TAKDIR KEMATIAN

Terkadang kita sama sekali tidak ingat kepada kematian, padahal itu merupakan hal yang pasti datangnya dan semua makhluk hidup pasti akan mengalaminya.  Hanya saja Tuhan  tyelah menentukan takdir masing masing orang sehingga kalau dilihat secara lahir, tampak ada sebagiannya yang mati dalam usai sangat muda, dan sebagiannya lagi mati sudah sangat tua.  Bahkan ada juga yang sudah mengalami sakit bertahun tahun dan bahkan malah terkladang sudah tidak sadarkan diri hingga berbulan bulan, namun secara medis belum meninggal, tetapi ada  sebagian lainnya yang tampak masih sangat sehat, muda dan  kuat, tetapi dengan serangan jantung sedikit saja kemudian  sudah meninggal dunia.

Ajal setiap orang itu sudah ditentukan,  apakah dia akan meninggal di rumah, di jalan atau di tempat lainnya.  Demikian juga yangmenjadi penyebabnya  sudah pula ditetapkan sehingga bagaimanapun manusia itu hanya menjalani takdirnya masing masing.  Namun dmeikian  karena kita tidak mengetahui takdir kematian kita, maka kita harus tetap berusaha untuk berhati hati dan  tidak menyerah begitu saja dengan kondisi yang sedang kita jalani.  Artinya kalau kita sakit maka kita harus berusaha untuk berobat dan begitu seterusnya, bukan malah menyerah sebelum berusaha.

Dari zaman dahulu samp[ai sekarang kematian dmei kematian terus terjadi, karena memang itulah yang  telah ditetapkan oleh Tuhan. Kalupun kita menghindar dengan berbacara pun, pada akhirnya maut itu pasti akan menemukan kita, karena itu sikap terbaik bagi kita ialah bukan menantang kematian, melainkan kita tidak usaha memikirkannya, melainkan cukuplah kita berusaha untuk mempersiapkan diri menyongsong kematian tersebut.  Artinya kita harus siap setiap waktu untuk dijemput oleh kematian karena kita sudah siap dengan segala persiapan hidup di alam akhirat.

Alam dunia ini merupakan  lahan untuk menanam investasi untuk kepentingan akhirat, sehingga siapapun yang  mau berinvestasi di dunia ini sdengan menjalankan kebajikan dmei kebajikan, pastinya nanti akan mendapatkan keberuntungan dan kesejahteraan pada saat menjalani kehidupan abadai di akhirat, dan sebaliknya siapapun yang mengabaikan investasi kebaikan di dunia, maka dia akan menjadi orang yang paling rugi dan sengsara di alam akhirat.

Generasi terdahulu  semakin  ke sini akan semakin  habis dan berganti dengan genrasi berikutnya. Kalupun masih tersisa golongan atau generasi tua yang saat ini  masih bersama kita, maka itu merupakan bonus bagi kita untuk mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari panjangnya usia  generasi etrsebut. Namun kita juga sekaligus  berlajar dari resepa apakah yang dijalani sehingga masih tetap awet dalam menjalani hidup meskipun sudah berusia tua.

Kita menemukan terkadang ada resep khusus yang dijalani oleh mereka yang sudah sepuh, seperti resep makan yang dikonsumsi secara rutin, atau menghindari makanan dan minuman tertentu sehingga badan akan senantiasa fit atau lainnya.  Demikian juga menganai prinsip hidup yang dijalani sehingga tetap bugar tanpa  mendapatkan masalah.  Kebanyakan mereka biasanya  selalu tulus dalam setiap perbuatan sehingga tidak ada beban lain dalam dirinya, dan iotulah yang membantu untuk tetap sehat dan bugar.

Secara umum ajaran agama kita telah memberikan rambu rambu menganai banyak hal, termauk dalam hal bagaimana cara makan dan lainnya.  Nabi Muhammad saw telah memberikan contoh dan sekaligus nasehat bahwa  makanlah selagi kau lapar dan berhenti makanlah selagi kau belum kenyang.  Himbauan ini sungguh sangat penting untuk kita cermati karena biasanya kalau kita sedang makan makanan yang lezat, kemudian kita akan lupa dan terus makan hingga kekenyangan.

Demikian juga dengan usia seseorang ajaran agama kita menentukan  bahwa  orang terbaik diantara kita ialah mereka yang panjang usianya dan baik amalnya.  Itu pertanda bahwa orang yang mampu menjaga kesehatannya sehingga mampu bertahan hidup hingga tua dan  dibarengi dengan amalan yang baik, maka dialah manusia yang dianggap terbaik, sebaliknya  mereka yang panjang usianya namun dipenuhi dnegan kemaksiatan, tentu bukan terbaik, melainkan justru ialah yang buruk, dan juga mereka yang pendek usia dan buruk amalnya.

Jika kita berbicara mengenai usia  tentu kita tidak akan terlepas dari kekuasaan Tuhan yang memang menentukan segalanya, akan tetapi kita juga mempunyai hak untuk berusaha agar usia kita menjadi panjang, yakni dengan jalan menjaga diri dan terus berdoa memohon kepada Tuhan  untuk dipanjangkan usia. Kalaupun ini hanya sebuah  usaha dan sifatnya hanya sebagai motivasi semata, tetapi menjadi penting khususnya terkait dengan keberadaan kita sebagai makhluk Nya yang memang harus terus berusaha untuk mendapatkan yang terbaik.

Namun  demikian jika kemudian kita sudah ebrusaha dan Tuhan tetap menentukan kematian kita, maka itulah takdir yang harus diterima secara tulus.  Tuhan tentu lebih tahu mengenai diri dan kualitas kita karena  belum pasti  orang yang tamp[ak secara lahir baik dalam kenyataannya benar benar baik, dan sebaliknya belum pasti orang yang secara lahir tampak buruk belum pasti dia benar benar buruk.  Karena ternyata banyak hamba hamba Tuhan yang berperilaku tampak tidak baik, namun sesungguhnya itu hanya lahriiyyah semata, dan hakekatnya  dia sedang menjalankan  kebajikan.

Satu persatu orang orang yang kita kagumi, kita hormati dan sayangi meninggalkan kita karena dipanggil oleh Allah swt. Namun sesungguhnya  dengan peristiwa pemanggilan  tersebut juga sekaligus mengingatkan kepada kita bahwa pada saatnya nanti kita juga akan mengalaminya, sehingga dengan demikian  berbahagialah mereka yang mampu mengambil I’tibar dari kejadian kematian tersebut dan kemudian menjadikannya sebagai wahana untuk meningkatkan kualiats ibadah dan kebajikan amal di dunia.

Bukankah kita juga pernah mendengar sebuah riwyat bahwa kematian itu merupakan mauidhah, karena mauidhah itu ada dua jeni, yakni yang hidup dan ada yang mati. Mauidhah yang hidup itu ialah alquran, karena  dengan mempelajari dan menghayati alquran orang akan mampu menjadi lebih baik dan berubah kea rah kebaikan, sedangkan mauidhah yang mati ialah kematian itu sendiri, yakni  kita harus memapu menjadikan kematian sebagai pelajaran bagi ikita  dalam upaya meningkatkan diri kita dalam hal kebajikan dan kualitas.

Kejadian  kematian yang setiap saat kita saksikan tersebut sesungguhnya merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita jika kita mampu mengambil hikmahnya. Kalau kita melihat dari sisi apakah kita mampu untuk meningkatkan amaliah  kabaikan, maka secara teori kita akan mampu melakukannya dalam suasana apapun, namun akan jauh lebih mudah menjalankannya jika dalam situasi tertentu, seperti kepepet atau suasana  kita dalam  bahaya dan mendesak.

Kita tentu paham bahwa terkadang orang akan mampu melakukan sesuatu yang tidak biasa karena terpepet atau karena dalam suasana yang  sangat mendesak dan tidak ada pilihan  lainnya.  Untuk itu dalam suasan kematian yang ada di sekitar kita, seyogyanya kita mampu menadikannya sebagai ibrah untuk peningkatan hidup kita, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.