PERINGATAN HARI JADI KEMENTERIAN AGAMA

Seluruh ASN kementerian agama RI  kemartin telah melaksanakan upacara bendera dalam memperingati hari jadinya yang ke 73, namun bukan berarti peringatan tersbeut langsung selesai, karena ternyata masuh banyak  acara yang diselenggarakan untuk itu, seprti tasyakuran dengan dzikir dan berdoa, perlombaan dan pertandingan olah raga serta kegiatan lainnya.  Pertandingan olah raga ringan seperti pingpong, tarik tambang, karaoke dan sejenisnya juga masih berlangsung yang smeuanya  untuk memeriahkan hari jadi kemneterian agama tersebut.

Sesungguhnya ada satu hal yang harus diperhatikan oleh semua ASN kementerian agama, sebagaimana disinggung oleh menteri dalam sambutan tertulisnya, yang antara lain beropesan kepada kita untuk memperkuat landasan keluarga yang merupakan fondasi bernegara dan berbangsa. Lebih lebih bagi aparatur kementerian agama yang seharusnya  menjdaikan diri mereka sebagai contoh bagai masyarakat dalam hal kebaikan.  Jangan sampai justru  aparat \ur klemenag malah memberikan contoh kurang bagus, seperti  retak rumah tangganya yang menyebabkan  perceraian.

Karena itu jika ada tanda tanda keretakan dalam rumah tangga, masing maisng harus mampu menahan diri dan berupaya untuk memperbaikinya.  Salah satu  caranya ialah dnegan mengingat masa masa bahagia, di awal pernikahan, yang smeuanya tampak sangat menyenangkan. Lalu kalau saat ini ada yang mulai bosan, tentu harus dikembalikan kepada ingatan dahulu yang pernah mesra dan bahagia,  memang kalau menuruti hawa nafsu, mungkin masing masing akan mengedepankan egonya  dan melupakan tanggung jawab dan nasib anak anak yang  masih harus mendapatkan perhatian dari mereka.

Cara mengingat masa masa bahagian tersebut tentu akan sedikit mengurangi ketagangan yang sedang terjadi, dan jika masing masing kemudian mampu mengekang egonya dan nafsunya, tentu akan tercipta pengertian dan nantinya akan terjadi keharmonisan kembali.  Kita harus ingat bahwa kalaupun sudah berpisah, maka suatu saat pasti akan merindukan kembali persatuan, meskipun itu justru akan lebih berat melakukannya.  Untuk itu sebelum semuanya terjadi, alangkah baiknya jika kita smeua sebagai ASN kementerian agama  mampu berpikir lebih jernih dan mempertyimbangkan seluruh aspek.

Kita sangat menyadari bahwa kementerian agama merupakan kementerian yang selalu disorot oleh masyarakat, terutama jika ada ASN nya yang melakukan kesalahan atau perilaku yang tidak patut. Karena itulah kementerian ini kemudian mengembangkan lima budaya kerja yang sudah kita kenal dengan baik, yakni integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan.  Seluruh ASN kementerian agama harus mampu meresapi dan mengamalkan lima budaya kerja tersebut dengan baik dan konsisten.

Tentang integritas memang tidak boleh ditawar lagi karena  jika ada sebagian onum kementerian yang  tidak lagi menghiraukan masalah integritas, tentu smeua akan menjadi kacau. Bagaimana tidak kalau mislanya  melakukan korupsi atau menipu dan perbuatan buruk lainnya, tentu akan banyak kritikan masuuk ke kementerian ini dan  ASN lainnya yang sudah bagus juga akan ikut tercoreng gara gara perbuatan oknum yang memang tidak berintegritas tersebut.

Kementerian agama RI merupakan kementerian dengan stauan kerja terbanyak yang jika ingin tetap eksis di tengah Negara kesatuan RI tentu harus melakukan upaya nyata dalam melayani masyarakat.  Karena itu seluruh ASN dituntut untuk dapat bekerja secara professional. Termasuk dalam melayani masyarakat dalam hal pelaksanaan haji,  pencatatan nikah dan juga dalam hal pendidikan dan pelayananumum, Sekali tidak professional, maka  akan muncul banyak persoalan berikutnya yang tentu akan semakin rumit dan sulit ditangani.

Inovasi juga merupakan hal yang harus terus dilakukan oleh seluruh ASN kementerian ini, karena dengan inovasi etrsebut kementerian akan mampu meberikan yang terbaik untuk masyarakat. Lebih khususn lagi  dunia pendidikan  harus menyumbang persoaan ini dengan baik karena  merekalah yang  secara teoritik akan mudah melakukan inovasi  dalam upaya menemukan  cara untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan memberikan sumbangan terbaik bagi mereka dan juga bangsa secara umum.

Semenetra itu  siapapun yang menjalankan aktifitas, baik secara formal kaitannya dengan pekerjaan maupun secara individual tentu harus mampu bertanggung jawab. Karena itu pertanggung jawaban atas seluruh pekerjaan yang dibebankan kepada smeua ASN harus dapat dijalankan dengan baik.  Rasa tanggung jawab yang besar tentu akan melahirkan kepercayaan pihak lain dan itu merupakan modal yang sangat berharga serta besar bagi kita dan bagi kementerian agama secara umum.

Budaya kerja yang terakhir ialah tentang keteladanan.  Sebagai aparatur  kementerian agama kita memang wajib untuk memerankan diri sebagai teladan dalam semua kebaikan. Sebab kalau ada seikit saja noda yang dilakukan oleh bagian dari kementerian agama ini, pastilah akan mendapatkan perhatian banyak pihak.  Kita tahu kementerian agama  adalah kementerian yang mengurus masalah agama, sehingga seharusnya semua apraturnya bersih dan jujur, sehingga kalau diibaratkan itu sebagai kain yang putih.  Nah, dengan dmeikian kalau ada seidkit kotoran, mak akan tampak jelas dan itulah mengapa kita harus menjadi teladan dalam semua kebaikan.

Dalam sambutan menteri tersbeut juga diingat kepada sleuruh ASN kementerian ini agar mampu mengendalikan diri, terutama di tahun politik saat ini. Jangan sampai kita ikut ikutan dalam membela atau bahkan menyerang salah satu paslon, karena kalau itu terjadi, maka kenetralan sebagai ASN akan ternodai.  Apalagi kalau kemudian juga membawa dan memperkosa agama untuk menjadi daya dukung atas klaimnya untuk memberikan dukungan kepada salah satu paslon. Justru kita harus mampu menempatkan agama sebagai pendorong utnuk terciptanya persatuan dan kebersamaan diantara seluruh masyarakat.

Demikian juga dalam menjalankan dan mempraktekkan ajaran agama kita diminta untuk tetap berpegang teguh kepada ajaran yang telah disampaikan oleh para ulama kita, yakni Islam yang moderat dan bukan  pelaksanaan syariat yang berlebih lebihan dan  ekstrim, baik ekstrim kanan maupun ekstrim kiri. Kita paham bahwa berlabihlebihan dalam menjalankan ajaran agama itu juga akan mampu merusak kondisi yang sudanh bagus, sehingga keserhanaan  dan  kemoderatan itulah yang paling memungkinkan bagi kita untuk mengamalkan ajaran agama kita, dengan tetap mampu menjaga kebersamaan.

Masalah toleransi juga disinggung oleh menteri, yakni bahwa kita harus dapat menjadikan contoh diri dan sikpa kita bagi masyarakat lainnya.  Toleransi itu merupakan  sikap mau memahami dan mengerti perbedaan yang terjadi antara diri kita dengan pihak lain, sehingga dengan begitu tidak ada sedikitpun niat untuk memekasakan kehendak kepada pihak lain atau klaim bahwa hanya pandangan kita sajalah yang paling benar dan yang lain salah atau sesat.  BNiarlah  mereka  berpegang p[ada pandangannya sendiri dan kita dalam pandangan kita sendiri tanpa harus saling mengganggu.

Demikian pula jika berbeda keyakinan, tentu kita juga harus mampu memehami apa yang diyakini mereka tanpa harus mengusiknya.  Kita tetap dalam agama dan pendirian kita karena itulah yang kita anggap benar dan menyelamatkan. Dengan sikap toleran yang dmeikian, kita yakin bahwa kehidupan kita akan tetap nyaman, meskipun berdampingan dengan orang lain yang ebrbeda agama dan keyakinan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.