MELAWAN LUPA

Lupa itu manusiawi dan smeua orang pasti pernah mengalaminya, entah itu terkait dengan persoalan yang sangat penting atau hanya sekedar seuatu yang tidak terlalu penting.  Terkadang  orang  meletakkan sesuatu barang  penting di tempat yang sudah diketahuinya, tetapi kemudian dia lupa sendiri dan mencarinya  hingga banyak orang dibuatnya bingung untuk menemukan barang tersebut.  Namun tiba tiba pada saat semua sudah lelah mencartinya, lalu dia teringat  dimana barang tersebut disimpang.

TYerkadang malahan lupa itu dapat membahayakan keselamatan dan keamanan rumah misalnya, ketika seseorang lupa mengunci bahkan menutup pintu padahal  malam hari saat dia menengok keluar karena adanya suara tertentu, lalu lupa menutupnya kembali.  Seringkali kita juga menjumpai orang yang lupa mematyikan kompor saat selesai memasak sesuatu atau lupa mematikan kran air sehingga  sampai berjam jam terkadang sampai semalaman suntuk kran tetap menyala atau juga lupa mematikan listrik di kamar mandi dan lainnya.

Sepertinya lupa itu sudah menjadi baian hidup seseorang, karena itulah ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa manusia itu memang tempatnya salah dan lupa.  Kita tidak memungkirinya, meskipun kita tentu ingin tidak akan menjadi lupa.  Sesungguhnya ada  hal yang perlu dilakukan  agar kita tidak diserang penyakit lupa tersebut, ialah kepedulian kita terhadap lingkungan, semisal kita harus selalu mengingat bahwa setelah memasak haruslah langsung mematikan kompor, setelah masuk kamar mandi harus segera mematikan kran dan lampu. Pada saat melatakkan sesuatu seperti kunci atau barang berharga lainnya, harus di tempat yang tetap dan jangan dipindah pindah.

Dengan melakukan hal hal tersebut, insya Allah akan relative terhindar dari lupa, meskipun pasti tidak akan menjamin  terhindar dari lupa.  Bahkan terkadang hanya untuk mengingat sebuah tempat saja kita sering lupa, seperti mengingat kota tertentu atau kecamatan tertentu atau jalan tertentu, padahal  sesungguhnya sangat mudah untuk diingat, tetapi kalau sudah lupa, maka untuk mengingatnya kemabli sungguh luar biasa sulitnya.

Kata orang penyaklit lupa tersebut disebabkan  banyaknya dosa yang kita lakukan atau mungkin banyaknya pikiran yang kita punya sehingga  hanya sekedar mengingat sesuatu yang biasa saja kita harus lupa.  Bahkan terkadang membaca surat pendek yang sudah sangat dihafal pun terkadang menjadi lupa, terutama bilamana sedang banyak pikiran dan kemudian tidak konsentrasi dalam membacanya.  Lebih parah lagi kalau kepada nama anaknya sendiri juga lupa atau mengingat nama cucunya juga lupa.

Memang lupa itu mempunyai tingkatan, ada sebagiannya yang sangat parah lupanya, dan ada yang sedang sedang saja dan ada yang ringan. Bai mereka yang lupa cukup parah ialah bilamana selalu sauja  lupa  ketika  melakukan sesuatu, bahkan  ketika sudah sampai took atau pasar, juga lupa aopa yang akan dibelinya.  Sementara uitu bagi yang lupanya sedang itu  terkadang lupa menjalankan shalat, lupa menaruh barang di suatu tempat dan sejenisnya.  Sementara itu bagi yang lupanya hanya ringan saja, ialah  saat dia lupa jalan  tertentu yang dicarinya, padahal pernah melaluinya atau lupa membawa HP saat berangkat ke kantor dan lainnya.

Barangkali kita memqng harus memperhatikan saran orang orang tua kita agar kita tidak seruing lupa, ialah agar kita  menjernihkan pikiran kita dengan lebih banyak memberi dan berbagi dengan sesame ketimbang hanya menyimpan sesuatu untuk diri sendiri. Lalu juga banyak mengingat dan berdzikir kepada Allah dan membaca alquran, karena dengan melakukan hal hal tersebut, kenyataannya hati dan pikiran akan menjadi tenang dan dengan ketenangan hati tersebut akan semakin menguatkan memori kita sehingga tidak mudah lupa.

Meskipun hanya sesuatu yang dianggap tidak terlalu penting, namun kalau sudah lupa  terkadang sesuatun tersebut menjadi sangat penting dan menentukan. Coba kalau kita pergi belanja ke mall misalnya lalu setelah sampai di tempat ternyata dompet yang seharusnya dibawa lalu kelupaan tertinggal di rumah, maka  akan menjadi sangat rumit ceritanya, apaagi jalannya macet dan parker  di tempat juga sangat sulit.  Ungkapan teliti sebelum membeli sesungguhnya juga mengingatkan kepada kita agarb kita cermat, termasuk mempersiapkan diri untuk hal haol yang akan kita lakukan.

Pada saat kita mampu bersikap tenang ketika kita kekurangan sesuatu, maika itu tidak akan mempengaruhi  sesuatu atau pekerjaan kita, namun bagi yang tidak mampu menyikapinya demikian tentu akan terasa sangat berat.  Ambil contoh saja jika seseorang berangkat kerja tergesda karena kesiangan, lalu HP tertinggal di rumah padahal  dia harus berhubungan dengan banyak pihak, maka dia akan kalang kabut dan mungkinakan pusing tujuh keliling, karena tidak mampu berbuat apa apa dengan tangan kosong.  Namun jikadia mampu bersikap bijak dan menyikapinya dengan biasa saja, mungkin juga tidak akan terjadi masalah.

Ada orang yang ketika HP nya tertionggal malah disyukuri, karena tidak disibukkan dengan HP yang terkadang malah membuatnya  tidak dapat bergerak.  Nah, dentgan tertinggalnya HP karena lupa tersbeut dia, akan merdeka dan tidak lagi terganggu oleh suara apapun dari HP.  Nanti pada saat sudah smpai di rumah dan membuka HP ternyata banyak sekali panggilan atau  berita atau pesan yang masuk, kita dapat dengan santai menyaakan abyhwa maaf HP tadi tertinggal dan meminta maaf.

Memang tidak mudah untuk dapat bersikap demikian, karena pada umumnya orang akan menjadi sedih karena  apa yang menjadi pegangannya tidak ditangan, dan bahkan terkadang bagi orang tertentu ketinggalan HP sama dengan kiamat atau sama dengan tidak mampu hidup lagi.  Tentu ityu smeua terlalu dibuat buat  atau karena sikapnya tergantung dengan HP, padahal kalau dia mampu meninggalkan dunia HP, pasti hidupnya akan semakin membaik dan tidak terganggu oleh hal hal yang dapat merusak dirinya.

Namun orang lupa itu memang tidak boleh disalahkan atau dalam bahasa jawa ora keno dipaido, karena memang itu sudah menjadi kodrat manusia, dan kalau kita menyadari hal etrsebut, tentu kita harus memaklumi semua orang yang lupa dan kita tidak boleh memarahinya, meskipun hal yang diklupajna tersebut snagat menentukan dalam hidup kita.  Banyak memberikan maaf kepada orang yang sangat ketakutan karena salah atau lupa adalah sikap yang sngat terpuji dan jika kita mampu mentgendalikan diri untuk tidak marah dan emosi, pastilah Allah akan memuji kita dan memberikan sesuatu yang jauh lebih baik.

Sayangnya  banyak diantara kita ketikan merasa mempunyai kelebiahan atas seseorang lainnya, kita akan mudah meluapkan emodsi kita kepadanya, apalagi kalau dia itu buruh atau sopir kita sendiri, terkadang kita sama sekali tidak pernah mengingat kebaikannya kepada kita yang telah mengantarkan dan melayani kita setiap hari, lalu ketika dia salah atau lupa tentang sesuatu lalu kita tidak mampumenerimanya dan harus memakinya dengan kata kata yang sulit dibayangkan .

Semoga kita di usia yang semakin tua dan matang, akan senantiasa mampu melawan lupantersebut dengan cara menjalankan banyak hal, terutama yang terkait dnegan ibadah dan silaturrahim serta berbuiat baik kepada sesame. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.