JANGAN MUDAH TERTIPU

Saat saat seperti ini memang banyak bergentayangan oknum yang menjanjikan akan dapat menolong untuk diterima sebagai PNS pada instansi tertentu dengan memberikan imbalan tertentu pula.  Jika masyarakat meneukan oknum yang demikian, sebaiknya ditangkap saja dan diserahkan kepada aparat kleamanan, sebab sudah pasti dia bohong dan ingin menipu.  Kita tahu persis bahwa system penerimaan calon PNS saat ini sangat terbuka dan transp[aran sehingga siapapun  akan mengetahuinya tanpa harus meminta bantuan orang lain.  Artinya kalau ingin masuk dan lolo ssebagai CPNS tentunya harus mengikuti tahapan tahapannya dan lolos dalam setiap tahapan tersbut.

Secara resmi yang nanti akan mengumumkan ialah kementerian pendayagunaan aparatur Negara dan reformasi birokrasi setelah sleuruh tahapan tes dijalankan. Jika seseorang di tengah jalan gagal mengikuti tahapan tast, jangan harap akan dapat lolos dalam tahapan berikutnya dan dengan sendirinya akan lolos sebagai calon PNS. Jika ada yang menjanjikan, meskipun dengan mengatas namakan dari kemenpan rb, tetaplah itu bohong dan pasti dia akan menipu.  Jika sudah sangat jeslas speetri ini masih saja ada yang percaya kepada calo yang menawarkan jasanya maka  itu salahnya sendiri.

Terlalu banyak peringatan yang sudah disampaikan baik melalui mas media maupun selebaran tentang penerimaan calon PNS tersbeut dan smeuanya menginformasikan tentang tahapan yang sangat transparan. Persoalan ada oknum yang mengaku mampu mengusahakan dengan dalih dekat dnegan pejabat di kemenpan rb, dapat dipastikan itu hanya cara yang digunakan agar calon yang ditipu mempercayainya.  Tidak ada pejabat di manapaun yang mampu untuk menolong seseorang untuk lolos tes CPNS. Mereka yang menjadi calo memang sudah sewajarnya kalau mencari cara untuk meyakinkan calon korbannya karena itu yang diinginkan.

Hanya terkadang kita menjadi sangat heran mengapa masyarakat masih saja mau mempercayai calo yang demikian, padahal semuanya sudah serba terang.  Seharusnya masyarakat akan lebih cermat lagi, meskipun keinginannya untuk menjadi PNS begitu besar, naamun kalau tidak dibarengi dengan usaha  untuk meningkatkan kualitas diri dan kapasitas tetentu, maka jangan pernah berharap akan menjadi PNS.  PNS saat ini tidak sama dengan zaman dahulu yang terus dikonotasikan sebagai pegawai malas dan hanya ingin makan gaji dnegan enaknya saja.

Saat ini PNS dituntut untuk menjalankan pekerjaannya sesuai dengan target yang ditetapkan, jadi penilaian kinerjanya didasarkan atas pencapaian target tertentu dan bukan didasarkan oleh keberadaannya sebagai PNS.  Bahkan kalau pada zaman dahulu PNS dapat seenaknya saja keluar kantor untuk pergi belanja ke pasar pada jam kerja dan bahkan pulang sebelum jam kerja selesi, tetapi untuk saat ini tentu tidak dapat demikian, karena semua PNS harus masuk kantor sesuai dengan jam mauk dan keluar juga pada saatnya, di samping itu mereka tidak dapat dengan mudahnya keluar dari kantor, apalagi kalau untuk keperluan yang bukan menjadi tupoksi dari PNS tersebut.

Jika seorang PNS keluar tentu harus ada alasan tertentu terkait dengan tugas dan fungsinya, terkecuali memang ada sesuatu yang mengharuskan PNS keluar kantor, bahkan mungkin pulang lebih awal, semacam adanya keluarga yang meninggal dunia atau sakit berat.  Jika keluarnya hanya sebentar saja  tentu tidak mengapa, yakni pada jam istirahatsemisal untuk sekedar makan  di warung di luar kantor misalnya.  Kondisi tersebut seharusnya juga menjadi pertimbangan masyarakat dalam upaya untuk lebih mempercayai para PNS yang memang bekerja untuk Negara dan masyarakat.

Mudah mudahan ke depan kita tidak lagi mendengar adanya orang yang tertipu oleh oknum dalam kerangkan penerimaan CPNS ini.  Sesungguhnya para penipu itu sungguh terus akan berusaha dengan akalnya untuk mendapatkan mangsnya, bukan saja terkait dnegan CPNS, melainkan juga terkait dengan banyak hal.  Bahkan untuk sekdar dapat masuk di sebuah perguruan tinggi saja, terkadang calo dapat memanfaatkan kebodohan dan keluguan  calon mahasiswa.

Demikian juga masih ada  mahasiswa, bahkan dosen yang dapat ditipu oleh para calo yang dapat meyakinkan mereka bahwa mereka benar benar akan emmberikan bantuan dengan mangatas nakana pejabat tertentu.  Seharusnya zaman kaya gini semua orang wasp[ada terhadap segala sesuatu yang memberikan iming iming dapat bantuan, karena  biasnya kalau ada yang menawari untuk mengikuti suatu kegiatan tertentu dan akan diberikan imbalan tertentu, itu biasanya  penipuan, terkecuali kalau itu memang benar benar resmi melalui jalur resmi pula, dan biasanya  bantuan itu akan diberikan pada saat pelaksanaan, dan bukan denagn cara ditransfer.

Hal yang p[aling penting ialah kemauan semua orang untuk menyelidik segala sesuatu dan kemudian mau menanyakannya kepada pihak pihakl tertentu yang  mempunyai kewenangan terhadap sesuatu tersebut. Bhkan sampai sekarang  juga masih banyak penipuan melalui  hadiah tertentu yang diberikan kepada nomor telpon tertentu dan kemudian diminta untuk emnghbungai nomor tertentu dan akhirnya nanti diminta untuk mendatangi ATM dan dituntun yang seolah akan memberikan hadiahnya, ternyata justru malah menghabiskan seluruh uang yang ada dalam tabungan.

Sebagiannya ada yang kemudian eminta  pajak dari hadiah tersbeut sebelum hadiah diterimakan dengan alasan abhwa hadiah tidak akan dapat dikeluarkan sebelum dibayar pajaknya.  Nah, kalau kemuian orang tergiur dengan hadiah dan membayar pajakanya tersebut, lalu untuk beberapa saat dia baru sadar telah kena tipu dengan model ditawari hadiah tertentu. Mungkin  untuk masa yang akan dating akan datng model lainnya melalui hal hal yang biasa kita lakukan, tetapi kita tanpa menyadari hal etrsebut telah membuat diri kita merugi  dan kena tipu.

Cara cara kuno yang saat ini sudah tidak berlaku lagi kemungkinan juga akan dimunculkan kembali oleh para oknum yang ingin menipu.  Dahulu marak orang yang menawarkan kain atau barang tertentu yang dengan meyakinkan  mengatakan bahwa harga barang tersebut ratusan ribu bahkan ada yang emndekati jutaan, namun karena dia sedang  mampir di kota tersbeut disebabkan kapalnya bersandar agak cukup lama di kota tersebut, akhirnya dia harus menjaual barang barang tersebut untuk sekdar mendapatkan sedikit uang untuk jkeperluan hidup di kota tersebut. Lalu barang tersebut dijual dnegan harga yang murah, dan masyarakat kemudian percaya dan membelinya.

Cara lama yang sesungguhnya dengan mudah untuk dilihat tentang penipuan atau bukan juga sering dapat menipu kita  apabila kita emmang tidak cermat dan focus dalam  melihat segala sesuatu, semacam adanya seorang yangmengaku sebagai dukun yang mampu menggandakan uang atau dapat memberikan keuntungan dalam melakukan transaksi dan lainnya, smeua itu pastinya bohong, sebab kalau dia mampu melakukannya, pasti dia sendiri yang akan mengambil untung dan bukan diberikan kepada pihak lain.

Nah, berhubung kita tidak cermat dan tidak mikir panjang lalu kita mudah percaya kepada omongannya yang sesungguhnya sama sekali tidak masuk akal tersebut. Bagaimana mungkin dia  suisah susah emjnadi pihak yangmenawarkan jasa dapat emnggandakan uang, kalau memang ebnar benar dia mampu apstinya dia akan lakukan thal tersbeut untuk dirinya sendiri. Itulah yang harus dimengerti oleh masyarakat agar tidak mudah ditipu oleh  orang lain yang memang sudah niat jahat sejak awal.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.