PENENTUAN NASIB

Sesungguhnya penentuan nasib mereka yang  berminat menjadi  PNS sudah dimuali sejak beberapa waktu yang lalu, saat dibukan kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi PNS.  Pada awalnya pendaftaran dibukan dan kemudian dilakukan seleksi administrasi.  Pada saat itu sudah dimuali kompetisi, sebab  masih banyak diantara para calondan pelamar yang tidak memperhatikan persyaratan formal, seperti harus melamprkan beberapa data yang diperlukan seperti ijazah yang dilegalisir, foto diri dan lainnya.

Mungkin karena terbiasa untuk tidak mentaati aturan dan mengandalkan berargumentasi, maka mereka kemudian dinyatakan tidak lolos dan mereka juga tidak dapat beradu argumentasi karena  seleksi administradi etrsebut in absensia, sehingga kalau tidak memenuhi syarat otomatis dinyatakan tidak lolos dan tidak ada tawar menawar.  Setelah itu kemudian dilakukan ujian kemampuan dasar TKD atau dengan istilah lain CAT.  Nah, melalui tes ini kemudian banyak diantara para pelamar yang gugur, bahkan mayoritasnyam, karena secara nasional yang lolos hanya sekitar 8 persen saja.

Lalu banyak muncul komentar dan kritik terhadap sitem seleksi tersebut, dan kemudian kementerian pendayagunaan aparatur  Negara dan reformasi birokrasi membuat  regulasi baru yang memungkinkan  sebagian mereka dapat mengikuti seleksi berikutnya, yakni seleksi bidang, yakni dilihat dari komulasi nilai yang didapatkan saat tes  kemampuan dasar. Dengan aturan baru tersebut kemudian lebih banyak lagi yang kemudian dapat mengikuti tahapan tes selanjutnya, meskipun bagi yang secara otomatis lulus TKD tidak akan diganggu gugat.

Artinya jika dalam sebuah formasi tertentu yanglolos TKD tersebut hanya satu orang, yang seharusnya ditempati oleh tiga orang, maka  untuk TKB nya tetap akan hanya diikuti oleh seorang yang sudah lulus TKD.  Meskipun dmeikian kelulusan beriikutnya tetap akan ditentukan oleh ujian psichotes dan wawancara yang diselenggarakan pada tahap berikutnya.

Tahapan berikuitnya yakni tes  kemampuan bidang atau TKB diselenggarakan  denagn penilai gabungan dari  satker bersangkutan dengan dari kementerian, dan bobot dari nilai  TKB ini adalah 60 % sedangkan untuk TKD sendiri berbobot 40 %.  Karena itu  masih ada kompetisi diantara para calon untuk mendapatkan yang terbaik dan  akhirnya dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan clon PNS atau ASN.

Harus diakui bahwa  meskipun PNS atau ASN ini masih menjadi favorit di kalangan masyarakat, namun jika melihat animo masyarakat, ternyata  hanya kecil saja yang mendaftar.  Apakah ini disebabkan  formasi yang disediakan hanya  tertentu saja sehingga mereka yang  tidak mempunyai ijazah yang sesuai dengan swndirinya sudha harus muncur teratur, atau mereka sudah menduga bahwa untuk seleksi etrsebut akan sulit bagi mereka sehingga lebih baik tidak ikut saja ketimbang harus berkompetisi tetapi harapannya sangat tipis.

Pada awalnya banyak pihak menduga  pendaftaran untuk menjadi clon PNS kali ini akan sangat banyak dan panitia akan kuwalahan untuk menerima pendaftaran, karena sudah beberapa tahun terakhir tidak ada formasi PNS, namuan dugaan banyakmpihak etrsebut ternyata meleset, karena yang diperkirakan puluha  ribu pendaftar, yang terjadi hanya beberapa ribu saja, bahkan di beberapa tempat hanya ratusan pendaftar.  Kondisi tersebut ebenarnya sangat membanggakan bahwa tidak banyak masyarakat kita yang kepingin menjadi PNS.

Harapannya masyarakat akan lebih banyak menekuni bidang lainnya, seperti usaha yang tentu akan memberikan harapan yang lebih luas dan bebas bagi pelakunya untuk mendesain sendiri usahanya, dan bukan  harus mengikuti berbagai aturan yang rigit sebagaimana PNS.  Itu juga berarti mental  para masyarakat kita jauh lebih bagus, yakni ingin mandiri dan melakukan  hal hal positif dan tidak hanya ingin bersantai santai sebagai pegawai yang akan emndapatkan gaji tetap dan yang jelas tidak mungkin akan dapat kaya.

Sesungguhnya ujian dan seleksi  untuk menjadi PNS tersebut bukanlah  penentuan nasib mereka karena masih banyak nasib yang dapat ditentukan selanjutnya ioleh dirinya sendiri. Namun bagi mereka yang memang bertujuan menjadi PNS, maka ujian etrsebut memang menjadi penentuan nasib, dan sudaha barang pasti mereka akan berusaha secara maksaimal untuk dapat lolos.  Namun yang harus diketahui oleh mereka ialan bahwa seleksi kali ini memang benar benar obyektif sehingga tidak  boleh percaya kepada p[ihak manapun yang ebrjanji akan mampu membantunya dengan imbalan tertentu.

Nasib dirinya akan ditentukan mereka sendiri, yakni jika memang mampu dan mempunyai kapastitas yang dibutuhkan dalam formasi PNS pastilah akan dapat lolos, tetapi jika tidak siap dan hanya mengandalkan sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan, maka harus siapa siap untuk tidak lolos.  Tidak boleh ada yang beranggapa  kalau tidak lolos menjadi PNS maka dunia  akan kiamat, karena masih banyak  dunia lain yang lebih menjanjikan ketimbang hanya sebagai PNS, asalkan percaya bahwa apa yang akan dilakukannya adalah sesuatu yang mempunyai masa depan  cerah.

Jika seseorang  mempunyai kepercayaan diri yang kuat dan kemudian mau terjun  melakukan usaha terhadap bidang tertentu dan ditekuni denagn baik, sambil terus belajar dan mencari pengalaman, pada saatnya tentu akan sukses meraih sesuatu prestasi gemilang yang diharapkan.  Banyak orang yang  memulai usaha dari nol, lalu secara terus menerus ditekuni usaha tersebut sambil terus belajar, maka pada akhirnya  mereka meraih kesuksesan dan bahkan kemduain emnjadi  pengusaha kelas atas.

Namun harap dicatat bahwa jika kita melihat orang sukses, jangan dilihat kesuksesannya atau dilihat saat ini, yakni setelah sukses, tetapi lihatlah proses yang sudah dialaminya. Di sana patsi ada pasang surut dan  suka dan duka, sukses dan gagal. Nah pelajaran yang terpenting ialah bagaimana dapat bertahan dalam situasi sulit dan mampu bangkit setelah  beberap waktu menemukan kesulitan.  Dario situlah seharusnya setiap[ orang akan memulai usahanya, dan jika mau mengambil pengalaman tersbeut, tentu dia pasti akan berhasil dalam usahanya dalam bidang apapun.

Tabah dan tidak mudah menyerah setelah mengalami kerugian atau katakanlah bangrut dalam uasha adalah kunci sukses yang tertunda.  Biasnya orang tidak tahan dengan ujian kegagalan dan kemudian bosan bahkan meninggalkan usaha yang sudah dirintisnya, karena dia beranggapan bahwa usaha tersebut tidak cocok baginya dan kalupun diteruskan maka akan terus mengalami kegagalan.  Sepertinya dia itu tidak percaya kepada Allah swt bahwa  Dia pasti akan menolong hamba Nya yang gigih dan terus berusaha sambil terus berdoa memohon kepada Nya.

Seharusnya setiap  individu tidak boleh menyerah dengan keadaan, melainkan harus melawannya, yakni dengan terus berusaha  dan berusaha. Jangan sampai kita menyerah kepada nasib dan takdir, karena sesungguhnya nasiob kita bukan terletak di tangan pihak lain, melainkan ada di tangan kita sendiri.  Mau atau tidak kita menemukan dan menjemput takdir baik kita. Jika kita mau maka usahakan dengan sekuat tenaga dan jangan mudah menyerah.  Untuk kesuksesan, Allah swt pasti akan emmberikan ujian berat kepada kita, karena pemahaman inilah yang harus terus ditanamkan dalam diri kita sehingga kita akan tetap merasa optimis dan jauh dari pesimis. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.