BERPIKIR CERDAS

Berpikir cerdas itu bukan hanya  dapat menyelesaikan masalah yang ada, melainkan juga sekaligus dapat menempatkan diri sebaik baiknya dan tidak menimbulkana tafsiran lain. Terkadang ada orang pintar tetapi rasa terhadap persoalan kemasyaratan atau rasa tentang keadilan atau tentang perpolitikan menjadi sangat dangkal, sehingga justru malah apa yang dilakukan menjadi blunder bagi dirinya.  Apalagi kalua kemudian hal tersebut mewakili sebuah organisasi, maka organisasinya lah yang akan menjadi masalah.

Sebagai contohnya ialah jika ada orang yang menjadi anggota  sebuah perkumpulan yang memang netral dan tidak boleh memihak kepada salah satu kontestan dalam sebuah pemilihan umum, lau karena  ada keinginan untuk melakukan dialog dengan pemimpin, lalu dia dana organisasinya tersebut menghadap untuk dialog dan membicafakan masalah yang ada, maka itu bukannya tudak boleh, melainkan pasti akan menimbulkan persepsi yang beragam.  Orang dengan mudah akan membacanya sebagai sebuah usaha untuk mendukung calon tersebut.

Itulah mengapa  kita harus cerdas dalam mengambil keputusan, yakni pada saat  saat tersebut tidak seharusnya menghadap untuk mendialogkan sesuatu, karena pasti akan dibaca sebagai sebuah dukungan, dan jika posisinya  tersebut sebagai sebuah organisasi yang seharusnya netral,   maka akan dibaca oleh masyarakat dna juga media masa sebagai sebuah dukungan, dank arena itu  pasti akan menimbulkan kesalah pahaman.  Karena itu yang terbaik ialah jika sudaha mendekati pemilu seperti saat ini, sebaiknya untuk dialog dotunda saja sampai selesainya pemilu, sehingga sudah tidak ada lagi tuduhan yang bermacam macam.

Demikian juga dengan persoalan  kebohongan yang akhir akhir ini marak di tengah tengah masyarakat kita, sebaiknya kita  cerdas dalam menyikapinya, karena jika kita salah dan hanya berdasar kepada  pemahaman sendiri, maka akibatnya akan  dapat fatal. Mungkin maksudnya tidak jelek, namun dapat dipahami sebagai sebuaah keburukan.  Jika kita menemukan berita yang tidak meyakinkan yang terkait dengan fitnah atau pembulian terhadap seseorang, lalu kita  dengan dalih ingin mendapakan kejelasan dan memposting ke dalam media social, maka akibatnya akan fatal.

Artinya  kita dapat dituduh sebagai penyebar berita ftnah atau berita bohong tersebut, meskipun kita berdalih untuk mendapatkan  keterangan menganai kebenaran berita tersebut.  Jika kita cerdas,  maka berita yang meragukana tersebut haraus diserahkan kepada kepolisian untuk mengusutnya dan tidak diposting di meia soaial yang dikonsumsi oleh masyarakat secara luas.  Berita bohong atau hoax tersebut memang menjadi lebih cepat tersebarnya, karena memang media social saat ini begitu massif dalam memberikan informs kepada masyarakat tanpa pandang bulu.

Atau jika kita tidak dapat menghubungi pihak kepolisian, sebaiknya kita diam saja sambal menunggu reaksi masyarakat dan pasti pada saatnya berita seperti itu akan mendapatkan tanggapan dari masyarakat luas.  Artinya keceerdsan kita harus kita wujudkana dalam tindakan yang arif dan  dengan penuh pertimbanagn bahwa apa yang kita lakukan  itu tidak akan menimbulkan panafsitran lain dari yang kita inginkan.  Untuk kitu harus dicari alasan dan media yang memungkinkan agar kita terhindar dari persoalan berikutnya.

Dalam kaitannya dengan persoalan  usaha dan ekonomi misalnya, kita juga harus  cerdas, karena jika kita tidak mau meikirkan dan menganalisa kondisi, maka  kemungkinan akibatnya akan sangat luar biasa.  Bayangkan saja jika kita hanya mendapatkan informasi sekilas yang menjanjikan  keuntungan yang berlipat ganda lalu kita menyetujuinya dan kemudian kita terlonat ddi dalamnya, maka ada kemungkinan kita akan mengalami kerugian yang besar.  Seharusnya kita  mencari referensi yang jelas dan meyakinkan agar kita menadi matap dalam memasukinya.

Ada teori bahwa jika persoalan ekonomi, maka  siapapun yang berusaha dengan keras maka dia akan mendapatkan keungungan besar, namun jika ada tawaran yang mudah dan ringan lalu akan mendapatkan keuntungan besar, maka langkah pertama kita harus mencurigainya terlebih dahulu, dan kalau kita mau kita harus juga menyelidikinya sejauh mana  kepercayaan dan kredibilitasnya sehingga kita akan bergabung dengannya.  Pencarian  terhadap kondisi sesungguhnya dari apa yang kita ingin berada di dalamnya mesti dijalankan dnegan hati hati dan cermat, sebab jika kita salah analisa, bisa saja kita akan mengalami kerugian bahkan mungkin juga kehancuran.

Terkadang orang hanya tergiur dengan janji muluk dari pihak lain, yang bahkan tidak rasional sekalipun.  Kita  terkadang dibuat tidak mengerti dengan sikap dan tindakan salah satu kawan kita yang begitu saja mempercayai pihak lain yang belum dikenalnya dengan baik, lalu setelah memasukinya, kemudian dia benar benar rugi dan bangrut. Namun kita juga tahu bahwa penyesalan itu datangnya di belakang dan sudah tidak ada artinya lagi terkecuali untuk pengamalan dan sekaligus untuk berhati hati  dalam usaha berikutnya.

Sekali lagi kita memang harus cerdas dalam menyikapi apapun. Mungkin  anak anak kita juga mudah terperdaya oleh rayuan pihak lain, baik itu gterkait dengan persoalan cinta maujpun peluang usaha dan lainnya.  Kewajiban kita aialah  mampu memberikan pengetahuan kepada mereka agar tetap berhati hati dan lebih mempercayai sesuatu yang masuk akal.  Artinya semua hal yang menjanjikan hal yang begitu mudahnya, maka itu biasanya hanyalah sebuah  kebohongan, tetapi jika  ada sesuatu yang memerlujkan usaha keras itu biasnaya adalah kebenaran.

Kebanyakan ibu ibu rumah tangga juga mudah terkecoh oleh piak lain yang menawarkan sesuatu yang menggiyurkan, padahal sesungguhnya itu sebuah penipuan, semisal menawarkan perhiasan yang dikatakan sebagai model terbaru dan harganya sangat murah karena baru promosi, lalu dengan tanpa mengecek lebih lanjut dalam  pasaran yang sesungguhnya lalu mengambilnya.  Tentu pihak yang menawarkan pasti akan semakin bersemangat untuk mengeluarkan produk lainnya yang dianggap lebih canggih dan model terbaru, lalu ibu ibu juga kepincut dan lalu mengambilnya.

Lalu berselang beberapa minggu barulah  mereka sadar bahwa mereka telah tertipu dengan mjulut manis penjual perhiasan tersebut.  Ya kalau ibu ibu tersbeut memang kaya raya dan duitnya berlebih, maka itu tidak terlalu masalah, namun bagi kebanhakan ibu ibu yang ekonominya pas pasan dan hanya mengandalkan  penghasilan suami, maka akibatnya dapat diprediksi bahwa  apa yang sudah dilakukan tersbeut hanyalah memburu ego dan emosi sesaat saja untuk memenuhi keingina nafsunya.

Untuk itu sekali lagi kita memang harus  berpikir cerdas dan tidak mudah mempercayai siapapun yang belum kita kenal dengan baik.  Saat ini orang berbohong demi sesuatu itu sudah banyak dipraktekkan. Jangankan terkait dengan ekonomi,  kaitannya dengaan sebuah kepercayaan dan cinta saja sudah banyak marak pembohongannya.  Karena itu sekali lagi kita memang harus waspada dengan segala kemungkinan yang terkait dengan diri kita, keluarga kita dan orang orang dekat kita agar mereka tidak menjadi korban kebohongan tersebut.

Mari perkuat diri kita dengan pemahaman terhadap segala kemungkinan yang bisa saja terjadi dan menimpa diri kita, sehingga kita akan lebih  kuat dalam menahan diri untuk tidak tergerus oleh nafsu kita sendiri aau oleh ego yang memang selalu ingin  menjauhkan kita  dari kesadaran total.  Kita berharap bahwa kita akan diselamatkan oleh Tuhan dalam menghadapi berbagai godaan tersebut, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.