PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

Semua orang sepakat bahwa  pendidikan anti korupsi itu penting dan  seluruh  sekolah mulai dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi seharusnya memberikan pendidikan anti korupsi tersebut. Cuma persoalannya ialah   apakah hal tersebut diberikan dalam bentuk mata pelajaran atau mata kuliah ataukah cukup dimasukkan ke dalam mata pelajaran atau mata kuliah yang terkait, seeprtri pendidikan agama, akhlak, PPKN dan lainnya, atau bahkan  masuk dalam setiap mata pelajaran,  karena  pendidikan anti korupsi tersebut  seharusnya  dimulai dengan menanaman nilai nilai baik kepada  setiap peserat didik.

Penanaman nilai tersebut tidak cukjup hanya dalam ranah pemahaman semata, melankan lebih jauh harus  dipraktekkan dalam keseharian serta diberikan contoh kongkrit dari para guru.  Artinya keteladanan dalam hal ini menjadi mutlak dan tidak boleh ditawar.  Bagaimana kita dapat membayangkan jika kita mengajarkan kepada peserta didik tentang kebajikan, namun diri kita sendiri justru malah berkelakuan sebaliknya.  Setiap saat kita memang harus memberikan keteladanan dalam semua kebajikan, kejujuran dan juga akhlak yang baik.

Sekecil apapun kita tidak boleh melakukan hal yang bertentangan dengan kejujuran, seprti berbohong, meskipun  dengan tujuan yang baik.  Para peserta didik juga  harus dibiasakan untuk jujur dalam semua hal, termasuk pada saat mengerjakan ulangan, mereka dilarang keras untuk menyontek atau menyakiti pihak lainnya.  Termasuk di dalamnya ialah kedisiplinan dalam semua hal, dan jika melaukan kesalahan, maka harus segera meminta maaf.  Disiplin dalam semua hal memang harus diberikan dan dibiasakan kepada mereka, termasuk disiplin waktu.

Barangkali di sekolah sekolah  dipelukan adanya kantin kejujuran sebagaimana  yang sudah dijalankan oleh sebagian sekolah.  Tentu harus ada pengawasan yang ketat, agar dapat diketahui siapa saja yang kemudian tidak berlaku jujur dan kemudian diberikan sanksi. Semua itu  dimakwudkan agar seluruh peserat didik menjadi orang yang jujur dan sama sekali tidak akan pernah berani melakukan ketidk jujuran.  Kita sangat yakin bahwa nilai nilai tersebut nantinya akan sangat berpengaruh daalam hidup mereka di kemudan hari.

Dengan membiasakan seluruh siswa untuk selalu melakukan kebajikan dan ditunjang dengan keteladanan dari semua orang  di lingkungan tersebut, maka  kebiasaan tersebut akan dapat mengakar dalam diri mereka  yang pada akhirnya mereka akan mendapatkan  dan memunyai karakter baik sebagaimana yang kita harapkan.  Jadi kita tidak perlu lagi memberikaan pembelajaran tentang  anti korupsi secara fulgar, melainkan justru kita sudha memberiknnya secara berproses dan pada saatnya kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Namun dmeikian  pada saatnya mereka juga sangat perlu diberian informasi  mengenai bahaya korupsi dan akibat yang dapat ditimbulkannya.  Hal tersebut dimaksudkan agar mereka dapat memahami dan berpikir positif serta berusaha untuk mencegahnya, demi kesejahteraan hidup bersama.  Sekali lagi hal tersebut diperlukan hanya sekedar untuk memberikan semangat kepada mereka bahwa  diperlukan kondisi yang baik  dalam menjalani hidup dan hidup bersama.  Saling membantu dan peduli kepada sesame ialah sesuatu yang dibutuhkan oleh smeua orang.

Lalu bagaimana mjungkin dapat diciptakan hidup yang serasi diantara semua masyarakat, kalua  masyarakatnya sendiri hidup individual dan hanya mementingkan diri mereka sendiri, serta tidak mempunyai rasa empati dan kepdulian  dengan sesame.  Pentingnya mereka diberikan informasi penting tersebut ialah bahwa dalam kenyataannya  memang di masyarakat yang serba ingin hidup mewah, pasti ada  sebagian diantaranya yang melakukan penyimpangan dan bahkan melakukan penipuan kepada pihak lain, dan itulah yang harus diberantas, demi kesejahteraan smeua.

Barangkali dengan melakukan  penanaman nilai nilai kebajikan tersebut kepada anak anak didik sejak  dini, kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik, ketimbang memberikan pendidikan anti korupsi kepada mereka yang  relative sudah dipengaruhi olehnkehidupan yang tidak baik. Bayangkan saja jika kita meberikan pendidikan karakter dan angti korupsi kepada mereka yang  sudah terbiasa dengan  kebohongan dan hidup hedonis serta tidak menghargai pohak lain, lalu apa yang dapat kita hasilkan dari mereka itu?

Mungkin kalua kemudian dilakukan ujian secara tertulis mereka akan  mampu mengerjakannya, tetapi sama sekali tidak ada artinya jika kelakuan mereka sama sekali tidak mencerminkan kebajikan. Ibaratnya  ada anak didik yang hafal dalil sebuah ketentuan dalam kebersihan misalnya, namun dalam praktek keseharian justru dia selalu tidak bersih dari sisi pakaian dan penampilan luarnya.  Lalu bagaimana kita akan mengandalkan mereka?  Pintar  sih memang pntar  karena mereka mampu mengerjakan pertanyaan yang diberikan dalam ujian, tetapi kalua mereka  justru malah  tidak  mampu mengerjakan sesuatu yang ada di masyarakat, lalu ungtuk apa mereka pintar?

Seharusnya  kepintaran merka memang harus diimbangi dengan akhlak yang mjulia sehingga  mereka tetap akan berpijak kepada nilai nilia kebajikan dan kepatutan.  Jadi sekali lagi  nilai akhlak itu menjadi sangat penting jika dihubungkan dengan  pendidikan angi korupsi.  Tanpa diberikan pembelajaran tentang anti korupsi pun jika  kita telah memberikan  pembiasaan terhada nilai nilai kejujuran dan  kepedulian kepada sesame, maka mereka insya Allah tidak akan terjebir dalam praktek korupsi.

Disamping kita mementingkan pendidikan anti korupsi tersebut, kiranya juga sangat penting untuk diciptakan system yang membuat semua orang menjadi takit dan berpikir berkali kali jika akan melakukan korupsi, karena  sekuat apapun jika kemudian ditaruh di lingkungan yang sangat brengsek dan penuh dengan ketidak tertiban, maka  ada kemungkinan  kekuatan karakternya tersebut akan luntur sedikit demi sedikit.  Sebaliknya jika ada orang brengsek sekalipun lalu ditaruh di lingkungan yang sudah jadi dengan system yang sangat bagus, maka ada kemungkinan juga bahwa dirinya juga akan mengikuti irama masyarakat yang sudah bagus tersebut.

Untuk memperkuat hal tersebut mungkin kita perlu menginformasikan tentang sitem  kedisiplinan dan kebersihan yang dijalankan di negara tetangga kita Singapira, maka seluruh  manusia yang ada disnaa pasti akan berpikir panjang sebelum melakkan ketidak taatan terhadap aturan ebersihan, karena  jika itu dijalankan  maka dia akan didenda sangat banyak dan sangat berat.  Jadi konsistensi dalam memberikan sanksi kepafda palanggar juga harus dijalankan, karena kita tahu  penyakit yang biasa melanda  kita ialah tidak konsisten dalam menerakan hokum, sehingga kemudian  banyak pihak memberanikan diri untuk melanggar dan mencoba untuk berdamai dengan  menyuap dan lainnya.

Kita sangat merindukan system yang baik untuk menungtun masyarakat menjadi sadar dan taat hokum, karena dari situlah kita akan mampu meraih keinginan baik yang selama ini kita cita citakan.  Barangkali mengenai sanksi hokum yang berat juga menjadi salah satu alternative asalkan para aparatnya juga konsisten dalam menjalankan dan menrapkannya. Peruma jika kita mempunyai aturan main yang bagus, tetapi tidak dijalankan dengan konsisten, pastinya akan disepelekan oleh masyarakatnya sendiri.

Jadi dari semua lini memang harus diciptakan upaya agar koripsi tidak  mampu bangkit di negeri ini, tengtu disamping memberikan  pengertian dan pemahaman tentang hal tersebut kepada smeua generasi muda dan memberikan bekal kejujuran dan karakter yang baik  dalam diri mereka. Kita sangat yakin bahwa jika dari dalam diri dan juga  dari sisi regulasi dan penciptaan system yang baik di masyarakat serta konsistensi para penegak hokum, insya Allah negara kita akan semakin makmur dan  segala bentuk korupsi akan menjadi hilang dnegan sendirinya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.