MEMANFAATKAN LIBURAN UNTUK SESUATU YANG BERMANFAAT

Biasanya  orang memanfaatkan liburan untuk bejalan jalan  dan rekrasi  ke tempat tempat tertentu yang dianggap  memberikan nuansa  baru.  Sesungguhnya memanfaatkan liburan untuk bertamsya tersebut tidak salah dan juga tidak jelek, karena akan memberikan suasana baru sehingga pada saat nanti sudah tidak libur lagi diharapkan akan tercipta  kesegaran  dan dapat menjalankan kewajibannya dengan lebih baik dan fress. Namun  semua masih tergantung pada masing masing orang untuk menanfaatkannya.

Saya sangat salut dengan   lembaga pendidikan tertentu yang pada saat liburan seperti saat ini justru malah mewajibkan para siswanya untuk serius  belajar dan mencapai target tertentu, bahklan untuk sekedar main main saj tidak diperblehkan. Kalau ada  yang kangen dengan orang tua atau saudaranya juga tidak boleh bertemu pada saat serius tersebut, karena dikhawatirkan akan mengganggu agenda yang sudah ditetapkan sehingga dikhawatirkan target tidak dapat dipenuhi.  Dengan dmeikian jika  akan memui keluarga  harus sebelum masa libnuran tersebut.

Mungkin cara tersebut ada yang menganggapnya sebagai tidak manusiawi dan tidak tahu keinginan anak anak sekolah yang memang masih menginginkan untuk ebrsenang senang, namun anggapan etrsebut ternyata salah, karean dalam kenyatannya seluruh siswa yang diikutkan dalam program focus tersbeut ternyata mampu menikmatinya dan malahan bangga karena dapat meraih target yang telah ditetapkan.  Tentu semua itu  sangat tergantung pada lingkungan dan cara yang digunakan sehingga akan mampu menrik minat  siswa dalam mengikuti program tersebut.

Biasanya kalau liburan dalam bulan suci Ramadlan, kebanyakan anak anak tersebut diikutkan dalam pesantren cepat atau kilat di bulan suci , meskipun kalau diukur dari sisi pengetahuannya tentu tidak seberapa, namun  kita akan dapat melihat perubahan yang besar pada diri anak setelah nyantri tersebut, karena ghirah dan niat untuk menjalankan ibadah semakin besar dan kesetiakawanannya juga semakin meningkat. Nah, selanjutnya tentu tergantungpada pergaulan dan lingkungannya. Jika kemudian dikembalikan ke lingkungan yang kurang baik, maka efak yang sudah Nampak tersbeut pastid enganmudah akan hilang kembali, dan sebaliknya kalau kemudian berada dalam lingkungan yang bagus, maka  dampak bagus tersebut akan makin berkembang dan bagus.

Sebagai orang tua tentu harus mampu memberikan alternative kegiatan yang  bagus dan  memberikan dampak yang positif bagi anaknya, sehingga  ada beberapa hal yang dapat dilakukan, semacam mengirim anaknya untuk ngaji di sebuah pesantren tertentu agar mampu untuk sedikit beradaptasi dengan dunia pesantren, setidaknya ada keadaran diri untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah swt. Atau misalnya ada kesempatan dan waktu yang longgar dapat diajak ke suatu tempat tertentu utnuk sekedar mengenalkan kepadamasyarakatnya dan kemudian diajak untuk membantu masyarakat tersebut.

Pendidikan kepada anak yang langsung  tersbeut menjadi sangat penting untuk membentuik pribadi anak agar tidak mengabaikan kepada pihak lain.  Kita tentu snagat menyayangkan  adanya anak yang meskipun pandai tetapi sama sekali tidak peka terhadap nasib orang lain.  Kita tentunjuga tidak menginginkan anak anak kita menjadi abai kepada kondisi masyarakatnya.  Untuk mendapatkan mental anak yang kuat  kita memang harus memberikannya nilai nilai kebaikan  yang langsung ditanamkan pada diri anak  dan kita secara langsung memberikan contohnya.

Kalau  tidak ingin kemana mana dan cukup berada di dalam rumah, mungkin  dapat dijadikan sebagai hari hari untuk berkarya, baik terkait dengan pembuatan makanan atau minuman ataupun pembuatan produk tertentu yang  sekaligus juga memberikan pendidikan kepada anak tentang karya tersebut.  Jika itu yang dijalankan dan  kemudian anak mulai menyukainya, kita tentu akan dapat mengembangkannya  dengan memberikan tantangan hal yang lebih besar lagi dan  jika itupun dapat dipenuhi oleh anak, itu artinya kita akan sangat senang karena anak kita sudah mampu untuk berkarya.

Hal terpenting bagi kita ialah emmberikan nunasa baru kepada anak saat liburan agar mereka tidak terpesona dengan  leha leha dan  tidak melakukan apapun. Mungkin kita juga dapat mengajak anak anak ke tempat sadara atua neneknya  dan melakukan kegitan social di sana atau membantu pekejaan yang biasa dilakukan oleh nenek atau kakek kita, karena dengan melakukannya seperti itu kitan sekaliogus sudah emmberikan pendidikan  secara langsung kepada anak untuk mengenal dan  mengerjakan sesuatu yang seahrsunya mereka juga nantinya mampu melakukannya.

Jika kemudian nenek dan kakek kita  biasa ke sawah untuk mengerjakan sesuatu atau bahkan mungkin sudah memanen sesuatu sepeerti jagung,  kita ajak anak anak kita untuk ikut memwetik jagung dan kemudian juga mengajari mereka untuk memasaknya atau sekdar membakarnya.  Pasti anak anak akan tertarik dan senang dengan kondisi yang tidak biasa tersebut dan mereka juga diharapkan akan emmpeeroleh pengalaman baru yang tidak akan pernah dilupakannya.

Pendeknya jangan pernah kita membiarkan anak kita  keluyuran tanpa arah khususnya pada saat liburan, karena meskipun tidak terlalu lama, kalau kita biarkan anak anak bergaul dengan anak anak yang kurang baik perangainya, bisa bisa akan menulari anak kita.  Kita tahu bahwa penularan kebiasaan buruk itu sangat cepat dan mungkin tanpa dapat kita bayangkan anak anak kita ternyata sudah kena pengaruh buruk mereka hanya bergaul selama liburan saja.  Tentu ini tidak boleh terjadi, dan karena itu kita memang harus peduli kepada mereka dan  memebrikan  pendidikan yang positif melalui berbagai kegiatn yang memungkinkan.

Ketika  rumah kita tidak begitu jauh dengan pesantren, kita dapat menitipkan anak anak kita ke pesantren tersebut meskipun tidak tidur di pesantren dan hanya ikut mengaji di siang hari saja dan sekaligus juga ikut berjqamaah shalat.  Akan jauhn lebih bagus kalau anak anak diminta untuk tinggal di pesantren dan  merasakan kehidupan di pesantren secara langsung.  Dengan mengenalkan anak anak dengan dunia pesantren nantinya kita berharap pada saatnya ketika kita menginginkan mereka  akan nyantri dan sekolah di lingkungan pesantren, sudah ada pengalaman serba sedikit bagi anak kita untuk menjalaninya.

Namun jika kita belum tega untuk melepas anak kita berada  dan hidup di pesabntren, kita dapat melakukan kegiatan bagi anak anak dengan cara yang lain namun kita yakin akan mampu emmberikan pengalaman  baru yang menyenangkan.  Mislanya kita ajak anak anak untuk menyaksikan kebun buah dan kemudian  dengan cara yang bijak kita menghimbau kepada anak anak untuk dapat merawat pohon yang berbuah tersebut, semisal dengan menyiramnya atau  dengan cara memupuknya dan lainnya.  Hal terpenting dalam masalah etrsebut ialah bagaimana mengenalkan anak agar mencintai tetumbuhan dan tidak justru malah merusak dan memusnahkannya.

Ala kulli hal kita sebagai orang tua memang harus mampu membuatkan program libnuran untuk anak kita sehingga mereka tidak liar dan mengikuti arus teman temannya yang mungkin tidak terurus.  Syukur syukur kita mampu emngarahkannya untuk memeprdalam keilmuan agamanya sehingga  akan mendapatkan manfaat ganda darui libuaran tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.