PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MAHASISWA

Barangkali saking jengkelnya karena korupsi tidak juga mereda meskipun sudah banyak yang dijadikan pesaklitan dan dihukum, dan tetap saja  korupsi masih marak dan bahkan cenderung bertambah, lalu KPK berinisiatif untuk  meminta kepada perguruan tinggi menjalankan pembelajaran menganai karakter.  Tujuannya ialah agar para lulusan perguruan tinggi nantinya ketika mereka menjadi pejabat, tidak akan melakukan korupsi atau sejenisnya.

Tentu keinginan KPK tersebut harus dihargai dan diberikan apresiasi, walaupun sesungguhnya sudah terlambat.  Namun akan tetap lebih baik ketimbang tidak sama sekali, karena kenyataannya memang banyak perguruan tinggi yang lupa mendidikkan karakter kepada  para mahasiswanya.  Para mahasiswa hanya diberikan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi saja, sedanghkan bagaimana akhlak mereka, biasanya sama sekali tidak disentuh.  Akibatnya  saat mereka sudah menjadi pejabat, mereka lupa diri bahwa mereka itu merupakan harapan bangsanya untuk mengelola Negara.

Namun demikian bukan berarti seluruh perguruan tinggi berlaku demikian, karena sudah cukup banyak perguruan tinggi, khususnya yang  Islam, sejak dini sudah membekali mahasisweanya dengan akhlak dan karakter baik, sehingga diharapkan mereka nantinya emmpunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap bangsa dan negaranya.  Mereka akan melakukan perbaikan dan membersihkan seluruh lembaga dari praktek korupsi dan sejenisnya, karena  disamping itu akan merugikan Negara dan rakyat juga sekaligus dosa yang nanti di akhirat akan ditanggungnya.

Saat ini KPK  berkeinginan untuk melakukan koordinasi dengan perguruan tinggi di smeua kementerian yang ada untuk melakukan pendidikan karakter kepada seluruh mahasiswanya.  Menurut saya itu sangat bagus dan secepatnya harus segera diwujudkan, karena  di negera kita persoalan korupsi ternyata sudah menjadi sangat  akut dan  membahayakan keadaan Negara.  Untuk memberikan sanksi yang snagat berat dengan mengubah undang undang, rupanya sudah sangat sulit, karena  DPR kita mungkin akan berpikir seribu kali untuk mengubah pemberian sanksi hokum hingga hukuman mati dan pemiskinan.

Memang para anggota Dewan ingin sekali mengubah undang undang tentang korupsi, akan tetapi hanya terkait dengan pemangkasan kewenangan KPK yang dianggapnya terlalu kuat padahal hanya sebuah lembaga yang ad hok.  Sudah banyak usulan untuk memperberat hukuman bagi koruptor sehingga  akan menjadikan mereka jera dan orang orang yang belum melakukannya juga akan mikir beberapa kali, yakni dengan hukuman maksimal  hukuman mati  yang tidak sebagaimana yang ada  dalam undang undang yang mensyaratkan berat sekali, dan juga hukuman pemiskinan.

Rupanya hukuman pemiskinan tersebut sangat ditakuti oleh mereka, buktinya saat ada usulan tersebut mereka sudah  keder dan berusaha sekuat tenaga untuk melakukan perlawanan melalui banyak cara.  Namun rupanya para pembuat undang undang atau mereka yang mempunyai kewenangan untuk merevisi undang undang tidak menginginkannya. Jadilah keinginan umat etrsebut kandas di tangah jalan. Mungkin karena  berbagai jalan untuk menghentikan praktek korupsi etrsebut  sangat sulit, maka akhirnya  KPK mencari cara yang lebih memungkinkan, meskipun  harus berproses cukup lama.

Pendidikan yang baik dan lebih mengutamakan kepada  persoalan akhlak itu memang mutlak diberikan sehingga smeua orang yang  seperti apapun kecerdasannya, tetapi masih akan tetap meberikan apresiasi kepada  kebaikan.  Akhlak memang  merupakan sesuatu yang sangat penting dalam hal apapun, termasuk dalam praktek kehidupan.  Bayangkan saja kalau ada orang yang pandai dan menjadi pemimpin sebuah perusahaan, namun karena tidak tahu sopan santun ataupun akhlak, kemudian dapat melakukan kejahatan yang dianggapnya sebagai sebuah  lebiasaan belaka.

Lebih parah lagi jika kemudian dia lepas control dan memperlakukan para pekerjanya  seenaknya sendiri tanpa memperhatikan nasib keluarganya dan masa depan mereka.  Dapat dibayangkan  betapa  menyedihkannya perlakuan otrang tersebut, meskipun dia itu pinter dalam hal perusahaan dan ilmu pengeetahuan..  Karena itu memang  dibutuhkan  pengertian dalam arti yang positif, yakni ilmu akhlak yang dipraktekkan secara nyata dalam kesehariannya, sehingga dia mampu merasakan  kehidupan anak buahnya dan akan memperlakukan semua orang sebagai bagian darinya.

Karena itulah barangkalai nabi Muhammad saw  menyatakan bahwa  hakekat diutusnya beliau di dunia ini ialah karena untuk memperbaiki akhlak  agar menjadi mulia.  Jika orang dihormati karena  kemuliaan akhlaknya, maka itu bukan menjadi tujuan, karena berakhlak mulia itu justru menjadi   kebutuhan setiap orang.  Tujuannya ialah agar mampu untuk mengabdikan diri sepenuh jhatinya kepada Tuhan semesta alam.  Orang yang berakhlak mulia pasti  menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang hamba yang tidak mempunyai keikuasaan apa apa, karena kesemuanya  merupakan keputusan dari Tuhan.

Orang yang demikian pastinya akan menghargai semua orang dan tidak akan pernah menyepelekan dan menghina sesame, bahkan dia akan terus meminta didoakan  dan selalu saja akan menyediakan diri untuk menolong dan membantu sesuai dengan kemampuannya.  Kita lihat semakin orang berakhlak baik, maka dia akan semakin  baik kehidupannya dan dihargai oleh sesame.  Sebaliknya jika dia tidak berakhlak, meskipun kaya dan berkuasa, tetapi pasti dia akan dicibir oleh banyak orang dan mereka sama sekali tidak akan menghargainya.

Kembali kepada pendidikan karakter yang saat ini mulai dilirik sebagai pendidikan penting  yang harus diberikan kepada smeua mahasiswa, sesungguhnya merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya pendidikan Islam yang diharapkan oleh para pendidik muslim.  Tujuan utamanya ialah agar mereka nantinya benar gbenar  dapat beradaptasi dengan lingkungan dan berkomunikasi dengan sesame serta bekerjasama dengan semua pihak.  Dengan begitu mereka akan merasa  bergantung juga kepada pihak lain, sehingga mereka tidak akan meremehkan dan meninggalkan  saudaranya.

Mereka akan menyadari bahwa hidup di dunia ini seharusnya saling membantu dan membutuhkan, karena  secara akal sehat tidak ada manusia yang mampu hidup sendirian, melainkan smeuanya hartus terus menjalin kerjasama dengan baik.  Bahkan hanya sekdar untuk dapat hidup saja mereka pasti akan membutuhkan bantuamn sesamanya.  Jikalau saat ini seluruh mahasiswa diwajibkan untuk diberikan pendidikan karakter itu sudah semsatinya dan sesuai dnegan cita cita pendidikan Islam itu sendiri, karena itu kita akan mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan oleh KPK.

Tentu sebagai salah satu pengelola pendidikan yang selam ini sudah akrab dengan pendidikan karakter, kita juga tetap mendukung dan memperkuatnya sedemikian rupa sehingga akan semakin menjamin bahwa para mahasiswa akan mendapatkan  ilmu dan sekaligus praktek yang  dapat dilihat secara nyata hasilnya.  Bahkan bukan hanya memberikan pendidikan karakter semata, melainkan juga dikuatkan dengan nilai agama, sehimngga akan lebih mantap, semacam bahwa  melakukan perbuatan buruk dan merugian banyak pihak itu merupakan dosa yang akan menyengsarakannya di akhirat nanti.

Intinya kita memang siap untuk menyambut ajakan KPK untuk memberikan pendidikan karakter bagi mahasiswa dengan tujuan jangka pendeknya ialah agar mereka nantinya mempunyai bekal yang kuat agar mereka menjauhi korupsi dan sejenisnya.  Sementara tujuan jangka penjangnya ialah agar terbentuk karakter kuat bagi mereka untuk selalu mengutamakan kepentingan Negara dan bangsanya di atas kepentingan sendiri dan keluarga ataupun golongannya.  Semoga cita cita mulia tersebut akan dapat terwujud dan menjadikan Negara kita terbebas dari korupsi, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.