HINDARKAN BERBURUK SANGKA

Memang  sifat manusia itu terkadang membingungkan, karena kalau diam saja tidak berusaha, dikatakan sebagai tidak peka, namun jika kemudian melakukan perubahan mengarah kepada perbaikan, dikatakan karena ada maunya. Terus  sebaiknya speerti apa, berbuat salah, tidak berbuat juga salah. Sebaiknya meang kita tidak menghiraukan  apa pendapat masyarakat tentang apa yang kita usahakan, karena yang terpenting ialah kita berusaha dengan tulus  dan Tuhan sendirilah yang nangi akan memberikan penilaian.

Memang penilaian manusia itu juga penting, tetapi kalau kemudian  membingungkan, maka lebih baik kita  lebih memikirkan  perbaikan, terlepas  apapun komentar orang.  Pada masa yang lalu banyak keluhan yang disampaikan oleh masyarakat terkait dengan honor penyuluh agama non PNS yang dirasakan tidak manusiawi, yakni hanya sekitar 500 ribu rupiah per bulan. Nah dengan kondisi dmeikian lalu disampiaknlah keluhan etrsebut kepada presiden selaku pembuat keputusan, dan presiden kemudian menyanggupinya untuk meningkatkan honr tersebut.

Namun kita juga harus tahu bahwa system pengangaran Negara tidak semudah membalikkan tangan, melainkan harus melalui proses panjang dan perhitungan yang cermat.  Setelah melalui berbagai proses dan tahapan, kemudian diputuskanlah untuk memebrikan kenaikan honor  penyuluh agama non PNS menjadi dua kali lipat, hanya saja memang  kementerian keuangan masih akan merealisasikannya pada tahun 2019 setidaknya maret atau april.  Nah, keputusan tersebut ternyata dijadikan ajang politik oleh pihak pihak tertentu yang menuduh bahwa keputusan untuk menaikkan honor tersebut terkait dengan pilpres.

Demikian juga tentang kenaikan gaji PNS yang itu merupakan  tindakan biasa yang berharap kesejahteraan PNS akan semakin membaik, dan kemudian pada tahun 2019 nanti juga akan dinaikkan sekitar 5 %, namun lagi lagi belum juga direalisasikan, namun sudah ada tuduhan bahwa itu dilakukan  sehubungan dengan pilpres.  Memang repot jika masih menjadi pejabat Negara lalu melakukan upaya perbaikan, karena pasti akan terus dituduh yang bukan bukan. Namun  sebaiknya pemerintah tidak usah ragu dengan keputusan baik tersebut, karena apapun yang diperbuat, pasti akan menimbulkan pandangan yang berbeda dari banyak pihak.

Tentu tidak hanya  dalam hal pilpres, melainkan dalam setiap ada kontestasi apapun, dapat dipastikan akan muncul kecurigaan dari pihak lain  ketika ada yang melakukan usaha perbaikan, padahal usaha untuk memeprbaiki kondisi itu merupakan tugas dan tanggung jawab yang memang harus dijalankan, terleps ada atau tidaknya kontestasi  politik.  Kenapa kita tidak mampu untuk melakukan usaha yang baik dalam memenangkan  pemilihan umum? Dengan melakukan aktifitas yang simpatik  kepada masyarakat, tanpa harus menyudutkan dan menyalahkan pihak lain.

Mari kita kembangkan  husnudzdzan diantara kita, sebab dengan berbaik sangka kepada siapapun, kita akan mampu menuai keberhasilan yang gemilang dan terhindar dari segala macam fitnah dan sejenisnya.  Secara agamis bahwa buruk sangka itu merupakan sebuah penyakit yang  cukup akut, karena dari situlah akan timbul benih benih permusuhan dan tidak mempercayai pihak lain.  Akibatnya  lalu mencurigai sesuatu yang tidak berdasar dan akhirnya akan menjadi gunjingan.  Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka yang akan terjadi ialah permusuhan  dan jauh dari persuadaraan.

Jika kita selalu berbaik sangka maka apapun yang dilakukan oleh pihak lain tentu akan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk  kepentingan masyarakat banyak dan kita tetap harus berterima kasih karena telah dibantu  untuk merealisasikan sebagaian keinginan kita.  Jangankan perbuatan baik, perbuatan buruk pun jika kita selalu berpikir positif, maka kita akan dapat menerimanya dan mensikapinya dengan bijak.  Karena itu banyak diantara  pihak yang mampu bersikap baik sangka yang kemudian hidupnya teras anyaman karena tidak mempunyai banyak beban dalam hidupnya.

Sebaliknya bagi yang selalu mengembangkan buruk sangka, pasti hidupnya akan susah karena tanggungan bebannya terlalu banyak dan berat. Bagimana tidak berat, kalau setiap perbuatan yang dilakukan oleh pihak lain selalu saja dinilai negative dan menimbulkan persoalan bagi dirinya, meskipun masyarakt sama sekali tidak mempermasalahkannya.  Nah, dengan beban tersebut, maka hidupnya pasti akan selalu tidak nyaman dan selalu  penuh dengan masalahnya sendiri yang tidak akan pernah tuntas diatasi.

Dalam setiap tingkatan, pastinya juga akan muncul pihak yang berburuk sangka tersebut.  Kita tidak tahu apaklah itu merupakan sebuah kondisi umum ataukah memang itu merupakan bunga dunia yang mesti ada.  Tetapi secara nalar seharusnya  ada kondisi dimana semua orang selalu berbaik sangka dan selalu menilai positif apapun yang terjadi, apalagi kalau ada usaha nyata dari pihak tertentu yang ingin mengubah kondisi menjadi lebih baik.  Termasuk jika ada pihak lain yang masuk  ke lingkungan kita dan memberikan bantuan kemanusiaan, tentu kita tidak boleh curiga dan berburuk sangka, terkecuali memang sudah ada bukti yang menyakinkan tentang hal tersebut.

Bahkan dalam  kehidupan kita masing masing pun terkadang tidak terlepas dari kecuriagaan tersebut.  Bilamana ada seseorang yang  tiba tiba memberikan bantuan kepada seluruh tetangganya karena  baru saj mendapatkan rizki dari Allah swt misalnya, lalu kenapa kita hartus curiga bahwa pemberian itu ada maksud di baliknya.  Jika memang kemudian ternyata memang ada maksud di balik pemberian etrsebut, barulah kita akan mempertanyakannya, tetapi kita tetap tidak boleh terpengaruh oleh keinginanya tersebut.

Memang kita perlu waspada tetapi bukan berburuk sangka. Ada perbedaannya antara waspada denga berburuk sangka, sebab kalau wasspada itu tetap berbaik sangka tetapi tidak boleh lengah,  melainkan tetap waspada  tetapi kalau buruk sangka itu  sudah dimulai sejak awal untuk tidak mempercayai seseorang.  Jadi waspada itu harus dilakukan, tetapi buruk sangka itu harus dihindarkan. Jika kita  masih ragu terhadap sesuatu, mkaika sebaiknya kita akan menyikapinya dengan hati hati dan tidak langsung bereaksi yang dapat menyebabkan ketersinggungan pihak lain.

Agama kita juga  sangat jelas memerintahkan untuk menjauhi buruk sangka karena itu akan menimbulkan banyak persoalan, tetapi justru memerintahkan kepada kita selaku umatnya untuk terus waspada terhadap segala sesuatu dan kemungkinan.  Kalau buruk sangka itu dosa dan pasti akan menimbulkan prasangka buruk kepada pihak lain, meskipun belum tentu pihak lain tersebut bermakdu buruk sebagaimana sangkaan kita, sehingga  dengan begitu sudah ada dosa dalam diri kita.  Sedangkan kalau waspada itu tidak berburuk sangka, melainkan hanya  usah untuk tetap sadar agar kita tidak tertipu atau diperlakukan  denagn tidak baik.

Namun dalam kenyataannya masih banyak diantara kita yang masih mengembangkan dan menyimpan rasa curiga dan buruk sangka tersebut. Lebih lebih jika sudah terkait dengan persoalan politik praktis. Politik itu terkait dengan kepentingan, maka kepentingan yang didasarkan atas perbuatn yang buruk maka hasilnya juga pasti tidak akan baik.  Karena itu kita menghimbau kepada semua pihak agar tetap mengembangkan berbaik sangka dalam melakukan aktifitas apapun, termasuk jika memasuki ranah politik sekalipun.  Semoga dengan tetap berpegang teguh kepada husnudzdzan  kita smeua akan terhindarkan dari melapetaka dan  kehancuran. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.