HATI HATI, BANYAK MUSIBAH TERJADI

Musim penghujan seperti saat ini mudah sekali terjadi musibah, baik yang diakibatkan oleh kelalaian manusia sendiri maupun karena factor alam.  Untuk itu diharapkan kita smeua akan berhati hati dalam menjalankan aktifitas dan rutinintas kita sehari hari, namun kita tidak perlu ketakutan sehingga justru malah tidak akan menguntungkan kita sendiri.  Waspada tetap harus terus dijaga dan percaya kepada Tuhan juga tetap harus ditekankan, sehingga dengan begitu kita akan selalu menatap masa depan dengan optimism tinggi karena kebaradaan Tuhan yang senantiasa kita hadirkan dalam hidup kita.

Setiap saat kita memang harus mau dan mampu menghadirkan Tuhan dalam diri kita yang berarti kita harus sering mengingat Nya atau dalam bahasa agamanya ialah selalu bedzikir kepada Nya, bahkan sebelum kita menjalan aktifitas apapun, kita hartus menyebut nama Nya dan selalu berdoa umntuk keselamatan dan keberkahan apapun yang kita usahakan. Jika sudah melakukan hal tersebut dan kemudian terjadi musibah di sekitar kita atau bahkan menimpa kita, kita sudah memasrahkannya kep[ada Tuhan.

Dengan dmeikian apapun yang kemudian menimpa kepada kita itu berarti merupakan  takdir Nya yang memang tidak mampu kita hindari, dan sikap kita kemudian ialah mampu menerimanya dengan tulus, dan juga berbaik sangka kepada Nya.  Artinya apapun yang terjadi pada diri kita, itulah yang terbaik untuk kita, meskipun secara lahir mungkin kita tidak menyukainya.  Kita harus dapat yakin bahwa pasti ada maklsud yang terbaik Tuhan kepada kita sehingga memberikan musibah tersebut kepada kita, dan bukan sebaliknya kita kemudian curiga dan berburuk sangka kep[ada Nya.

Kita banyak mendengar terjadinya angina putting beliung yang menerjang perkampungan tertentu dan merobohkan dan merusak fasilitas masyarakat, termasuk perumahan dan tempat pendidiian serta tempat ibadah dan lainnya.  Nah, kejadian tersebut tentu sangat menyentuh hati kita, terutama  yang rumahnya roboh dan rusak parah, namun  kita harus mampu mengambil hikmah di balik semua kejadian etrsebut, sebab selam kita masih diberikan akal sehat, kita harus terus mengembangkannya untuk mendapatkan manfaat yang besar dari semua kejadian yang ada.

Kita juga banyak mendengar terjadinya banjir yang melajnda sebagian masyarakat kita, bahkan ada yang rumahnya hartus terendam banjir untuk beberapa hari, sehingga semua aktifitas  dan pekerjraannya harus tertunda dan terganggu.  Bahkan banyak diantara mereka yang kemudian terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih baik sambil menunggu air surut.  Setelah air surut pun bukan berarti musibah telah seleai, karena banyak barang yang menjadi rusak dan rumah menjadi berantakan.  Belum lagi  kalau masih ada anjir susulan saat etrjadi hujan turun secara terus menerus, pastinya semua akan tidak menyenangkan.

Mungkin bagi sebagian orang akan sangat mudah untuk sekedar menyarankan, tetapi mereka sama sekali tidak merasakannya.  Sebaiknya bagi kita yang kebetulan tidak mengalami nasib seperti mereka, sudah sewajarnya jika kita menjaga ucapan kita agar tidak semakin menambah penderitaan mereka.  Jika kita mampu berikanlah bantuan kepada mereka tanpa harus dengan ucapan yang justru akan membuat mereka menjadi semakin sedih.  Orang yang sedang terken musibah itu biasanya sangat sensitive terhadap sesuatu.

Kita juga mendengar terjadinya kecelakaan tunggal oleh pengendara sepeda motor karena adanya lubang di jalanan yang tergenang air yang dikiranya tidak ada lubang, lalu  pengendara tersebut harus terjatuh dan  ada juga yang kemudian menjadi korban meninggal dunia atau mengalami sakit yang begitu berat dan lainnya.  Karena itu di samping berhati hati karena sudah banyak jatuh korban, sebaiknya kita juga membantu mereka dengan memberikan tanda tertentu di tempat lubang tersebut jika ada genangan air di sana.

Perbuatan tersebut jika dikaitkan dengan sebuah nasehat dari Nabi  Muhammad saw ialah tergolong bagian dari praktek iman kita, yaklni menyingkirkan sesuatu yang dapat membuat celaka orang lain.  Mari praktekkan keimanan kita meskipun hanya perbuatan ringan seperti itu yang nilaina justru lebih besar ketimbang perbuatan lainnya.  Mungkin ada yang berpendapat bahwa menolong orang lain dengan memebrikan tanda bahaya kepada mereka itu tidak ada pahalanya, tetapi itu adalah perhitungan yang tidak tepat, karena  keimanan kita akan diuji  tentang seberapa besar kepedulian kita kepada sesame.

Tentu masih banyak lagi kejadian  yang menimpa masyarakat sehuibungan dengan datangnya musim penghujan ini, karena kita tidak mampu meekam semua kejadian yang ada  terkait dengan musim hujan ini. Banjir, angin putting beliung, terjatuh dari kendaraan, ataupun kejadian lainnya sebagaimana disampaikan di atas hanya merupakan sebagian kecil yang sering terjadi dengan maksud agar kita mau berhati hati dan waspada  dalam smeua aktifitas kita.  Kita tidak ingin sesuatu terjadi pada diri kita dan  mengakibatkan kita dan sleuruh kaluarga menjadi  menderita.

Setidaknya ketika terjadi hujam sedang turun dengan lebatnya dan kemungkinan juga ada angina yang kencang atau mungkin disertai dengan petir, sebaiknya kiota menahan diri dulu untuk tidak melakukan perjalanan. Jika kita masih berada di tempat kerja, sebaiknya kita tunda dahulu kepulangan kita sampai kondiasi aman, atau kalau misalnya kita sedang berada di tengah perjalanan, maka jika memungkinkan kita minggir untuk sekedar berlingdung pada tempat yang kita anggap aman, maka lebih baik kita minggir dahulu dan begitu seterusnya.

Bahkan kalaupun misalnya kita mengendarai mobil yang dianggap akan memberikan perlindungan dari hujan, maka kita juga harus tetap waspada bahwa mungkin juga  dapat terjadi sesuatu di jalan jika kita tetap nekat meneruskan perjalanan tersebut.  Kalau kita bersabar dengan menunda perjalanan d an selamat itu jauh lebih bagus ketimbang kita meneeruskan perjalanan dengan resiko terjadi kecelakaan.  Itu semua sebagai bentuk kehati hatian kita terutama selama musim penghujan kali ini, dan tentu akan jauh lebih bagus jika diterapkan pada semua kondisi.

Keselamatan itulah yang harus kita ciptakan, karena itu jika terjadi hujan lebat disertai dengan angina hebat, sebaiknya kita memang berada di dalam bangunan dan selalu memohon kepada Allah swt untuk dijauhkan dari hal hal yang merusakkan, bahkan  ada anjuran juga untuk beradzan, karena dengan begitu kita akan ingat kepada Allah dan sekaligus juga memohon  kepada Nya untuk keselamatan kita semua dan hujan serta angina yang sedang terjadi tidak akan menjadikan kita menderita.  Sekali lagi semua muara memang harus kita arahkan kepada Tuhan sebagai penentu semua kejadian.

Pada akhirnya kita memang harus menyerahkan semuanya kepada Allah swt, karena Allahlah yang menentukan dan kita hanya dapat meminta serta berusaha.  Kita harus yakin bahwa jika kita sudah berusaha dengan baik dan berhati hati dalam menjalankan aktifits, maka Tuhan akan melindungi kita dan menjadikan diri kita tetap sebagai hamba Nya yang taat dan penuh berharap tentang kebaikan dalam menjalani hidup di dunia ini, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.