itu memang menjadi misteri tersendiri bagi umat, karena itu menjadi urusan Tuhan secara mutlak, karena itu yang dapat kita lakukan ialah mempersiapkan diri terutama untuk kehidupan akhirat, sehingga kita sudah tidak menanggung beban berat saat kematian tersebut.  Jika kita sudah  menjalankan kebajika demi kebajikan  tanpa harus memandang siapapun yang kita  sikapi dmeikioan, maka  insya Allah kita sudah mempercepat langkah menuju surge yang penuh dnegan kenikmatan tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.