BENCANA BULAN DESEMBER

Banyak orang mengaitkan terjadinya bencana dengan bulan Desember, karena  hamper setiap tahun yakni di bulan Desember selelu saja terjadi bencana yang menelan korban cukup banyak, kita masih ingat terjadinya tsunami di Aceh yang meluluh lentakkan Aceh juga pada  akhir Desember, dan yang terakhir kemarin tsunami di pandeglang dan lampung selatan.  Namun juga tidak sedikit yang kemudian menghakimi bahwa itu disebabkan banyaknya kemaksiatan yang diperbuat di pantai pandeglang, bahkan pada saat terjadinya tsunami juga sedang digelar pertunjukan yang dikonotasikan dengan kemaksiatan.

Sudah barang tentu semua itu hanyalah pandangan yang bisa salah dan bisa juga benar, namun kita tetap harus berhusnudzdzan bahwa smeua itu emang sudah menjadi kehendak Allah swt.  Memang kita harus menyikapi semua musibah sebagai sebuah peringatan dari Allah swt agar manusia semakin mendekat kepada Nya dengan banyak melakukan kebajikan, bukan sebaliknya malah banyak membuat keonaran dan kemaksiatan.  Kita memang sangat perihatain dengan kejadian etrsebut, karena banyak manusia yang menjadi korban dan banyak pula diantara mereka yang harus kehilangan harta dan segalanya.

Justru yang harus kita galakkan ialah bagaimana kita dapat ikut membantu mereka dengan  mengumpulkan sedikit bantuan untuk mereka.  Artinya kalau dikumpulkan beberapa bantuan yang sedikit tersebut, tentu akan menjadi besar dan setidaknya akan meringankan beban mereka. Beberapa lembaga sudah memulainya dan  sebagiannya bahkan sudah ada yang disalurkan, namun belum seluruh masyarakat tergerak untuk menyumbang kepada mereka. Karena barangkali perlu diingatkan kepada seluruh masyarakat agar ikut meringankan mereka dengan memberikan sumbangan sekedarnya.

Hanya saja kita sangat yakin bahwa Allah tidak akan memberikan bencana  pada sisi waktu tertentu, semisal setuiap bulan desember, melainkan kebetulan saja ada di bulan desember, karena ada juga bencara sejenis yang terjadi di Palu, dan Donggala yang tidak terjadi pada bulan desember.  Memang secara nalar kita dapat memperkirakan bahwa bulan Desember memang bulan dimana banyak turun hujan dan juga angina kencang yang terkadang mematahkan atau merobohkan pepohonan, sehingga manusia diharapkan berhati hati dan waspada.

Kita memang tidak sependapat jika musibah  tsunami tersebut langsung dikaitkan dengan bulan Desember, meskipun kita menyaksikan  adanya bencana yang terjadi di bulan Desember tersebut.  Barangkali ini termasuk ujian keiamanan kita, dan yang paling  beruntung ialah mereka yang tetap dalam  kekokohan iman  dan tidak terpengaruh sama sekali dengan berbagai tuduhan yang tidak berdasar, dan hanya  dengan  menyampaikan omongan semata.  Kiranya memang sangat perlu untuk semakin memupuk keimanan kita agar  lebih kuat dan tidak mudah tergoyahkan oleh apapun yang menimpanya.

Memang benar bahwa Allah swt sendiri telah berfirman bahwa  akibat kerusakan yang dibuat oleh tangan manusia di darat maupun di lautan, kemudian Allah memberikan sedikit ujian dan musibah dengan maksud agar mereka merasakan sebagian atas apa yang telah mereka lakukan, dengan tujuan lebih lanjut mereka semua akan kembali ke jalan yang benar sebagaimana yang ditunjukkan oleh Allah swt.  Namun sekali lagi bukan berarti kemudian kita langsung menuduh kepada pihak pihak tertentu yang telah menyebabkan kemurkaan Tuhan sehingga kemudian  memberikan adzab atau musaibah tersebut.

Kita meyakini bahwa  adanya sesuatu kejadian itu pasti ada sebab yang menjadi penyebanya. Jadi kalau menurut perhitungan ilmu tertentu bahwa ada lempengan bumi yang mengalami perubahan dan menyebabkan  perubahan bumi sehingga kemudian timbullah  gempa, tentu juga tidak bisa kita kesampingkan. Namun kita juga tetap meyakini bahwa  ada penyebab lainnya yang lebih disebabkan oleh ulah dan perbuatan manusia  di bumi ini. Mungkin juga kesalahan dalam memperlakukan bumi atau  salah dalam menyikapi perintah Tuhan dan mungkin juga sebab lainnya.

Mari kita lebih bijak dalam menyikapi terjadi berbagai bencana di bumi ini agar kita semakin baik dan bukan semakin jauh dari Tuhan. Bahkan kita juga sangat yakin dengan firman Allah  terkait dengan rahmat dan berkah Allah kepada kita jika kita memang  beriman dengan benar dan bertaqwa dengan sebenar benarnya, pasti Allah akan menurunkan rahmat dan berkat Nya dari langit dan bumi.  Kebrkahan yang dimaksud ialah kemudahan  dalam hal mendapatkan karuniaNya. Mungkin berupa kemudahan demi kemudahan yang diodapatklan, termasuk juga hasil pertanian yang melimpah dan usaha yang semakin berkembang.

Namun jika kemudian manusia banyak yang ingkar terhadap nikmat Nya dan bahkan semakin menjauh dan meninggalkan perintah perintah Nya, bahkan yang terjadi adalah sebaliknya, yakni kemaksiatan yang semakin marak dan  ketidak teraturan dalam hidup yang mengemuka, maka kita tinggal menunggu adzab Tuhan diturunkan.  Adzab atau musaibah tersebut dapat berupa apapun, yang terpenting manusia  menjadi susah dan sulit, dan itu ssungguhnya hanya sebagian kecil saja yang ditimpakan, agar mereka ingat dan kembali kepada jalan yang benar.

Namun jika dengan peringatan musibah tersebut manusia juga tidak mau kembalai ke jalan yang benar, malahan semakin bertmbah kemaksiatannya, maka jangan salahkan siapaun kelau kemudian Tuhan memberikan musibah yang lebih besar lagi dengan korban yang lebih banyak lagi.  Rupanya  masih banyak umat manusia yang  sama seklali tidak memperhatikan persoalan ini dan hanya menganggap bahwa musibah tersbeut terjadi begitu saja tanpa ada kaitannya dengan perbuatan manusia, sehingga mereka sama sekali tidak berusha untuk mengubah diri menjadi semakin baik.

Lalu hal yang penting lagi ialah jangan pernah kita mengaitkan antara bencana dengan bulan tertentu semacam bulan desember, karena sesungguhnya bulan semuanya tidak ada yang baik dan buruk, semuanya baik, hanya kita sajalah yang harus pandai menyikapinya sedemikian rupa  sehingga kita tidak akan semakin terpuruk dalam kepercayaan yang tidak ada dasarnya sama sekali.  Sama dengan ketika ada yang meyakini bahwa  angka 13 itu merupakan angka sial sehingga tidak ada yang berani memakainya, bahkan untuk hotel saja tidak ada  tingat ke 13 karena kepercayaan yang tidak berdasar tersebut.

Beruntung untuk masalah angka ini mereka yang di Barat kemudian tidak mempercayai hal yang berbau tahayyul tersebut, sehingga saat ini di  tempat kita sudah banyak yang tidak mempercayainya lagi.  Dem,ikian juga dengan bulan dalam kalendwer Hijriyyah ada satu yang biasanya dihindari oleh masyarakat, termasuk umat muslim, yakni bulan Muharram atau kalau di Jawa dikenal sebagai bulan Asyura. Kita tidak mendapatkan keterangan yang komplit mengepa mereka ketakutan dengan bulan tersebut, padahal bulan etrsmasuk bulan yang dimuliakan oleh Allah swt.

Hingga saat ini masyarakat kita masih belum berani mengadakan  hajatan pada bulan tersebut, meskipun kalau ditanya mengapa, mereka sama sekali tidak mampu untuk menjawabnya. Beruntunglah saat ini kepercauyaan tersebuit sedikit demi sedikit mulai luntur dan masyarakat sudah berani untuk mengadakan hajatan di bulan tersebut.  Pendeknya semua  kepercayaan yang tidak ada dasarnya sudah seharusnya kita hindari untuk mempercayainya, karena itu dapat merusak sendi kehidupan kita sendiri, bahkan mungkin pada saatnya akan mampu merusak akidah kita.  Semoga kita diselamatkan dari kesesatan tersebut amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.