FALSAFAH JEMARI

Mungkin ada yang tidak menyadari fungsi jemari kita  setiap harinya, padahal kalau dicermati kita akan emndapatkan pelajaran yang sangat berharga.  Dalam kehiodupan ini banyak hal yang dapat dilakukan sendiri tetapi dalam waktu yang sama banyak juga  hal yang tidak mungkin dilakukansendiri, melainkan harus dilakukan secara bersama sama.  Ada hal yang memang setiap manusi akan dapat menjalaninya secara mandiri  seperti makan, minum dan menjalankan kewajiban agama serta hal lainnya, tetapi  adakalanya pula  manusia tidak akan mampu menjalani sendiri terhadap sesuatu, melainkan harus bersama dengan yang lain.

Untuk mengangkat benda kecil mungkin manusia akan dapat melakukannya sendiri, tetapi jika benda tersebut snagat besar dan berat, maka tidak ada cara lain terkecuali harus bersam dengan pihak lain. Bhakn kalau kita cermati untuk mendapatkan makanan nasi saja manusia tentu akan kesulitan jika harus melakukannya sendiri, yang harus dimulai dengan menggemburkan tanah, lalu menanam beinh padi memeliharanya  dengan memberikan pupuk, lalu setalah tua memkanennya.  Setelah itu harus menjemurnya dan menjadikannya beras melalui selep atau ditumbuk, lalu di masak sehinggamenjadi nasi.

Meskipun ada manusia yang mampu mengerjakan sendiri namun  akan kesulitan, dan juga tidak ubahnya dengan ketika kita menginginkan pakaian, tentu tidak dapat dilakukan sndiri. Mungkin ada orang yang berpendapat gampang tinggal emmbeli di pasar saja beres, namun  mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sebelum pakaian itu jadi dan dijual di pasr tentu harus ada proses untuk menjadikannya sebagai sebuah pakaian dan demikian juga dnegan kebutuhan manusia lainnya yang pasti  mengharuskan kerjasama satu dengan lainnya.

Lalu kenapa  dengan faklsafah jemari? Apakah ada kaitannya dnegan ekhidupan tersbeut?. Tentu jawabannya ialah sanagt erat kaitannya, karena  kalau satu jari apapun  jarinya, mungkin kita hanya akan mampu menggunakannya secara terbats danungkin hanya seuatu yang kecil saja yang dapat dijalaninya, namun jika  jari jari etrsebut sudah berkumpul dan bekerja sama tentu akan banyak hal yang dapat dijalankan.  Kerjasama antar jemari akan menghasilkan tulisan yang hebat, demikian juga dnegan kerjasama tersebut akan dapat dilakuakn banyak hal, seperti mengambil barang mengangkat barang dan lainnya.

Mungkin  hanya dengan satu jari akan dapat melakukan sesuatu yang besar semacam menutul nagka angka di kalkulator, atau menulis di  computer dan lannya, namun pastinya tidak akan mampu melakukan sesuatu yang lebih besar  sebagaimana jika semua jari bekerjasama dan membentuk kekuatan tersendiri. Namun karena itu hanyalah sebuah falsafah tentunya akan mampu diterapkan pada kondisi yang lain.  Artinya  satu kekuatan  pastinya tidak akan mampu mengalahkan kekuatan banyak  yang disatukan.

Contohnya jika manusia satu atau seorang saja  akan melakukan sesuatu, meskipun mampu melakukannya, tetapi jangkauannya pasti terbatas, namun jika  seluruh kekuatan yang ada disatukan, maka kekuatannya menjadi sangat dahsyat dan akan menjangkau apapun yang diinginkan.  Dari sinilah kita  dapat berharap baha kehiduopan kita seharusnya disatukan untuk kep[entingan yang lebih besar danbukan hany kepentingan pribadi dan sesaat saja.  Kita harus mempunyai keinginan untuk sesuatu yang lebih bear dan lebih memberikan manfaat ketimbang sesuatu yang kecil dan biasa biasa saja yang mungkin hanya akan memberikan manfaat bagi sedikit orang.

Pendeknya jika kekuatan banyak lalu disatukan maka segalanya akan menjadi mudah dan ringan. Jika kita berkinginan untuk membangun tempat ibadah, lalu kekuatan yang ada disatukan, tentu akan jauh lebih ringan dan mudah ketimbang meikirkan sendiri dan melaksanakan sendiri.  Demikian juga dengan  lainnya seperti mendidikan lembaga pendidikan dan kesehatan dan semacamnya. Itulah kenapa  agama kita selalu menghimbau agar umat muslim selalu bersatu karena di situlah akan muncul kekuatan yang sangat dahsyat.

Namun hal yang harus diingat saat berkumpul untuk menghimpun kekuatan ialah hatus salingmkendukung, bukan sebaliknya saling menjegal.  Artinya dalam keberamaan tersebut harus ada  ketua yang akan memimpin, sebab kalau hanya berkumpuil tanpa pemimpin, pasti akan terjadi konflik kepentingan dan itu merupakan tanda keretakan dan kerapuhan serta hilangnya kekuatan.  Sebaiknya untuk memimpin tersebut dicari orang yang amanah, dan mampu menjalankan kepemimpinannya, bukan asal mau memimpin saja, sebab terkadang kita temukan orang yang kepingin menjadi pemimpin itu malahan tidak mampu memimpin.

Jemari tangan kita misalnya tentu ada pemimpinnya diantara jemari yang ada, sehingga kekuatan pun akan terkumpula dan fungsinya akan maksimal berjalan. Sebagai ibu jari tentu  dia akan memberikan arah terhadap seluruh jemari yang ada dan jika diperlukan maka ibu jari yang menjadi pemimpin tersbeut pasti akan akan ebrtindak adil dalam memberikan fungsinya.  Kita tidak pernah  tahu bagaiman akibatnya jika ibu jari kemudian tidak mau menyatukan mereka dan hanya ingin menyaksikan anak buahnya bekerja sendiri sendiri.  Demikian pula kita juga harus mendapatkan pemimpin yang mampu mengelola dengan baik dan tentu mau menjalankan perannya dengan baik pula.

Justru kalau ibu jari ngumpet diantara jemarti lainnya kekuatannya akan hilang dan rapuh, coba kita lihat jika pemimpin selalu saja belindung diantara para anak buahnya, apsti  akan terjadi kekacauan dan kerapuhan dalam kesatuannya.  Sekali lagi dibutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan langkah dan mengajak seluruh  anak buah untuk menjalankan sesuatu yang dinginkan dan menjadi  tujuan bersama. Justru kekuatan jemari akan semakin koko jika ibu jari melindungi seluruh jemari dan  menyatukannya menjadi sebuah ekkuatan.  Demikian juga dengan pemimpin yang seharusnya dapat melindungi anak buah dan  memberikan semangat agar anak buah mau melakukan apapun yang diinginkannya.

Jika jemari satu tangan kemudian dapat disatukan dnegan jemarti tamngan lainnya, tentu akan semakin emberikan kekuatan yang lebih an mampu memberikan manfaat yang lebih besar. Demikian pula dengan perkumpulan yang dapat bekerjasama dengan perkumpulan lainnya yang sama sama mempunyai tujuan yang relative sama dan mampu dikendalian dnegan baik oleh pemimpinnya, pasti akan jauh lebih kuat dan memberikan manfaat yang lebih besar lagi.  Sesuatu yang tadinya tidak dapat dilakukan hanya dengan sekelompok jemari saja, akhirnya dengan bersatu memungkinkan melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak mampu dilakukan.

Jadi dengan dmeikian falsafah jemari itu  dapat digunakan sebagai  petunjuk  bagi sebuah perkumpulan yang  dapat dipimpin oleh seorang pemimpin yang mumpuni dan  berkiprah dalam  dunia nyata di masyarakat.   Jika kita mampun menerapkan falsafah jemari etrsebut dalam setiap organisasi  kemasyarakatan dengan konsisten, tentu  organisasi tersebut akan dapat berjalan dengan normal dan bahkan mungkin akan mampu menghasilkan banyak manfaat yang dapat disumbangkan untuk keperluan masyarakat secara luas.

Memang banyak teori yang dapat dijadikan sebagai pijakan untuk menjadikan sebuah organisasi menjadi berjalan dnegan baik, namun secara sedrhana jika kita mampu menjalankan dan menerapkan falsafah jemarti saja,mkita sudah akan mendapatkan keuntungan, dan tentu   falsafah ini juga dapat dikombinasikan dengan teori kepemimpinan lainnya sehingga akan menambah semakin bagusnya kondisi organisasi tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.