MENGUBAH DIRI MENJADI LEBIH BAIK

Ada kalanya orang tidak mau berubah dan  menginginkan  tetap dalam kondisinya yang dianggap sudah nyaman dan memberikan banyak keuntungan.  Biasanya bagi orang yang dmeikian, karena  tidak adanya p[engaruh dalam dirinya untuk menjadi sesuatu yang lain yang jauh lebih baik, sehingga seluruh hati dan pikirannya hanya dokus pada apa yang saat ini telah dijalaninya.  Sementara ada pula orang yang selalu saja menginginkan adanya perubahan, meskipun secara riil  kehidupannya sudah cukup mapan dan enak.

Dua tipe orang yang berbeda tersebut tentu sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan dasar kehidupan yang merasuk dalam dirinya.  Bagi mereka yang sudah merasa cukup dengan apa yang sudha berada digenggamannya, maka itu biasanya orang menyebutnya sebagai tanda qanaah atau menerima apa adanya, dan itulah yang menyebabkan ketenangan dalam hati dan pikiran, sedangkan bagi mereka yang tidak akan bisa tenang dalam kondisi yang didudukinya, tentu juga didasarkan oleh adanya keaktifan hati dan pikirannya untuk selalu  menjadi beda dengan apa yang sudah diraihnya.

Meskipun secara umum tipe orang seeprti itu dianggap sebagai ambisius, namun dalam sisi lain itu merupakan  sebuah kondisi yang sangat bagus untuk mengubah diri menjadi jauh lebih bagus.  Kita harus melihatnya dari sisi yang ebrbeda dan  dengan pemikiran positif.  Artinya bagi mereka yang berqanaah atau menerima apa adanya kondisi yang sedang dijalani, sesungguhnya merupakan sikap yang  kurang bagus, dalam arti mereka tidak akan mendapatkan kemajuan dan  mencapai kondisi yang lebih baik. Itu disebabkan  keterbatasan pandangannya yang hanya  kepada posisi yang sduah didudukinya saja, padahal masih banyak kemungkinan yang dapat didapatkan yang jauh lebih bagus.

Sedangkan bagi mereka yang dianggap sebagai ambisius, justru akan lebih aktif untuk mendapatkan suasana baru yang tentu lebih bagus, dan mereka sama sekali tidak betah dalam kondisi yang sedang dijalaninya.  Keinginan untuk selalu berubah itulah yang positif dan tentu akan mampu mendorong diri mereka untuk semakin menemukan sesuatu yang jauh lebih baik ketimbanga  yang dijalaninya saat ini.

Namun sesungguhnya jika kita mampu untuk mengkombinasikan antara tipe tipe tersebut, tentu akan jauh lebih sempurna. Artinya  kita memang harus terus memacu diri untuk lebih baik dengan  mengupayakan perubahan perubahan dalam semua aspek, tetapi bukan berarti kita  tidak nyaman dalam posisi saat ini, melainkan hanya semata mata ingin mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi.  Artinya suasana yang saat ini kita jalani harus disikapi dengan nyaman dan  menerimanya  dengan bagus, nemun bukan berarti kemudian sama sekali tidak ada upaya untuk meningkatkan diri.

Sebagai manusia yang ingin terus eksis dalam mengarungi hidup di dunia ini, sudah barang tentu kita harus terus berusaha agar apapun yang kita jalani  memberikan manfaat yang besar, baik bagi diri sendiri maupun bagi pihak lain. Karena itu tidak ada cara lain yang  dapat kita jalani terkecuali bilamana kita terus berusaha untuk maju dan mengubah kondisi yang ada menjadi lebih baik lagi.  Keinginan untuk berubah dan menjadi lebih baik tersebut tentu bukan  dalam makna yang negative sehingga kemudian  dapat dikategorikan sebagai tamak, melainkan semata mata ingin meningkatkan diri sehingga manfaatnya akan lebih banyak.

Kalau kita berada dalam dataran keilmuan, maka  kita harus terus melakukan penelitian meskipun kita sudah berada dalam kondisi yang menyenagkan, sebab dengan peneliotian tersbeut kita akan mampu menemukan sesuatu yang lebih baik dan  bermanfaat bagi kebanyakan umat manusia. Sebaliknya jika kita tidak melakukan penelitian tersebut, maka  semakin lama kondisi kita akan semakin tertinggal oleh mereka yang selalu dinamis untuk melakukan perubahan.

Mereka yang selalu dinamis dan menemukan benyak hal tidak mungkin hanya berdiam saja, melainkan  mereka akan selalu aktif mencari dan menemukan berbagai temuan dari hasil peneliotain yang dilakukan.  Tuidak ada  kemajuan tanpa penelitian dan menemukan sesuatu yang baru.  Artinya jika kita menginginkan kemajuan, maka jalan satu satunya ialah  adanya keinginan untuk mengubha diri menjadi lebih baik, terutama jika  mau melakukan perubahan atas dasar temuan baru yang menjanjikan sesuatu yang  jauh lebih baik dan bermanfaat.

Lihatlah mereka yang aktif dalam melakukan penelitian dan mendapatkan banyak temuan, mereka biasanya akan terus tertarik untuk menemukan hal hal baru yang dapat memberikan manfaat bagi umat manusia. Walaupun mungkin sedara lahir kehidupan mereka tidak menyenangkan, namun bagi mereka melakukan peneliotian di laboratorium tersbeut adalah kenyamanan yang tidak ada bandingannya.  Pikiran mereka hanya untuk menemukan sesuatu dan mereka akan merasa puas jika temuannya tersbeut mampu menjadi sesuatu yang dimanfaatkan oleh umatn manusia.

Janga  mengiran bahwa kepuaan hidup itu terletak pada  banyaknya harta dan  tercukupinya smeua kebutuhan, baik yang primer maupun yang secunder, karena ternyata banyak diantara manusia yang kepuasannya terletak pada kemampuannya untuk memberikan sesuatu bagi pihak lain.  Ada jenis manusia yang kepuasannya  muncul jika telah mampu memberikan sesuatu bagi pihak lain dan pihak lain tersbeut merasa sangat bahagia dengan sesuatu etrsebut.  Jadi kalaupun kemudian penemu sesuatu tersebut mendapatkan finansial yang banyak, namun bukan itu yang menyebabkan kepuasan dalam dirinya, melainkan karena hasil penemuannya tersbeut telagh diakui dan digunakan oleh manusia.

Kita juga menyaksikan betapa banyak orang yang meskipun berharta banyak nemun kehidupannya sama sekali jauh dari rasa puas atau bahkan  dapat dikatakan menderita. Lalu kenapa demikian? Karena sekali lagi kepuasan dan kenyamanan itu bukan terletak pada harta, melainkan terletak pada sesuatu yang mampu  menjadikan hati dan pikirana tenang.  Untuk apa harta banyak tetapi kalau hati dan pikirana sama sekali tidak mampu tenang.  Nah, yang terpenting ialah  bagaimana menemukan kondisi hati dan pikiran dapat tenang, dan itu  jalannya sangat banyak.

Ada sebagian orang yang ketenangan hatinya dapat direngkuh jika telah mampu menjalankan ibadah sedemikian rupa sehingga seluruh komnsentrasinya terfokus hanya kepada Sang Pencipta, sebagiannya ada yang ketenangan hatinya  dapat terwujud jika sudah bertemu dengan orang yang sangat menderita, lalu dia mampu mengubahnya menjadi senyum.  Mungkin  jalan untuk menuju kondisi tersebut dia harus mempunyai cukup harta yang kemudian dia sedekahkan untuk orang yang membutuhkan tersebut.

Nah, sebagiannya lagi  kondisi hati akan tenang jika dia telah mampu memberi kepada pihak lain, utamanya pemberian tersebut adalah sesuatu yang awet dan mampu mengubah hidup banyak orang menjadi lebih baik. Untuk itu mari kita berubah menjadi lebih baik dan  memberikan apa yang kita mampu berikan kepada pihak lain. Kita yakin bahwa jika ketulusan menyertai pemberian tersebut, insya Allah kita akan menjadi orang yang merasakan kepuasan dan itulah tujuan hidup kita.

Sudah barang tentu tujuan hidup kita jika dikaitkan dengan akhirat ialah jika kita  mampu menjalankan sleuruh perintah Allah dan emninggal;kan seluruh larangan Nya serta mampu menyenangkan kepada sesama makhluk Tuhan.  Mari satukan hati dan pikiran kita untuk menemukan sesuatu yang kemudian kita hadiahkan untuk umat secara umum. Dengan begitu insya Allah kita akan emnjadi orang yang paling bahagia dalam menjalani hidup di dunai hingga akhirat nanti, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.