STUDI BANDING

Terkadang kita melihat urgensi studi banding itu sama sekali tidak ada manfaatnya, karena memang tidak direncanakan dengan baik.  Kalau studi banding dijalankan pada akhir tahun anggaran, biasanya hanya dimaksudkan untuk menghabiskan anggaran saja, sehingga setelah studi banding kemudian tidak ada tindak lanjutnya.  Kalau seperti itu tentu  membuang buang anggaran dan tenaga, tanpa menghasilkans esuatu yang bermafaat.  Namun bukan berarti studi banding itu sama sekali tidak ada manfaatnya, terutama jika direncanakan dnegan baik dan  kemudian ada aksi tindak lanjutnya.

Studi banding yang dijalankan oleh para wakil rakyat yang terkadang sampai melayat ke luara negaris egala, ternyata mereka hanya ingin jalan jalan atau plesir, karena secara riil mereka yang berangkat sama sekali tidak mampu berbahasa  di Negara tujuan, meskipun menggunakan penerjemah namun biasanya mereka enggan untuk bertanya tentang sesuatu yang dicari untuk diterapkan di Negara kita, terutama yang sesuai.  Karena itu kerap kali setelah studi banding seleai, selesai pulah projekl tersebut dan sama sekali tidak ada dampaknya.

Demikian juga studi banding saat ini sudah mewabah dan menjangkiti sebagiaan perguruan tinggi.  Artinya banyak studi banding yang sifatnya hanya kunjungan semata  dan lebih banyak tujuan refressing nay ketimbang  tujuan ilmiahnya, akibatnya  terkadang kita melihat ada satu perguruan tinggi yang  sibuk menerima kunjungan dari beberapa perguruan tinggi lainnya saja, karena  perguruan tinggi tersebut menjadi tujuan studi banding.

Masih mnding kalau studi banding tersebut menyadsr kepada satu kegiatan yang dianggap unggl di tempat tujuan, sehingga nantinya akan dapat ditiru dan terapkan di perguruan tinggi bersnagkutan.  Tetapi kalau kunjungan etrsebut hanya basa basi semata, maka sesungguhnya banyak yang dirugikan, termasuk perguruan tinggi yang dikunjungi, karena harus menyambut kedatangan tamu yang ternyata buakn untuk mengaji pengetahuan dan ketrampilan yang dipunyai, meolainkan hanya sekedar berkunjung.

Bahkan saat ini ada trend baru lagi yakni studi banding dengan melakukan penanda tanganan MoU, namun sekali lagi MoU yang tidak ada niat untuk ditindak lanjuti, tetapi hanya sekdar ada tandatangan saja untuk keperluan akreditasi misalnya.  Padahal seharusnya kalau kita melakukan MoU harus ada komitmen untuk menindak lanjutinya dengan aksi kegiatan nyata, meskipun hanya dalam satu bidang saja. Sudah saanya kita harus memikirkan hal tersebut agar apa pun yang kita lakukan akan memberikan manfaat yang besar bagi institusi.

Seharusnya ketika kita merencanakan untuk melakukan studi banding ialah jika kita sudah merencakan sesuatu  kegiatan dan kita melihat ada perguruan tinggi lain yang sudah menjalankannya terlebih dahulu, apalagi kalau sudah meraih prestasi tertentu, sehingga kita akan mampu menyerap dan meneladaninya.  Nah, dalam studi banding tersbeut nantinya akan banyak hal yang ditanyakan karena  sudah ada gambaran  apa yang harus dilakukan, sedangkan  pihak lain sudah menjalankannya, sehingga pengalaman yang sudah dijalani etrsebut tentu akan bermanaat bagi  perjalanan menjalankan aktifitasnya nanti.

Masing masing kita memang mempunyai keunggulan tersendiri dalam bidang bidangbtertentu, anah, kalau kita studin banding ialah untuk mendapatkaninfoermasi yang cukup dari pihak lain yang dikunjungi agar kita mempunyai cukup pengetahuan untuk melakukan sesuatu yang kita rencanakan, termasuk tantangan apa yang mungkin dihadapi saat menjalankan kegiatan tersebut.

Boleh saja  bidang tertentu yang dianggap belum maksimal melakukan studi banding ke  lembaga yang sudah diketahui mempunyai keuatan dalam bidang tersebut sehingga studi banding tersebut akan menghasilkan gambaran yang lebih bagus.  Studi banding terkadang malahan menjadi sebuaha keharusan, terutama jika kita masih blank terhadap sesuatu, sedangkan di tempat lain sudah berpengalaman emnjalaninya dan sudah selesai dengan cukup sukses.  Dalam kondisi demikian  tentu kita malahan harus melakukan studi banding tersebut.

Memang kita harus akui bahwa selama ini studi banding itu hanya semata  merupakan sebuah kunjungan rekreatif semata sehingga masyarakat pada umumnya hanya menandang remeh terhadap studi banding tersebut, apalagi ketika diketahui bahwa anggaran studi banding tersebut menghabiskan Negara yang sangat besar, terutama yang dilakukan oleh para anggota dewan. Itulah yang kemudian setia studi banding dianggap sama dan hanya menghabiskan anggaran semata.

Pandangan yang keliru tersebut memang harus diluruskan dengan cara kita yang menjalankan studi banding harus mempau menujukkan  kepada masyarakat bahwa studi banding yang dijalankan ternyata mampu menjadi  sarana suksesnya pelaksanaan kegiatan di lingkungan kita. Tidak mudah emmang untuk mengubah pendiarian yang sudah mengakar dan terus disuguhi dengan kenyataan yang memang m,endukung kesimpulan tersebut, namun dnegan tekun dan  hati hati sesunggu8hnya kita akan mampu memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa tidak semua studi banding itu identic dengan pemborosan.

Sebaiknya para intelektual yang berada di perguruan tinggi tidak ikutan  melaksanakan studi banding tersebut hanya sekdar rekreasi, melainkan harus mampu menghasilkan sesuatu yang mampu menujang kinerjanya di lembaga yang selama ini  dikhidmatinya.  Namun jika tidak dipandang pelu melakukan studi banding, sebaiknya meang anggaran yang ada  digunakan untuk meningkatkan kapasitas SDM nya saja dalam banyak bidang yang akan menunjang  keberhasilan institusi.

Duisamping itu sebaiknya orang yang terlibat dalam studi banding juga disesuaikan dengan kebutuhan, bukan harus seluruh orang mengikutinya, yang itu pasti mengesankan rekreasi dan bukan studi banding.  Kalau hal yang ingin digali dan dapatkan hanya cukup diikuti oleh dua hingga tiga orang saja, mengapa harus berangkat sepluh orang?. Tentu semua pengendalian tersbeut ada di tangan para pimpinan terkait, jika pimpinan dapat melakukan penyeleksian dengan mengukurnya  melalui kebutuhan data yang diinginkan, maka pmpina adpaat menunjukkanbeberapa orang saja,  dan yang lain mungkin dapat ditugaskan ke  masalah lainnya sehingga akan lebih berhasil guna.

Jadi masalah studi banding ini sudah menjadi masalah bersama sehingga untuk mengatsisnya jga harus dijalankan secara bersama, yakni dengan  memberikan  hasil nyata kepada masyarakat tentang  studi banding etrsebut dan sekligus juga tidak semata mata  hanya pergi dan pulang tanpa membawa hasil yang dapat dilaksanakan di tempat kita. Studi banding memang menjadi trend tersendiri, khususnya bagi merka yang ingin sekar plesir dengan iaya gratis, bahkan akan untung saat pulang dan membawa oleh oleh yang istimewa.

Barangkali dengan maraknya studi banding di akhir tahun sepeeri saat ini, pemerintah wajib melakukan investigasi tentang studi banding tersebut agar ke depannya tidak dilakukanlagi dnegan menghamburkan banyak uang Negara.  Artinya  kegiatan serupa itu harus terus dikurangi atau dengan efisiensi dengan emgurasi frekwensi dan juga pesertanya dan lebih mengutamakan hasilnya.  Jika pemrintah dan kementerian melakukan hal tersbeut, kita yakin pasti akan  terdapat perubahan yang sigifikant terhadap kegiatan tersebut.

Anggaran yang pas pasana sebaiknya digunakan untuk m,elakukan kegoatan yang sig=fatnya melibatkan banyak orang sehingga meberikan manfaat yang lebih besar, terutama yang terkait dengan tugas dan fungsi masing maisng. Tentu kita akan sangat bangga jika dengan anggaran yang pas pasan kita mampu menyelenggarakan kegiatan yang lebih banyak dan meberikan manfaat yang lebih maksimal kepada masyarakat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.