SECANGKIR KOPI

Meskipun hanya  secangkir kopi namun  itu mampu untuk menghasilkan karya yang luar biasa, coba perhatiikan cerita ini, yakni pada saat orang sudah maniak dengan kopi, biasanya tidak akan mampu melakukan aktifitas yang mebutuhkan konsentrasi, seprti menulis atau mengarang, karena konsentrasi itu menjadi hal yang dibutuhkan untuk dapat menggoreskan pena  dalam  sebuah cerita.  Karena itu jika tidak ada kopi, maka juga sama dengan tidak ada hasil yang dapat diandalkan.  Demikian juga dengan mereka yang biasamenggubah lagu, pastinya tidak akan dapat dilakukan dngan baik jika belum dihadirkan secangkir kopi.

Mereka yang bekerja di perusahaan  termasuk mereka yang bekrja sebagai karyawan sebuah kantor dalam berbagai bidang,  akan mengalami nasib yang sama jika  kebiasaan minum kopi tersebut tidak dilakukan. Bahkan mungkin juga ada sebagian orang yang sama sekali tidak mampu bekerja disebabkan mengantuk berat karena belum minum kopi.  Jadi nilai secangkir kopi itu menjadi snagat mahal dan penting jika dikaitkan dengan pekerjaan dan hasil yang diharapkan, bukan hanya sekedar harga dari secangkir kopi saja.

Mungkin kalau hanya dari sisi harga, berapa sih harga secangkir kopi. Paling paling hanya sekedar20 ribu rupia hingga 25 ribu rupiah, tetapi jika tidak dilakukan akan dapat menghambat pekrjaan yang menghasilkan jutaan rupiah atau bahkan akan merugi jutaan rupiah, karena berhenti bekerja.  Sebegitu p[antingkah kopi tersebut. Mungkin bagi mereka yang bukan maniak kopi tidak akan dapat merasakannya bahkan hanya sekdar membayangkan saja pun tidak akan mampu, tetapi bagi yang sudah menjadi  bagian dari hidupnya, maka keberadaan secanghkir kopi menjadi berarti dan sangat menentukan.

Kopi memang merupakan minuman yang mampu membangkitkan semangat luar biasa, namun bagi yang tidak terbiasa, kopi juga mungkin dapat membuat orang cukup menderita.  Artinya kalau orang tidak terbiasa meminum kopi dan kemudian dipaksakan untuk meminumnya, maka akibat yang akan ditimbulkan dapat berupa efek yang akan membuatnya tidak dapat memejmakan matanya, karena ada zat zat tertentu yang justru akan terus mengganggunya hingga semalaman pun tidak akan penah bisa tidur.

Namun bagi orang lain, justru dengan kopi tersebut akan menolong dirinya mudah untuk tidur dan menenangkan pikirannya. Mungkin kalau persoaan ini hanyalah  karena keterbiasaan semata, namun juga pastinya ada zat zat yang  karena tidak pernah dikenal oleh tubuh seseorang lalu pada saat  zat etrsebut masuk dalam tubuhnya, maka akan membuat perubahan terhadap tanggapan tubuh terhadap kopi tersebut.  Namun kalaupun misalnya ada orang yang  tidak terbia meminum kopi tersebut lalu  dia membiasakan diri untuk meminumnya, dapat dipastikan lama lama akan terbiasa dan zat yang dahulunya mengganggu pasti akan beadptasi dengan sendirinya.

Kita juga tahu banyak jenis  dan macam kopi yang ada, sebagiannya ada yang sangat kuat pengaruhnya terhadap tubuh dan sebagainnya lagi tidak kuat, melainkan hanya sedang sedang saja.  Sebagaimana  benda lainnya, bagi siapapun yang sudah maniak kopi, terkadamng tidak akan cukup kalau hanya denagn meminum kopi biasa saja, karena tidak akan banyak emmberikan efek dalam dirinya.  Artinya efek baik yang akan menolongnya dapat memusatkan pikiran dan konsentrasi tidak akan dapat diperolehnya, karena itu kita  dapat mengerti jika ada orang yang tidak akan mau minum kopi tertentu dan hanya akan mau menikmati kopi tertentu lainnya saja.

Persoalannya bukan hanya sekdar persoalan rasa semata, melainkan juga  efek yang ditimbulkannya.  Jika minum kopi tetapi sama sekali tidak ngefek, maka mengapa harus  meminumnya? Akan jauh lebih bagu  cukup minum air putih saja, mungkin lebih baik.  Namun kita tidak dapat  begitu karena kalau sudah tidak lagi ditemukan jenis kopi yang dicari, maka pasti ada yang kurang, termasuk produktifitas dari seseorang.

Bayangkan saja kalau seorang penulis cerita yang sudah  terbiasa meminum kopi sebelum memulai bekeja, lalu tidak menemukan kopi tersebut, sehingga pikirannya justru tidak data konsentrasi dan malahan terganggu, maka  dapat dipastikan tidak akan menghasilkan karya sebagaimana diharapkan.  Atau mungkin seorang penulis sekenario cerita tertentu dan ditarget akan menyelesaikan tugasny dalam beberapa haeris ke depan, namun kemudian dia tidak mampu menemukan kopi untuk membantu konsentrasinya, maka tugasnya juga pasti akan berantakan karena tidak mampu mengerjakan pekerjaannya.

Sesungguhnya  kebiasaan meminum kopi itu dapat dikatakan seperti orang kecandua karena  akan tergantung kepada kopi tersebut.  Tidak ubahnya seperti orang yang sudah terbiasa merokok, lalu tiba tiba tidak menemukan rokok, maka ada sesuatu yang mengganggunya, baik  sulit untuk berkonsentrasi bekerja atau mungkin malahan tidak dapat  melakukan aktifitas apapun.  Kabiasaan yang sudah mendarah daging itu memang sulit untuk dihentikan, kalau kemudian ada sesuatu yang mengharuskannya berhenti, pasti akan memakan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi.

Bahkan kebiasaan memakan atau meminum sesuatu yang pokok saja terkadang sulit untuk dihindari.  Misalkan kita yang terbiasa makan nasi setiap harinya, lalu di suatu tempat tidak menemukannya dan hanya menemukan jenis makanan lainnya, pasti juga akan terjadi sedikit masalah.  Semisal ketika kita sedang berada di Barat dan tidak menemukan nasi, dan hanya ada roti atau hanya ada  sayur sayuran saja, tentu perut kita  tidak akan tahan, karena makanan yang kita konsumsi etrsebut tidak biasa.

Kalaupun kita sudah biasa makan roti juga, namun kalau belum menyentuih nasi, tetaplah ada yang kurang, mungkin  stamina juga akan menurun atau gairah kerja juga akan berkurang,  bahkan mungkin rasa perut juga masih belum kenyang kalau belum ada nasi yang disantap.  Itulah kebiasaan yang memang  akan mengakibatkan semacam ketergantungan dan jika tidak ditemukan, lalu kita akan terpengaruh.

Tentu akan lain ceritanya dengan  kebiasaan tertentu yang sudah lazim bagi orang tertentu dan  sudah terbiasa pula dengan kondisi yang berbeda beda. Semisal ada orang yang biasa mengkonsumsi makanan tertentu, tetapi pada saat lainnya juga mampu mengkonsumsi jenis makanan lainnya, lalu dia dapat beradptasi dengan seluruh jenis makanan, maka hal itu tidak akan mempengaruhi kondisinya.  Aapapun yang  dapat dikonsumsi pastinya akan dapat diadaptasi dan tidak akan mengganggu konsentrasinya.

Kembali kepada persoalan kopi, kita memang dapat memaklumi jika ada orang yang tidak mampu bekerja gara gara tidak menemukan kopi tersebut, karena memang  ketergantungan kep[ada minuman kopi tersebut memang menadi sebuah fenomena tersendiri.  Kiranya smeua orang juga sudah menyadari tentang minuman kopi tersebut.  Artinya ada sebagian orang yang kalau tidak minum kopi maka konsentrasinya akan terpecah dan kalau mengerjaklan  sesuatu yang memwerlukan konsentarsi penuh, maka pasti akan mendapatkan kesulitan bahkan mungkin kegagalan.

Pada akhirnya pelajaran yang dapat kita petik dari secangkir kopi tersebut ialah bagaimana kita mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan tidak mudah untuk mengganti sesuatui dnegan yang baru  sebelum adaptasi. Bolehlah kita mengubah kebiasaan yang sudah mapan, namun itu harus dilakukan dengan persiapan dan niat yang bulat sehingga  akan  dibantu dnegan semangat yang ada dari dalam, dan buikan asal mengganti secar mendadak.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.